lay up

November 3, 2009 at 2:06 pm (Halaman Olahraga, Tugas Kuliah)

Analisis Gerakan pada Teknik Lay- Up

Pada teknik Lay-Up

Gerak lurus beraturan ini terjadi pada saat awalan lari sebelum akhirnya melakukan lompatan untuk lay-up. Gerak berputar terjadi pada sendi – sendi putar yang digerakkan untuk menghasilkan suatu gerakan kedepan atau dari satu titik ke titik yang lain. Sendi – sendi yang berputar ini adalah sebagai berikut:

  1. Articulatio coxae yang dibentuk oleh caput femoris dan accetabulum.
  2. Articulatio genus yang dibentuk oleh gabungan dari articulatio menisco femoralis lateralis, articulatio menisco tibialis lateralis, articulation menisco femoralis medialis, articulatio menisco tibialis madialis, dan articulatio femoralis patelaris.
  3. Articulatio talocruralis yang dibentuk oleh articulatio maleolli lateralis fibulae, facies articulatio distalis tibiale dan facies articulatio malleolli medialis tibiale.

Pergerakan articulatio tersebut digerakkan oleh atau dipacu oleh beberapa otot yang ada disekitar articulatio tersebut yaitu yang menggerakkan articulatio coxae yaitu muscullus articulatio genus. Dan yang menggerakkan articulatio talocrularis apabila gerakan pergelangan kaki fleksi plantar penggeraknya gastroknemius dan soleus. Fleksi dorsal digerakkan tibialis anterior.

Untuk bagian lengan gerakan berputar ini terjadi pada sendi – sendi yaitu sebagai berikut:

  1. Articulatio humeri yang dibentuk oleh caput humeri dan cavitas glenoidal scapulae. Pada gerakan lay-up ini berputarnya sendi digerakkan oleh otot – otot yaitu sebagai berikut : muscullus deltoid ( serabut – serabut otot ), Coracobrachialis.
  2. Articulatio cubiti yang dibentuk oleh 3 articulatio yaitu
  • Articulatio radioulnaris proximalis dibentuk oleh circumferentia articularis capitulli radii dan incisura radialis.
  • Articulatio humero ulanaris dibentuk oleh trocenthea humeri dan incisura semilunaris ulnae.
  • Articulatio humeri radialis dibentuk oleh capitullum humeri dan fovea capitulli radii.

Kesimpulannya yaitu bahwa dari pergerakan lay-up ini ada kombinasi dari sendi – sendi dan juga otot – otot. Pada gerakan teknik Lay- Up jenis pengukit yang cocok adalah jenis pengungkit dua (gerakan mengangkat tumit).

 

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Siaran Langsung di TV One

November 3, 2009 at 2:05 pm (Halaman Olahraga)

Selasa, 03/11/2009 18:55 WIB
Kualifikasi Piala Asia U-19
Lolos dari Grup Jadi Harga Mati
Mohammad Resha Pratama – detiksport

<a href=’http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a3a24c19&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE’ target=’_blank’><img src=’http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=66&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=a3a24c19′ border=’0′ alt=” /></a>

Jakarta – Timnas U-19 akan berlaga di Pra Piala Asia U-19 2010. Target mengalahkan tim kuat Australia dan lolos dari grup jadi harga mati.

Timnas U-19 tergabung di Grup F bersama Australia, Jepang, Taiwan dan Hongkong. Kualifikasi sendiri memakai sistem setengah kompetisi dan dua tim perigkat teratas berhak lolos ke putaran final.

Laskar ‘Merah Putih’ yang turun kali ini adalah para darah muda yang selama dua tahun berlatih di Uruguay di bawah arahan pelatih Cesar Payovich. Mereka semua telah berada di Bandung sejak 11 Oktober lalu.

Indonesia akan jadi tuan rumah seluruh pertandingan di Grup F, yang akan dihelat di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung.

“Target kami adalah lolos ke final dan bisa mengalahkan Australia,” tegas manajer tim, Demis Djamaoedin, dalam jumpa pers di Gedung Sarinah, Thamrin, Jakarta, Selasa (3/11/2009) sore WIB.

Untuk kondisi tim terkini, Demis pun menjelaskan kalau seluruh pemain dalam kondisi bagus dan hanya ada 2 pemain yang mengalami kelelahan, yaitu Ismail Marzuki dan Tajib Prasetyo.

“Kondisi pemain seluruhnya sudah fit 100 persen, dan untuk latihan jelang laga nanti hanyalah memaintenance fisik para pemain dan latihan ringan saja,” ujarnya lanjut.

Di laga pertama, timnas akan berhadapan dengan Singapura di 7 November, selanjutnya melawan Japan, China Taipei, Australia dan Hongkong di 9, 12, 14 dan 17 November.

Meski optimistis bakal lolos dari hadangan dua tim kuat, Australia dan Jepang, namun Demis menilai kalau tim masih suka gugup alias demam panggung.

“Kami ingin agar anak-anak bisa bermain lepas dan tidak memikirkan tv atau penonton, mereka harus fokus dengan permainan di lapangan,” tukasnya.

Selanjutnya, setelah melakoni empat partai kualifikasi itu, tim akan diliburkan hingga akhir tahun. Untuk selanjutnya, Syamsir Alam dkk akan kembali ke Uruguay di Januari 2010 untuk bermain di Quarta Division U-21.

Skuad timnas U-19

Kiper: Dimas Galih Pratama, Tri Windu Anggono, Beny Yoewanto

Bek: Yericho Christiantoko, M Syaifuddin, Reffa Money, Ferdiansyah, Taji Prashetio, Alfin Ismail Tuasalamony, Imam Faizal, Sedek Sanaky

Gelandang: Fery Firmansyah, Rahman Lestaluhu, Ridwan Awaludin, Ismail Maezuki, Zainal Haq, Rizky Pellu, Rinaldi Gunapradiptha

Penyerang: Yandi Munawar, Syamsir Alam, Alan Martha, Vava Yagalo, Novri Setiawanan Syaiful Ohorella, Sahlan Sodik.

Siaran Langsung di TV One

7 November, 21:00 WIB
Indonesia vs Singapura

9 November, 15.00 WIB
Jepang vs Indonesia

12 November, 21.00 WIB
Taiwan vs Indonesia

14 November, 21..00 WIB
Indonesia vs Australia

17 November, 18.00 WIB
Hongkong vs Indonesia

( mrp / roz )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

tugas

November 3, 2009 at 2:04 pm (Tugas Kuliah)

NAMA : TEDY

NIM : 107161407021

Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya, mulai dari perilaku sederhana sampai yang kompleks. Perilaku manusia ada yang disadari, namun ada pula yang tidak disadari, dan perilaku yang ditampilkan seseorang dapat bersumber dari luar ataupun dari dalam dirinya sendiri.

Ilmu psikologi diterapkan pula ke dalam bidang olahraga yang lalu dikenal sebagai psikologi olahraga. Penerapan psikologi ke dalam bidang olahraga ini adalah untuk membantu agar bakat olahraga yang ada dalam diri seseorang dapat dikembangkan sebaik-baiknya tanpa adanya hambatan dan factor-faktor yang ada dalam kepribadiannya. Dengan kata lain, tujuan umum dari psikologi olahraga adalah untuk membantu seseorang agar dapat menampilkan prestasi optimal, yang lebih baik dari sebelumnya.

Menurut Sudibyo Setyobroto, Psikologi olahraga adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku dan pengalaman manusia berolahraga dalam interaksi dengan manusia lain dan dalam situasi-situasi sosial yang merangsangnya. (Sudibyo Setyobroto, 1989)

Sumber : Yunus, Mahmud dan Urai Johanes.1992.Psikologi Olahraga,Depdikbud : Malang

Olahraga Psikologi adalah ilmu yang berkaitan dengan aspek mental dan emosional dari aktivitas fisik. (http://www.mattkeck.com/sports.html, Sport Psychology)

American Psychological Association mendefinisikan SPORT PSIKOLOGI sebagai (a) kajian terhadap faktor-faktor psikologis dan mental yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh partisipasi dan performa dalam olahraga, latihan, dan kegiatan fisik, dan (b) penerapan pengetahuan diperoleh melalui kajian ini untuk sehari-hari pengaturan.

(http://www.yourdictionary.com/psychology, Definition of Sport Psychology)

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

KUALIFIKASI PIALA ASIA

November 3, 2009 at 2:02 pm (Halaman Olahraga, Portopolio)

Kualifikasi Piala Asia U-19
Indonesia Tak Minat Jadi Tuan Rumah
Mohammad Resha Pratama – detiksport


detiksport/mrp
<a href=’http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a3a24c19&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE’ target=’_blank’><img src=’http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=66&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=a3a24c19′ border=’0′ alt=” /></a>


Jakarta – Untuk babak Pra-Piala Asia U-19, Indonesia jadi tuan rumah untuk laga Grup F. Tapi jika harus menggelar putaran final, PSSI tidak berminat untuk itu. Sebabnya?

Indonesia akan menjamu lima negara lain yang tergabung di Grup F, yaitu Australia, Jepang, Singapura, Taiwan dan Hongkong. Dua tim teratas dari grup tersebut akan lolos ke putaran final tahun depan, yang waktunya sendiri belum ditentukan oleh Asosiasi Sepakbola Asia (AFC).

PSSI sendiri sempat ditawarkan menjadi tuan rumah putaran final tersebut, namun karena dua hal, maka tawaran itu pun ditolak.

“Yang pertama adalah kami sudah jadi tuan rumah Piala AFF 2010 nanti dan yang kedua karena ini adalah turnamen cost center (tidak mendatangkan keuntungan).”

“Maka kita tidak mendapat sponsor utama dan pengeluaran jadi tanggung jawab tuan rumah,” ungkap Sekjen PSSI, Nugraha Besoes, kepada wartawan di Gedung Sarinah, Thamrin, Selasa (3/11/2009) sore WIB.

“Cukup berat untuk menyambut 16 tim mengingat kita harus menyiapkan delapan stadion untuk menggelar pertandingan itu,” lanjut Nugraha.

Namun, jika tim dari AFC ingin melakukan verifikasi di Indonesia, Nugraha dan PSSI tidak akan menolaknya.”Tapi jawaban kami tetap tidak bisa, cukup beratlah pokoknya,” pungkas pria yang akrab disapa Kang Nug itu. ( mrp / roz )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

// <![CDATA[
//

&amp;lt;a href='http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a18cc898&amp;amp;amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'&amp;gt;&amp;lt;img src='http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=64&amp;amp;amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;amp;amp;n=a18cc898' border='0' alt='' /&amp;gt;&amp;lt;/a&amp;gt;
Komentar terkini (1 Komentar)

// <![CDATA[
function makeRequest(url) {
var http_request = false;
if (window.XMLHttpRequest) { // Mozilla, Safari, ...
http_request = new XMLHttpRequest();
}else if (window.ActiveXObject) { // IE
try {
http_request = new ActiveXObject("Msxml2.XMLHTTP");
} catch (e) {
try {
http_request = new ActiveXObject("Microsoft.XMLHTTP");
} catch (e) {}
}
}
if (!http_request) {
alert('Giving up :( Cannot create an XMLHTTP instance');
return false;
}
http_request.onreadystatechange = function() {
if (http_request.readyState == 4) {
if (http_request.status == 200) {
var returnKey = http_request.responseXML.documentElement;

statusCode = returnKey.getElementsByTagName("statusCode")[0].childNodes[0].nodeValue;
//alert(statusCode);

//arr = returnKey.childNodes[1].getAttribute("title");
arr = returnKey.childNodes;
//alert(arr.length);

if (statusCode == 400 || statusCode == 404){

if (statusCode == 400 ){

arrLength = arr.length;

var optionVal = '';

for (z=1;z<arrLength;z++){
//arraay += arr[z].getAttribute('id');
optionVal += "” + arr[z].getAttribute(“title”) + “”;
//alert()arr[i].getAttribute(‘id’) + ” -> “;

}

document.getElementById(‘shareselect’).innerHTML = “” + optionVal + “

 

“;
document.getElementById(‘tobloggernotice’).disabled=”;
} else {
document.getElementById(‘shareselect’).innerHTML = “Blog Not Found“;
}
} else if (statusCode == 500 || statusCode == 505) {

if (statusCode == 500 ){

arrLength = arr.length;

var checkBox = ‘

    ‘;

    for (z=3;z<arrLength;z++){

    if ( (z%2) == 0){ var altClass= " class='alt' "; } else { var altClass= ""; }

    checkBox += "

  •  ” + arr[z].getAttribute(“name”) + ” ” + arr[z].getAttribute(“emailaddress”) + “
  • “;

    }

    checkBox += ‘

‘;

fromEmail = returnKey.getElementsByTagName(“sender”)[0].childNodes[0].nodeValue;
document.getElementById(‘importcontacts’).innerHTML = checkBox + “”;
document.getElementById(‘toymailnotice’).disabled=”;
} else {
errorCode = returnKey.getElementsByTagName(“errorCode”)[0].childNodes[0].nodeValue;

document.getElementById(‘importcontacts’).innerHTML = “Error : No Contact Found, ” + errorCode + ““;
}

} else if (statusCode == 700 || statusCode == 707) {

if (statusCode == 700 ){

arrLength = arr.length;

var checkBox = ‘

    ‘;

    for (z=3;z<arrLength;z++) {

    if ( (z%2) == 0){ var altClass= " class='alt' "; } else { var altClass= ""; }

    checkBox += "

  •  ” + arr[z].getAttribute(“name”) + ” ” + arr[z].getAttribute(“emailaddress”) + “
  • “;

    }

    checkBox += ‘

‘;

fromEmail = returnKey.getElementsByTagName(“sender”)[0].childNodes[0].nodeValue;
document.getElementById(‘importcontactsgmail’).innerHTML = checkBox + “”;
document.getElementById(‘togmailnotice’).disabled=”;
} else {
errorCode = returnKey.getElementsByTagName(“errorCode”)[0].childNodes[0].nodeValue;

document.getElementById(‘importcontactsgmail’).innerHTML = “Error : No Contact Found, ” + errorCode + ““;
}

} else if (statusCode == 600 || statusCode == 606) {

if (statusCode == 600 ){

arrLength = arr.length;

var checkBox = ‘

    ‘;

    for (z=3;z<arrLength;z++){

    if ( (z%2) == 0){ var altClass= " class='alt' "; } else { var altClass= ""; }

    checkBox += "

  •  ” + arr[z].getAttribute(“name”) + “
  • “;

    }

    checkBox += ‘

‘;

fromEmail = returnKey.getElementsByTagName(“sender”)[0].childNodes[0].nodeValue;
document.getElementById(‘importcontactsym’).innerHTML = checkBox + “”;
document.getElementById(‘toymnotice’).disabled=”;
} else {
errorCode = returnKey.getElementsByTagName(“errorCode”)[0].childNodes[0].nodeValue;

document.getElementById(‘importcontactsym’).innerHTML = “Error : No Contact Found, ” + errorCode + ““;
}
} else {

$msgClass = returnKey.getElementsByTagName(“formId”)[0].childNodes[0].nodeValue;

$(‘.’+$msgClass+’ div’).hide();

if (statusCode == 100){
$(‘.’+$msgClass+’ .success’).show();
} else {

if ( returnKey.getElementsByTagName(“formId”)[0].childNodes[0].nodeValue == ‘toblogdetiknotice’ ){
$(‘.’+$msgClass+’ .error’).show();

keyReturn = returnKey.getElementsByTagName(“errorCode”)[0].childNodes[0].nodeValue;

if ( keyReturn == 405 ){

$(‘.’+$msgClass+’ .error, .’+$msgClass+’ #blogdetikerror ‘).show();

document.getElementById(‘blogdetikerror’).innerHTML = “Error, XML-RPC di Writing Settings Blog Detik Anda belum diaktifkan”;
} else {

$(‘.’+$msgClass+’ .error, .’+$msgClass+’ #blogdetikerror ‘).show();

document.getElementById(‘blogdetikerror’).innerHTML = “An Error has Occured”; }
} else {
$(‘.’+$msgClass+’ .error’).show();
}
}

}

//change to something like: yourlayer.visibility = ‘hidden’;
} else {
alert(‘There was a problem with the request.’);
}
}
};
http_request.open(‘GET’, url, true);
http_request.send(null);
}

function nl2br (str, is_xhtml) {

var breakTag = ”;

breakTag = ‘
‘;
if (typeof is_xhtml != ‘undefined’ && !is_xhtml) {
breakTag = ‘
‘;
}

return (str + ”).replace(/([^>]?)\n/g, ‘$1′+ breakTag +’\n’);
}

function sendform(el){

//alert(nl2br(el.getElementsByTagName(‘textarea’)[0].value));

var sub = el.getElementsByTagName(‘input’);
query = new Array();
var checkboxparam = ”;
for(i in sub){
if (sub[i].type == ‘checkbox’) {
if (sub[i].checked == true) {
checkboxparam += sub[i].value + ‘,’;
}
} else if(sub[i].name) {
query.push(sub[i].name + ‘=’ + sub[i].value);
}

}
if (checkboxparam) { query.push(‘addressbook=’ + checkboxparam); }

query = ‘?’ + query.join(‘&’);

var newsub = el.getElementsByTagName(‘textarea’)

if (newsub){
queryadd = new Array();
for(i in newsub){
if(newsub[i].name){
queryadd.push(newsub[i].name + ‘=’ + nl2br(newsub[i].value));
}
}
query += ‘&’ + queryadd.join(‘&’);
}

var selectsub = el.getElementsByTagName(‘select’)

if (selectsub){
queryselect = new Array();
for(i in selectsub){
if(selectsub[i].name){
queryselect.push(selectsub[i].name + ‘=’ + selectsub[i].value);
}
}
query+= ‘&’ + queryselect.join(‘&’);
}

makeRequest(“http://www.detiksport.com/sepakbola/index.php/detik.share/&#8221; + query);

document.getElementById(‘shareselect’).innerHTML = ““;
document.getElementById(‘importcontactsym’).innerHTML = ““;
document.getElementById(‘importcontactsgmail’).innerHTML = ““;
document.getElementById(‘importcontacts’).innerHTML = ““;
document.getElementById(‘tobloggernotice’).disabled=’disabled’;
document.getElementById(‘toymnotice’).disabled=’disabled’;
document.getElementById(‘togmailnotice’).disabled=’disabled’;
document.getElementById(‘toymailnotice’).disabled=’disabled’;
//document.getElementById(‘success’).innerHTML= “request sent”;
$(‘.detiksharecontent .error, .detiksharecontent .success’).hide();
$(‘.detiksharecontent .notice’).show();
}
// ]]>

X

Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

Back to Main Menu

Share to Twitter:

Post this to your Twitter:
Username:
Password:
Message: detikcom : Indonesia Tak Minat Jadi Tuan Rumah – http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2009/11/03/192552/1234454/76/indonesia-tak-minat-jadi-tuan-rumah
<!–

Characters Remaining 140


 

–>

Back to Main Menu

Share to Twitter:

loading Sending your message

Message has successfully sent
Send Again

An Error has Occured
Back to Main Menu

Share to Lintas Berita:

You are redirected to Lintas Berita

Back to Main Menu

Share to Blogdetik:

Post this to your Blogdetik:
Blog URL:
Username:
Password:

Back to Main Menu

Share to Blogdetik:

loading Sending your message

Message has successfully sent
Back to Main Menu

Share to WordPress:

Post this to your WordPress blog:
Blog URL:
Username:
Password:

Back to Main Menu

Share to WordPress:

loading Sending your message

Message has successfully sent
Back to Main Menu

An Error has Occured
Back to Main Menu

Share to Blogger:

Post this to your Blogger blog:
Username:
Password:

Back to Main Menu

Share to Blogger:

Choose your blog:
Blog:

Back to Main Menu

Share to Blogger:

loading Sending your message

Message has successfully sent
Back to Main Menu

An Error has Occured
Back to Main Menu

Share to Gmail:

Import Your Gmail contacts
Username:
Password:

Back to Main Menu

Share to Gmail:

Share to your Gmail contacts
Contacts:

loading

Message: type your message here

Back to Main Menu

Share to Gmail:

loading Sending your message

Message has successfully sent
Back to Main Menu

An Error has Occured
Back to Main Menu

Share to Yahoo Mail:

Import Your Yahoo contacts
Username:
Password:

Back to Main Menu

Share to Yahoo Mail:

Share to your Yahoo Mail contacts
Contacts:

loading

Message: type your message here

Back to Main Menu

Share to Yahoo Mail:

loading Sending your message

Message has successfully sent
Back to Main Menu

An Error has Occured
Back to Main Menu

Share via Email:

Share via Email
To: Separate email addresses with commas (,)
From: Your email address
Message: type your message here

Back to Main Menu

Share via EMail:

loading Sending your message

Message has successfully sent
Back to Main Menu

An Error has Occured
Back to Main Menu

Share via Yahoo Messenger:

Import Your Yahoo Messenger contacts
Username:
Password:

Back to Main Menu

Share via Yahoo Messenger:

Share to your Yahoo Messenger contacts
Contacts:

loading

Message: detikcom : Untuk babak Pra-Piala Asia U-19, Indonesia jadi tuan rumah untuk laga Grup F. Tapi jika harus menggelar putaran final, PSSI tidak berminat untuk itu. Sebabnya? .. <a href=”http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2009/11/03/192552/1234454/76/indonesia-tak-minat-jadi-tuan-rumah”>(read more)</a>

Back to Main Menu

Share via Yahoo Messenger:

loading Sending your message

Message has successfully sent
Send Again

An Error has Occured
Back to Main Menu

Share via Google Talk:

Import Your Google Talk contacts
Username:
Password:

Back to Main Menu

Share via Google Talk:

Share to your Google Talk contacts
Contacts:

  • John Doe john@mail.com
  • Jane Doe jane@mail.com
  • Doe Johnson johnson@mail.com
  • Samuel Doe samuel@mail.com
  • Cameron Doe cameron@mail.com
  • Ruben Doe ruben@mail.com
  • John Doe john@mail.com
  • Jane Doe jane@mail.com
  • Doe Johnson johnson@mail.com
  • Samuel Doe samuel@mail.com
  • Cameron Doe cameron@mail.com
  • Ruben Doe ruben@mail.com
  • John Doe john@mail.com

Message: Untuk babak Pra-Piala Asia U-19, Indonesia jadi tuan rumah untuk laga Grup F. Tapi jika harus menggelar putaran final, PSSI tidak berminat untuk itu. Sebabnya?

Back to Main Menu

Share via Google Talk:

loading Sending your message

Message has successfully sent
Send Again

An Error has Occured
Back to Main Menu

Share via Live Messenger:

Import Your Live Messenger contacts
Username:
Password:

Back to Main Menu

Share via Live Messenger:

Share to your Live Messenger contacts
Contacts:

  • John Doe john@mail.com
  • Jane Doe jane@mail.com
  • Doe Johnson johnson@mail.com
  • Samuel Doe samuel@mail.com
  • Cameron Doe cameron@mail.com
  • Ruben Doe ruben@mail.com
  • John Doe john@mail.com
  • Jane Doe jane@mail.com
  • Doe Johnson johnson@mail.com
  • Samuel Doe samuel@mail.com
  • Cameron Doe cameron@mail.com
  • Ruben Doe ruben@mail.com
  • John Doe john@mail.com

Message: Untuk babak Pra-Piala Asia U-19, Indonesia jadi tuan rumah untuk laga Grup F. Tapi jika harus menggelar putaran final, PSSI tidak berminat untuk itu. Sebabnya?

Back to Main Menu

Share via Live Messenger:

loading Sending your message

Message has successfully sent
Send Again

An Error has Occured
Back to Main Menu

//

Baca juga:

 

Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi Yuyi di yuyi@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.522).

 

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

SIKAP LILIN

November 3, 2009 at 1:58 pm (Halaman Olahraga, Portopolio, Tugas Kuliah)

NAMA :TEDY YUDHO

NIM :107161410190

 

TUGAS 1

 

SIKAP PESAWAT TERBANG

Dalam sikap pesawat terbang dibutuhkan keseimbangan yang tinggi. Dalam penilaiannya, semakin sulit gerakan semakin tinggi skor yang diberikan

Faktor-faktor yang mempengaruhi keseimbangan dalam sikap pesawat terbang :

  • Stabilitas berbanding lurus dengan luas dasar menumpu

Pada sikap pesawat terbang, dasar menumpunya menggunakan satu kaki.

  • Stabilitas berbanding lurus dengan besarnya jarak proyeksi jatuhnya titik berat badan ke tepi alas yang searah dengan gerakan.

Saat sikap pesawat satu kaki sebagai tumpuan dan kaki satunya menjulur lurus ke belakang untuk mendapatkan proyeksi jatuhnya titik berat badan tepat di tengah.

  • Untuk memperoleh stabilitas maka titik berat badan harus jatuh di dalam bidang dasar menumpu.

Saat sikap pesawat terbang satukaki menjulur lurus ke belakang untuk mendapatkan proyeksi jatuhnya titik berat badan tepat di tengah.

  • Letak segmen-segmen anggota badan

Saat kaki menjulur ke belakang kedua tangan ditarik lurus kesamping badan membentuk sayap pesawat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TUGAS 2

 

  1. Sebuah roda bertgerak lurus berubah teratur pada garis horizontal dengan percepatan 3 m/dt2, Kecepatan awal 5 m/dt. Berapakah kecepatannya setelah 15 detik dan berapa jarak yang di tempuh?

 

Diket= V0 : 5 m/dt

a : 3 m/dt

t : 15 dt

 

dit= St =?

Vt =?

 

Jwb. St = V0 . t + ( ½ . a . t2) Vt = V0 + a . t

= 5 . 15 + (½ . 3 . 152) = 5 + 3 . 15

= 75 + 337,5 = 5 + 45

= 412,5 m = 50 m/dt

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TUGAS 3

Analisis gabungan gerak lurus dan berputar yang menghasilkan gerak linier yang lurus?

Analisis Gerak :

Pada gerakan teknik Lay-Up

Gerak lurus beraturan ini terjadi pada saat awalan lari sebelum akhirnya melakukan lompatan untuk lay-up. Gerak berputar terjadi pada sendi- sendi putar yang digerakkan untuk menghasilkan suatu gerakan kedepan atau dari satu titik ke titik yang lain. Sendi – sendi yang berputar ini adalah sebagai berikut:

  1. Articulatio coxae yang dibentuk oleh caput femoris dan accetabulum.

  2. Articulatio genus yang dibentuk oleh gabungan dari articulatio menisco femoralis lateralis, articulatio menisco tibialis lateralis, articulation menisco femoralis medialis, articulatio menisco tibialis madialis, dan articulatio femoralis patelaris.

Pergerakan articulatio tersebut digerakkan oleh atau dipacu oleh beberapa otot yang ada di sekitar articulatio tersebut yaitu yang menggerakkan articulatio coxae yaitu muscullus articulatio genus. Dan yang menggerakkan articulatio talocrularis apabila gerakan pergelangan kaki fleksi plantar penggeraknya gastroknemius dan soleus. Fleksi dorsal digerakkan tibialis anterior.

Untuk bagian lengan gerakan berputar ini terjadi pada sendi – sendi yaitu sebagai berikut:

  1. Articulatio humeri yang dibentuk oleh caput humeri dan cavitas glenoidal scapulae. Pada gerakan lay-up ini berputarnya sendi digerakkan oleh otot – otot yaitu sebagai berikut : muscullus deltoid ( serabut – serabut otot ) Coracobrachialis.

  2. Articulatio cubiti yang dibentuk oleh 3 articulatio yaitu

    • Articulatio radioulnaris proximalis dibentuk oleh circumferentia articularis capitulli radii dan incisura radialis.

    • Articulatio humero ulanaris dibentuk oleh trocenthea humeri dan incisura semilunaris ulnae.

    • Articulatio humeri radialis dibentuk oleh capitullum humeri dan fovea capitulli radii.

 

TUGAS 5

 

Tolak peluru

 

Diket = Vo = 10 m/dt

a = 44o

g = 10 m/dt2

h = 1,80 m

 

Jawab =

R1+R2+R3 =

= 0,305 +

 

= 0,305 +

 

= 0,305 +

 

= 0,305 +

 

= 0,305 +

 

= 0,305 + 78.792

 

=79,097

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LOMPAT JAUH

 

Diket = a =30o

 

 

h = 0,80 m

Vo = 7 m/dt

C = 0,90 m

 

Jawab =

 

R1+R2+R3=

 

=

 

=

 

=

 

= 2,324

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TUGAS 4

 

  • Sebuah bola bergerak pd sudut 45o dgn gris horizontal, berkecepatan 15 m/dtk
  • Berapakah jauh jarak horizontal yg dpt dicapai dan ditempuh dlm waktu beberapa detik?
  • Berapakah jrak vertical yang dpt dicapai dan ditempuh dalam wktu beberapa detik?

 

Diket : Vo = 15m/dt 45o sin 2 α = 1

α = 45o 60o sin 2 α = 0,866

g = 10 m/s2 40o sin 2 α = 0,984

 

Jwb. Horizontal

 

45o 40o 60o

R = R = R =

= = =

= 22,5 = 22,14 = 19,485

 

t = t = t =

= = =

= 2,1213 = 1,926 = 2,598

 

 

Vertikal

 

45o 40o 60o

St = St = St =

= = =

= = =

= 5,62 = 4,65 = 8,44

 

t = t = t =

= = =

= 1,5 = 1,48 = 1,3

 

 

TUGAS 6

 

  • Contoh dari hukum Newton

 

1. Hukum I : Hukum kelembaman (law of inertia) bola dalam keadaan diam mendapat gaya dari tendangan sehingga bola akan bergerak kedepan.

 

2. Hukum II : Hukum percepatan (law of acceleration) kecepatan saat berlari ketika mendapat gaya dari dorongan maka kacepatannya akan bertambah.

 

3. Hukum III : Hukum reaksi (law of reaksi) bola di lemparkan ketembok.

 

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

PERSIBA

November 3, 2009 at 1:56 pm (Halaman Olahraga, Portopolio)

Persiba ke Puncak Lagi
Arya Perdhana – detiksport

&amp;lt;a href=’http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a3a24c19&amp;amp;amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&#8217; target=’_blank’&amp;gt;&amp;lt;img src=’http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=66&amp;amp;amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;amp;amp;n=a3a24c19&#8242; border=’0′ alt=” /&amp;gt;&amp;lt;/a&amp;gt;

Balikpapan – Setelah sempat dikudeta Persijap Jepara, Persiba Balikpapan akhirnya kembali ke puncak klasemen Indonesian Super League (ISL). Di laga terakhir, Persiba melibas PSPS Pekanbaru 3-0.

Dua gol dari Julio Lopez, plus satu dari penyerang gaek Gendut Doni Christiawan membawa Persiba melaju mulus dalam pertandingan yang digelar di Stadion Persiba, Balikpapan, Sabtu (31/10/2009).

Tujuh menit pertandingan berlangsung, Persiba mendapat hadiah penalti dari wasit Aeng Suarlan. Lopez dengan sempurna melaksanakan tugasnya dan membawa Persiba melaju 1-0.

Walau menguasai laga, Persiba baru bisa mencetak gol lagi di 45 menit kedua. Menit 55, Lopez menceploskan gol keduanya di pertandingan ini dan Gendut Doni menyempurnakannya dengan gol ketiga di menit 64.

Kemenangan ini membawa Persiba duduk di posisi teratas klasemen ISL dengan nilai 10. Jumlah ini sama dengan milik Persijap, tapi tim ‘Beruang Madu’ unggul dalam produktivitas gol.

Susunan pemain
Persiba: I Made Wirawan; Sahrul Anam, Muhammadan, Dwi Joko P, Mijo Dadic; Eddy Gunawan (Alief Maulana 74), Julio Lopez, Robertino Pugliara, Hamid Reza Zakeri (Gendut Doni 56); Fery Ariawan (Hendra Siswanto 48), Johan Yoga U

PSPS: Fance Hariyanto; Dedi Gusmawan, Agus Cima, Danil Junaidi, Joel Banaken Bossoken; Rusdianto (Agus Rianto 77), Ade Suhendra, M Isnaini, Herman Dzumafo; Cyril Tchana (Putut Waringin J 84), Ade Chandra K

( arp / din )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

TIMNAS

November 3, 2009 at 1:54 pm (Halaman Olahraga, Portopolio)

Selasa, 03/11/2009 19:05 WIB Jelang Singapura vs Indonesia Tiga Pemain Timnas Absen Mohammad Resha Pratama – detiksport Boaz (AFP) Jakarta – Timnas Indonesia akan berujicoba dengan timnas Singapura, Rabu (4/11/2009). Tiga pemain dipastikan absen memperkuat laskar ‘Merah Putih’. Siapa saja? Mereka adalah duo Persipura Jayapura, Boaz Solossa dan Ricardo Salampessy, serta gelandang PSM Makassar, Syamsul Chaeruddin. Untuk Boaz dan Ricardo, mereka absen karena dibebat cedera, sedangkan Syamsul harus memperkuat klubnya melawan PSPS Pekanbaru di ISL, Selasa (3/11). “Ada tiga pemain tak ikut timnas ujicoba ke Singapura. Boaz dan Ricardo cedera sedangkan Syamsul ada permintaan dari klubnya agar bisa memperkuat mereka melawan PSPS hari ini (3 November),” ungkap Sekjen PSSI, Nugraha Besoes, kepada wartawan, Selasa (3/11). Timnas akan melakoni laga di kandang Singapura guna persiapan melawan Kuwait di Pra Piala Asia 2011, 14 dan 18 November mendatang. Dipilihnya Singapura karena tipe permainan mereka mirip dengan calon lawan Boaz cs yang berasal dari Timur Tengah itu. “Kami memilih Singapura karena tipe permainan mereka ngotot, mirip seperti Kuwait. Serta kami mencari atmosfer pertandingan agar anak-anak lebih siap melawan Kuwait nanti,” ujar Nugraha. Indonesia saat ini berada di peringkat buncit Grup B yang dihuni Australia, Oman dan Kuwait. Dengan dua poin dari dua laga yang telah dijalani, hasil maksimal tentu harus diraih guna menjaga peluang lolos ke Qatar dua tahun mendatang. ( mrp / roz ) Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

HAND STAND

November 3, 2009 at 1:51 pm (Portopolio, Tugas Kuliah)

MAKALAH MATA KULIAH SENAM

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah T&P Senam II

Dibina oleh :

Drs Heru Widijoto M.S.

Oleh :

tedy yudho P

206161402635

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

JURUSAN ILMU KEOLAHRAGAAN

PRODI PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI

Januari 2008

 

STRETCHING

Straching biasanya dilakukan pada saat akan melakukan aktivitas olahraga baik sebelum ataupun sesudah.

Stratching bagian kepala :

  1. Kedua tangan saling berkaitan menekan kepala bagian belakang atas ke arah depan bawah perlahan – lahan sampai dagu menyentuh dada. Setelah itu mempertahankan posisi tersebut sampai hitungan delapan dan kembali ke sikap semula.

  2. kedua tangan mendorong dagu keatas sampai otot leher terasa meregang, sampai hitungan kedelapan tetap mempertahankan posisi tersebut.

  3. Kaki dibuka, tangan kiri menarik kepala perlahan kekiri. Jadi leher seperti dipatahkan kekiri. Sampai otot bagian leher bagian kanan terasa menegang. Memperahankan posisi tersebut sampai hitungan delapan. Begitu sebaliknya, dilakukan pada leher bagian kanan.

  4. Mendorong dagu serong kearah kiri dengan tangan kanan. Pandangan mata tertuju keatas. Mempertahankan posisi tersebut sampai hitungan delapan. Demikian juga sebaliknya, mendorong dagu kearah kanan.

Stratching bagian bahu :

  1. Tangan kanan disilangkan kedepan dada dan telapak tangan lurus ke samping kiri. Tangan kiri menekan tangan kanan kedalam agar tetap dalam posisi tersebut. Mempertahankan posisi tersebut sampai hitungan delapan. Setelah itu kembali ke sikap sempurna. Demikian juga sebaliknya, untuk tangan kiri.

  2. Tangan kiri ditekuk kemudian disilangkan kebelakang kepala. Tangan kanan menekan siku kiri kearah bawah. Mempertahankan posisi tersebut sampai hitungan delapan. Sebaliknya untuk tangan kanan sama dengan tangan kiri.

B. KALESTENIK

Hitungan 2 x 8

      • Anggukkan kepala ke bawah 2x ke atas 2x.

      • Tolehkan kepala kekanan 2x kekiri 2x.

      • Patahkan kepala kekanan 2x kekiri 2x.

      • Kedua tangan ditekuk didepan dada. Gerakkan kedua tanag membuka (panjang) 2x dan menutup 2x (pendek).
      • Tangan kanan lurus keatas sedangkan tangan kiri lurus kebawah. Gerakkan kedua tangan kebelakang 2x sambil mengganti posisi tangan.

      • Berdiri tegak, bungkukkan badan 2x sampai kedua tangan menyentuh lantai. Menarik badan 2x kebelakang sambil kedua tangan digerakkan keatas.

      • Berdiri dengan membungkukkan badan kedepan. Kedua tangan direntangkan melebar kesamping badan. Putar badan kesamping dengan kepala mengikuti putaran badan. Tangan kanan sampai menyentuh kaki kiri dan begitu juga sebaliknya.

      • Berdiri dengan kedua tangan diangkat lurus kedepan. Tarik tangan keatas sampai badan juga ikut tertarik kebelakang. Membungkuk sampai kedua tangan menyentuh jari-jari kaki. Setelah itu jongkok (kaki jinjit) dengan tangan lurus didepan dada. Membungkukkan badan kembali sampai tangan menyentuh jari-jari kaki. Kembali keposisi berdiri dengan kedua tanga diangkat lurus keatas.

C. LATIHAN INTI

Tujuannya agar dalam melakukan gerakan selanjutnya supaya tidak terlalu tegangan lemah.

 

Latihan jalan

Cara melakukan :

  • Berbaris kedepan ,kemudian dari belakang berjalan kedepan kembali dan diakukan depanya sampai habis.

  • Berbaris kedepan,kemudian dari belakang berjalan belok –belok/secara zik –zak, kedepan dan kembali kebelakang dilanjutkan depanya.

  • Berjalan mengintari ruangan sampai 2 -5 putaran

  • Berjalan melakukan Push Up(10 kali),berjalan (1 putaran,push up lagi,berjalan lagi dalam 1 putaran)dilakukan berulang –ulang.
  • Berjalan melakukan kater pilar
  • (10 kali),berjalan (1 putaran),kater pilar lagi(1 putaran) dilakukan berulang kali.
  • Berjalan salah satu teman membungkuk,kemudian diloncati ,berjalan lagi,loncat lagi, berjalan lagi.Dilakukan berulang kali.
  • Berjalan kemudian melakukan scot jam kemudan dikombinasi dengan tepuk,berjalan lagi ,dilakukan secara berulang-ulang.
  • Berjalan merangkak kedepan dan kebelakang .
  • Berjalan seperti kata.
  • Kedua kaki dipegang oleh teman kita ,kemudian kita berjalan dengan kedua tangan (posisi tangan lurus)

  • Berjalan berjongkok seperti kera .
  • Berjalan diatas bangku swedia.
  • Berjalan diatas bangku swedia secara zik-zaK.

 

Latihan Lari

Cara melakukan :

  • Baris lurus kedepan ,dari belakang berlari kedepan kemudian kembali kebelakang ,dialanjutkan depanya.
  • Baris lurus kedepan ,dari belakang berlari berbelok-belok/Zig-zag,menuju depan dan kembali kebelakang,dilanjutkan depanya.
  • Posisi badan kesamping ,kemudian lari kesamping dimana kedua kaki ditarik secara bersamaan .
  • Beralari berputar ruangan dengan mengangkat tumit sampai menyentuh pantat,berlari lagi ,dialakukan secara berulang kali.
  • Berlari sambil mengangkat salah satu kaki(engklek) kanan 4 kali dan kiri 4 kali sambil meloncat ,secara bergantian ,dan dilakukian secara berulang-ulang.

  • Berlari sambil mengangkat salah satu kaki(engklek)kiri dan kanan 1 kali.sambil meloncat secara zig-zag.

  • Berlari melewati matras bersusun (box)

  • Bewrlari meloncati bangku swedia secara zig-zag ,berlari,meloncati timba,berlari,meloncati kardus dilakukan secara berulang-ulang .

  • Berlari diatas bangku swedia
  • Berlari diatas bangku swedia secara zig-zag.

Lompat dan Loncat

 

  1. Posisi melingkar dengan sujud, kemudian salah seorang harus meloncat mengelilingi lingkaran sebanyak 2 kali.

 

 

 

 

  1. Posisi badan membungkuk membentuk lingkaran salah seorang harus meloncat dengan kaki lurus kesamping kekanan dan kekiri, putra – putri sendiri-sendiri. Gerakan ini dilakukan secara bergantian.

 

 

 

 

3 Posisi garis lurus menghadap kedepan sambil sujud, orang yang paling belakang lompat zig zag (satu kali jalan) serta orang yang paling belakang menggantikannya lari, serta orang yang sampai depan kemudian langsung

 

 

 

 

 

 

 

 

Latihan melompat

 

Cara melakukan :

  • Semua dalam posisi tengkrurap. yang dibelakang berdiri melompat memnyeberangi teman yang tengkurap dengan salah satu kaki (1 kaki)diangkat secara bergantian sampai didepan kembali keposisi semula
  • Tengkurap dilanjutkan depanya berlari sambil melompati teman yang sedang tidur tengkurap.Empat kali lompatan .Berlari lagi kemudian melompati kembali. Dilakukan secara berulang-ulang.
  • Melompati bangku swedia secara zig-zag.

Latihan meloncat

 

Cara melakukan:

  • Semua dalam posisi tengkurap.Yang dibolakang meloncati teman yang sedang tidur tengkurap dengan kedua kaki diangkat secara bersamaan secara zig-zag. Dan kembali kebelakang dalam posisi tengkurap ,kemudian dilanjutkan depanya
  • Meloncati bangku swedia secara zig-zag.

  • Loncat kangkang dilakukan berpasangan meloncati teman yang sedang membungkuk dialkukan secara berpasangan .Teman kita dalam posisi membungkuk dengan kedua tangan memegang lutut dan kedua kaki lurus rapat,kemudian kita meloncati teman kita yang sedang bmembungkuk. Dilakukan secara berulang-ulang. Dan bergantian.
  • Dilakukan berpasangan teman kita dalam posisi membunghkuk dengan kedua tangan memegang lutut dan kedua kaki dibuka lebar, kemudian meloncati teman yang sedang membungkuk.dan kembali kebelakang lewat sela kaki teman kita.
  • Melakukan loncat harimau diatas matras dengan posisi dua orang memegang pita ,kemudian secara satu persatu meloncati diatas pita dengan kepala dahulu dialanjutkan dengan kedua tangan dibuka ke samping kedua kaki kemudian kedua kaki dilentingkan bersama-sama
  • Dilakukan secara berpasang.Sa;lah satu teman berada diatas box dengan posisi duduk kedua tangan lurus memegang bahu temanya.Sedangkan kita berdiri diatas papan loncat ,kemudian kita menolak papan tolak sekuat mungkin dengan kedua kaki kita sambil mengangkat pantat kita tinggi-tinggi

Latihan Kekuatan dan Ketangkasan

Push-Up

Cara melakukan :

  • Badan tengkurap, ke 2 tangan lurus dengan dibuka lebar, ke 2 kaki lurus kebelakang dengan ujung kaki jinjit, dimana tangan dan kaki sebagai tumpuan.
  • Kemudian turunkan badan hingga menyentuh matrasbelakang dengan ujung kaki jinjit, dimana tangan dan kaki sebagai tumpuan.
  • Kemudian turunkan badan hingga menyentuh matras, posisi ke 2 tangan ditekuk, ke 2 kaki tetap bertumpu tahan, kemudian naik lagi hingga ke 2 tangan lurus tahan.
  • Dilakukan secara berulang-ulang, dengan hitungan 5x pelan dan 5x cepat.

Beck – Up

Cara melakukan :

  • Badan tengkurap, ke 2 tangan memegang kepala, dan ke 2 kaki lurus kebelakang dengan ujung kaki jinjit. Dimana ujung kaki sebagai tumpuan.
  • Kemudian tarik punggung kebelakang secara berlahan-lahan sampai dad lurus tahan, kemudian letakkan secara berlahan-lahan.
  • Dialakukan secara berulang-ulang, dan dengan hitungan 5x pelan dan 5x cepat.

 

Sit – Up

Cara melakukan ;

  • Bisa dilakukan secara sendiri maupun berpasangan.
  • Ke 2 kaki lurus dan rapat, bias juga ditekuk dengan dipegang oleh teman kita, sedangkan ke 2 tangan kita berada dibelakang kepala. Angkat kepala dan badan kita keatas sampai mencium lutut / semampunya.
  • Dilakukan secara berulang-ulang, dengan hitungan 5x cepat dan 5x pelan.

Posisi berdiri, Ke 2 tangan lurus kedepan sampai menyantuh tembok, dorong tembok dengan ke 2 tangan.

Posisi Jongkok. Ke 2 tangan lurus kedepan kemudian lentingkan ke 2 kaki kebelakang, dank e 2 tangan lurus. Selanjutnya tarik kembali ke 2 kaki kedepan hingga keposisi semula.

Dilakukan secara berulang-ulang, engan frekwensi 5x lambat dan 5x cepat.

Keseimbangan

Keseimbangan adalah : Suatu sikap yang menuntut daya keseimbangan yang besar apakah sikap tersebut dilakukan dalam bentuk berdiri / duduk / berjongkok.Antara lain :

  1. Pesawat Terbang

Dari sikap dengan ke 2 kaki rapat dan ke 2 tangan direntangkan kesisi, setinggi bahu. Angkat satu kaki ke belakang dengan perlahan, badan condong kedepan mengimbangi. Usahakan ujung kaki yang direntangkan kebelakang setinggi mungkin dan lutut lurus. Demikian lutut kaki tumpu tetap lurus. Tahan sikap terakhir beberapa saat, baru kembali berdiri atas 2 kaki.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Huruf – T

Pertama-tama posisi berdiri tegak. Ke 2 tangan direntangkan kesamping, ke 2 kaki rapat. Kemudian tarik salah satu kaki keatas diikuti ke 2 tangan, kemudian pada saat kaki sudah lurus kesamping kepala menyentuh salah satu tangan lurus dan satunya menempel pada kaki.

Dan salah satu kaki sebagai tumpuan, tahan beberapa saat kemudian turunkan.

PROPELER

Cara melakukan :

Posisi kaki kanan lurus kesamping dankaki kiri ditekuk kedepan, kemudian melakukan gerakan memutar.

 

ROOL BOOK

Cara melakukan :

  • Latihan dasar:Berdiri pada papan tolak ,kedua tangan memegang box lurus, kemudian kita meloncat sambil mengangkat pantat tinggi –tinggi ,sedangkan teman kita duduk diatas box sambil kedua tangannyha memegang bahu temanya .Dilakukan secara beulang
  • Dengan awalan ,kita meloncat ,diatas papan tumpu kemudian melakukan rool dengan diatas book yang disusun . pada saat membusur dan sikap lengan yang harus lurus pada saat melompat. Kemudian berhenti dengan posisi berdiri dengan posisi tegak

 

 

HEAD STAND

 

Head stand merupakan gerakan senam yang dilakukan dengan menggunakan tumpuan kepala.

Cara melakukan Head Stand :

    • Kepala digunakan sebagai tumpuan pada saat berdiri tegak
    • Membungkukkan
    • Kaki tegak lurus ke atas
    • Badan dibiarkan terjatuh sendiri
    • Pada saat tubuh akan jatuh kita lakukan rol depan

    • Kembali sikap berdiri tegap

Cara melakukan: sikap siap membungkukkan badan dengan kedua tangan menempel pada lantai agak kebelakang dan kepala sebagai tumpuan antara tangan dan kedua tangan membentuk segitiga

 

HAND STAND

 

Hand stand adalah : sikap tegak dengan bertumpu pada ke 2 tangan/tegak atas ke 2 tangan dengan siku-siku lurus, dan ke 2 kaki rapat lurus keatas.

Beberapa bentuk latihan pendahuluan khusus menuju hand stand, antara lain sebagai berikut :

Latihan 1

Berjalan maju dengan kedua tangan dan kedua kaki kangkang serta panggul setinggi mungkin

 

Latihan 2

Lompat kelinci dari sikap jongkok kedua kaki / lutut rapat, melompat kedepan, mendarat atas tumpuan kedua tangan yang kemudian kedua kaki.

 

 

 

 

 

 

Latihan 4

Sikap jongkok, tempakan ke 2 tangan di lantai, ke 2 lutut (rapat) diantara 2 tangan. Dengan tolakan ke 2 kaki, angkat panggul hingga tegak lurus diatas kepala. Tahan sesaat dalam sikap ini.

Pembantu berada di depan, memegang /menahan panggul.

 

Latihan 5

Sama dengan atas, kemudian meluruskan kaki keatas.

Pembantu berada di depan, memegang / menahan pada sisi paha dengan ke 2 tangan.

 

 

 

Latihan 6

Sikap merangkak dengan panggul tinggi. Satu kaki agak kedepan dengan lutut agak dibengkokkan. Dengan tolakan kaki depan, lemparkan kaki yang lain (lurus) keatas hingga tegak lurus diatas kepala. Kaki yang lain tetap dibawah sekalipun terangkat dari lantai, tahan sesaat.

Pembantu berada didepan, menahan / memegang pada pinggul dengan ke 2 tangan. Pada beberapa anak bahu juga perlu ditopang.

 

 

Latihan 7

Sama dengan atas, kaki yang dibawah mengikuti kaki yang lurus keatas, tahan sesaat.

Pembantu : seperti pembantu No. 5

 

 

 

 

 

 

Latihan 8

Sama dengan atas, dilakukan dekat tembok, sehingga anak bersandar ke tembok. Penempatan ke 2 tangan + 10 cm dari tembok, tahan sesaat pada sikap ini.

Latihan 9

Sikap merangkak dengan pinggul tinggi, satu kaki agak kedepan dengan lutut agak membengkok. Dengan tolakan kaki kedepan, lempar / ayunkan kaki yang lain keatas saat itu juga diikuti oleh kaki tolak. Pembantu berada didepan / agak kesisi untuk menangkap ke 2 kaki yang diayun.

Latihan 10

Mengulangi latihan 9 berkali-kali hingga anak dapat melemparkan atau mengayunkan kaki keatas belakang dengan baik.

 

 

MERODA

 

Meroda adalah : suatu gerakan kesamping pada suatu saat bertumpu atas ke 2 tangan dengan kaki terbuka besar / kangkang.

 

 

 

 

 

 

 

Cara melakukan :

Latihan 1

Dengan bantuan melakukan hand stand, angkat satu tangan dari lantai sebentar (1, 2 hitungan) dan kembali kemudian tangan yang lain, dilakukan secara berulang-ulang.

Pembantu memegang pada ke 2 sisi panggul.

 

 

 

Latihan 2

Dengan bantuan, melakukan hand stand, kemudian kaki dibuka besar / kangkang. Dengan perlahan jatuhkan kesamping, hingga berdiri tegak dengan ke 2 kaki kangkang dan ke 2 lengan lurus keatas (terbuka kesamping).

Pembantu memegang ke 2 sisi panggul

 

Latihan 3

Dengan bantuan, dari sikap tegak kaki kangkang, melakukan hand stand kesamping (kaki kangkang). Jatuhkan kesamping, hingga berdiri atas 2 kaki kangkang. Siku tangan dan ke 2 lutut kaki selalu lurus.

Pembantu selalu berada dibelakang, membantu memegang ke 2 sisi panggul pinggang.

 

 

 

 

 

 

 

Latihan 4

Mengulangi latihan 3 dengan cepat. Pembantu berada dibelakang memegang ke 2 sisi panggul pinggang. Saat akan jatuh kesamping, pembantu tetap memegang sisi panggul pinggang.

 

 

 

 

 

 

Latihan 5

Melakukan hand stand kesamping, dengan didahului dengan awalan 2 langkah kedepan. Perbedaan latihan 5 tersebut dengan latihan 3 adalah awalan. Latihan 5 anak tetap menuju kedepan, pada suatu saat ia menyamping, saat ia meletakkan ke 2 tangannya di lantai.

Pembantu tetap mengikuti untuk memberikan pertolongan dengan memegang dan agak memutarkan arah jatuh panggul. Untuk ketepatan penempatan tangan di lantai dapat diberikan garis di lantai.

 

STOOD

Stood adalah : suatu gerakan dari sikap duduk berlunjur dilantai dengan ke 2 kaki rapat / dari sikap telentang, mengangkat sekaligus ke 2 kaki ke belakang atas pada saat yang sama ke 2 tangan yang bertumpu di lantai disisi telinga menolak badan keatas, sikap akhir adalah Hand stand.

 

Cara melakukan :

Latihan Dasar

Sikap lilin

Cara melakukan : posisi tidur telentang. Ke 2 tangan ditekuk dekat sisi telinga, kemudian mengangkat ke 2 kaki (rapat) lurus keatas dengan tangan menopang pinggang. Dilakukan secara berulang-ulang.

Latihan Khusus

    • Latihan 1

Tidur telentang, ke 2 kaki lurus dan rapat. Angkat ke 2 kaki ke belakang, dengan gerakan dari pangkal paha dan panggul, ke 2 kaki lurus diangkat naik turun.

    • Latihan 2

Tidur telentang, ke 2 kaki lurus rapat. Angkat ke 2 kaki ke belakang. Dengan gerakan dari pangkal paha dan panggul. Ke 2 kaki lurus dilemparkan dengan sentakan / renggutan kearah belakang atas, hingga sikap lilin.

 

 

 

 

    • Latihan 3

Tidur telentang, ke 2 tangan ditempatkan disisi telinga. Melakukan latihan 2 dengan dibantu (pada saat kaki dilemparkan keatas pembantu menarik keatas kaki dengan memegang ke 2 pergelangan kaki). Pada saat ke 2 kaki diangkat, ke 2 tangan menolak badan keatas dan kepala mengadah (sikap hand stand). Latihan 2 dan 3 dilakukan berulang-ulang hingga lemparan ke 2 kaki dilakukan dengan mudah (tanpa hambatan).

 

 

 

 

 

    • Latihan 4

Latihan 2 dilakukan tanpa bantuan. Diberikan arah lemparan ke 2 ujung kaki dengan memberikan sesuatu benda (bola, sapu tangan, tangan pembantu).

 

 

 

 

 

 

ROUND OFF

Round off adalah : Suatu satuan gerakan yang terdiri dari :

  1. Melakukan hand stand dengan berputar pada sumbu tegak.

  2. Menolak dengan ke 2 tangan tumpuan pada saat ke 2 kaki akan mendarat di lantai.

 

 

 

Cara melakukan :

Latihan 1

Melakukan hand stand (bagi anak yang belum bisa melakukan hand stand dilakukan dengan bantuan).

Mengangkat 1 tangan dari lantai, tangan kanan dan kiri bergantian.

Latihan 2

Sama dengan atas, tetapi tangan yang diangkat ditempatkan di depan, kemudian memindahkan tangan yang lain disisi tangan yang pertama tadi, badan berputar pada sumbu tegak. Pada latihan 1 dan 2 saat kembali berdiri dengan cara bebas.

Latihan 3

Melakukan hand stand dengan meletakkan ke 2 tangan menghadap arah datang, jadi pada saat ke 2 tangan mendekat ke lantai, ke 2 tangan diputar sedemikian hingga ujung jari menghadap arah datang. Pada latihan ini tetap dibantu hingga sikap hand stand.

Latihan 4

Melakukan latihan 3. Pada saat ke 2 kaki rapat akan turun dengan tolakan ke 2 tangan meninggalkan lantai.

Latihan 5

Melakukan latihan 3 dan 4 dengan irama yang cepat. Bila perlu tetap dibantu, terutama sikap hand stand yang berlangsung sangat singkat.Agar bisa melatih kekuatan tangannya dengan baik.

Latihan 6

Melakukan latihan 5, yang dilakukan cepat dengan awalan 2/3 langkah. Dengan tangan langsung menyentuh matras dan kemudian kaki langsung lurus ke atas.

PERMAINAN

a. Permainan Jala Ikan

Cara melakukannya :

  • Mahasiswa putrid berperan sebagai Jala, sedangkan mahasiswa putra berperan sebagai ikan.

  • Regu jala berada ditengah dengan saling mengaitkan ke 2 tangan mereka, sedang regu ikan berpencar dimana-mana.

  • Kemudian setelah ada aba-aba mulai baru regu jala berlari mengejar regu ikan, sedangkan regu ikan juga berlari menghindar agar tidak tertangkap. Apabila tertangkap maupun keluar arena yang telah ditentukan maka ia akan ikut sebagai regu jala, untuk menangkap regu ikan lagi.

  • Permainan ini berakhir apabila regu ikan sudah habis dan waktu permainan telah selesai.

b. Permainan Bintang Beralih

Cara melakukan :

  • Mahasisiwa berdiri melingkari matras yang dibagi menjadi beberapa regu, dan setiap regu yang beranggota 2-3 orang. Kemudian satu orang berada ditengah area menjadi POLIS. Regu yang mempunyai anggota 3, orang yang berada paling belakang ( C ), dia berperan sebagai penjahat.

  • Setelah ada aba-aba mulai maka si POlisi berlari menuju salah satu regu, maka dengan cepat orang yang ada dibelakang ( C ) /penjahat dengan cepat ia harus berlari menghindari kejaran si polisi yang berusaha menangkapnya.

  • Untuk menghindari tangkapan dari si Polisi maka si PEnjahat harus berhenti pada salah satu regu, dan pad waktu ia berhenti pada salah satu dia harus berhenti didepan si A dengan tegak. Kemudian orang yang berada dibelakang sendiri dengan cepat berlari dan berhenti didepan temannya dengan tegak, apabila si Penjahat ini tertangkap maka ia ganti berperan sebagai polisi.

  • Kemudian polisi yang berhasil menangkap penjahat tadi, kini ia berperan sebagai penjahat dan harus segera berlari menghindari kejaran si polisi.

  • Permainan berakhir apabila waktu sudah habis dan para mahasiswa sudah capek dan sudah merasakan menjadi polisi dan penjahat.

STRATCHING

Stratching ini digunakan dengan hitungan 2 x 8 hitungan. Dengan sesaat ditahan.

Startching sambil berdiri.

Cara melakukan :

  • Patahkan / tekuk kepala kebawah denganke 2 tangan.
  • Dorong keatas dengan ke 2 tangan.

  • Tolehkan kepala kesamping kanan dengan didorong tangan kanan.

  • Tolehkan kepala kesamping kiri dengan didorong tangan kiri.

  • Patahkan kepala kesamping kanan dengan didorong tangan kanan.

  • Patahkan kepala kesamping kiri dengan didorong tangan kiri.

  • Tangan kanan lurus kesamping kiri, tarik dengan dengan tangan kanan pada siku.

  • Tangan kiri lurus kesamping kanan, tarik dengan tangan kanan pada siku.
  • Tangan kanan dan kiri ditekuk dibelakang kepala dengan ditarik secara bergantian.
  • Angkat ke 2 tangan keatas, ujung kaki jinjit, tarik tinggi-tinggi ke 2 tangan dan kaki.
  • Posisi badan miring kekanan dan kiri secara bergantian, dank e 2 tangan lurus kesamping dengan saling terkait.
  • Ke 2 tangan lurus keatas, putar badan kearah kanan dan kiri secara bergantian.

  • Posisi badan bungkuk, ke 2 tangan lurus kebawah sampai menyentuh matras.

  • Posisi badan bungkuk / condong kedepan dengan ke 2 tangan lurus kedepan saling terkait.
  • Posisi badan condong kebelakang, ke 2 tangan ditarik lurus kebelakang.
  • Posisi badan bungkuk, ke 2 kaki dibuka lebar dank e 2 tangan saling terkait tarik kebelakang, diantarake 2 kaki/dibawah pantan.
  • Posisi jongkok ke 2 tangan memegang lutut, tarik badan kesamping kanan dan kiri secara bergantian.
  • Posisi jongkok ke 2 kaki dibuka lebar, dan ke 2 tangan memegang pergelangan kaki.

  • Ke 2 tangan lurus kedepan ayunkan tangan kekanan dan kiri secara bergantian, sampai pandangan kearah belakang.

  • Angkat kaki kanan kedepan, dengan ditekuk, tarikm dengan ke 2 tangan sampai menyentuh dada.

  • Angkat kaki kiri kedepan dengan ditekuk, tarik dengan ke 2 tangansampai menyentuh dada.
  • Angkat kaki kanan kebelakang dengan ditekuk, tarik dengan ke 2 tangansampai menyentuh pantat.
  • Angkat kaki kiri kebelakang dengan ditekuk, tarik dengan ke 2 tangan wsampai menyentuh pantat.
  • Angkat kaki kanan kesamping dengan ditekuk, tarik dengan ke 2 tangan sampai rata-rata air.
  • Angkat kaki kiri kesamping dengan ditekuk, tarik dengan ke 2 tangan sampai rata-rata air.

  • Kaki kanan ditekuk kedepan dan kaki lurus kebelakang, dorong kaki kanan kedepan dengan ke 2 tangan.

  • Kaki kiri ditekuk kedepan dan kaki kanan lurus kebelakang, dorong kaki kiri kedepan dengan ke 2 tangan.

  • Posisi badan bungkuk kaki kanan agak maju dengan ujung kaki menghadap keatas sentuhan tangan kanan keujung kaki dengan sedikit ditarik, sedangkan tangan kiri lurus keatas.

  • Posisi badan bungkuk kaki kiri agak maju kedepan dengan ujung kaki menghadap keatas sentuhkan tangan kiri keujung kaki dengan sedikit ditarik, sedangkan tangan kanan lurus keatas.

  • Ke 2 kaki dibuka kesamping lebar-lebar, sedangkan ke 2 tangan disentuhkan pada ujung kaki.

  • Posisi duduk kaki kanan lurus kedepan dan kaki kiri disilangkan kekanan dengan ditekuk, sedangkan tangan kanan diletakkan disamping lutut sambil menarik badan kesamping kanan, dialakukan secara bergantian.

  • Posisi duduk ke 2 kaki ditekuk kebelakang, kemudian julurkan ke 2 tangan kedepan jauh-jauh.

  • Posisi tidur badan agak miring dengan tangan kanan lurus kearah kiri.

  • Posisi tidur dengan ke 2 kaki ditekuk kebelakang, rebahkan badan kebelakang dengan ke 2 tangan lurus kebelakang.

  • Posisi duduk ke 2 kaki ditekuk kebelakang badan agak condong kebelakang, ke 2 tangan memegang pergelangan kaki.

  • Ke 2 kaki agak miring dan tangan kanan lurus menyentuh matras sebagai tumpuan, sedangkan tangan kiri lurus keatas.
  • Posisi duduk kaki lurus ke 2 tangan ditekuk dibelakang pantat angkat ke 2 kaki secara bersama keatas 20cm

  • Posisi duduk kaki lurus tahan, angkat buka tahan, tutup dan turunkan.

Sratcing sambil duduk.

Cara melakukan :

  • Patahkan kepala kebawah dengan ke 2 tangan

  • Dorong kepala keatas dengan ke 2 tangan

  • Patahkan kepala kesamping kanan, dengan ditarik tangan kanan.

  • Patahkan kepala kesamping kiri, dengan ditarik tangan kiri.

  • Tolehkan kepala kesamping kanan, dorong dengan tangan kanan.

  • Tolehkan kepala kesamping kiri, dorong dengan tangan kiri

  • Tangan kanan lurus kesamping kiri, tarik dengan tangan kiri pada siku.

  • Tangan kiri lurus kesamping kanan, tarik dengan tangan kanan pada siku
  • Ke 2 tangan berada kebelakang kepala dengan ditekuk, tarik salah sayu tangan pada siku secara bergantian.
  • Trik badan kebelakang samping kanan dengan ke 2 tangan agak bengkok dibelakang sampai pandangan kebelakang.
  • Tarik badan kebelakang samping kiri dengan ke 2 tangan agak bengkok dibelakang sampai pandangan kebelakang.
  • Anakat kaki kanan dan kiri keatas secara bergantian sampai keatas dekat kepala.

  • Ke 2kaki lurus kedepan cium lutut.

  • Duduk limpuh kaki kanan ditekuk kebelakang kemudian rebahkan badan kebelakang.

  • Duduk limpuh kaki kanan ditekuk kesamping belakang kaki kiri lurus kedepan, rebahkan badan kebelakang.

  • Duduk limpuh kaki kiri ditekuk kebelakang kaki kanan lurus kedepan, kemudian rebahkan badan kebelakang.

  • Duduk limpuh kaki kanan ditekuk kesamping kanan, kaki kiri lurus kedepan cium lutut kaki kanan.

  • Duduk limpuh kaki kiri ditekuk kasamping kiri, kaki kanan lurus kedepan cium lutut kiri

Stratcing pada bangku swedia

Cara melakukan:

  • Posisi berdiri kaki kanan berada diatas bangku dan kaki kiri lurus secara bergantian, patahkan kepala kebawah

  • Posisi berdiri kaki kanan berada pada diatas bangku dan kaki kiri lurus secara bergantian,dorong kepala keatas dengan ke dua tangan .
  • Posisi berdiri kaki kanan berada di atas bangku dan kaki kiri lurus secara bergantian,patahkan kepala kesamping kanan dan kiri secara bergantian .

  • Posisi berdiri kaki kanan berada di atas bangku dan kaki kiri lurus secara bergantian ,patahkan kepala kesamping kanan dan kiri secara bergantian

  • Posisi berdiri kaki kanan berada diatas bangku dan kaki kiri lurus secara bergantian ,tekuk kedua tangan kebelakang kepala tarik salah satu tangan pada siku.secara bergantian

  • Posisi berdiri kaki kanan berada diatas bangku dan kaki kiri lurus secara bergantian ,tangan kanan lurus kesamping kiri tarik dengan tangan kiri pada siku dilakukan secara bergantian.

  • Kaki kanan ditekuk dan diletakkan pada bibir bangku sedangkan kaki kiri lurus kebelakang secara bergantian, kemudian kaki kanan dorong kedepan secara bergantian.

SENAM BANGKU SWEDIA

 

  1. LATIHAN TUBUH
    1. Posisi duduk diatas bangku swedia dengan kedua tangan diletakkan dipinggang, kemudian tundukkan kepala kebawah 2 kali dan sebaliknya.

 

 

    1. Posisi duduk diatas bangku swedia dengan kedua tangan diletakkan dipinggang, kemudian tolehkan kepala ke samping kanan 2 kali dan ke samping kiri 2 kali.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    1. P

       

      osisi duduk diatas bangku swedia dengan kedua tangan diletakkan dipinggang, kemudian patahkan kepala ke kanan 2 kali dan ke kiri 2 kali.

       

 

 

 

 

 

 

 

 

    1. Posisi duduk diatas bangku swedia dengan kedua tangan diletakkan di depan dada, kemudian tariklah 2 kali pendek dan 2 kali panjang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    1. Posisi duduk diatas bangku swedia dengan tangan kanan lurus keatas dan tangan kiri lurus ke bawah, kemudian tariklah ke belakang 2 kali secara bergantian.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    1. Posisi duduk diatas bangku swedia dengan kedua tangan lurus keatas, kemudian tarik jauh ke belakang 2 kali dan ke depan bawah 2 kali.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    1. Posisi duduk diatas bangku swedia dengan tangan berbentuk huruf S, kemudian tariklah ke dalam secara perlahan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    1. Posisi duduk diatas bangku swedia dengan kedua tangan ditarik kesamping kanan 2 kali dan kesamping kiri 2 kali.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. 2. LATIHAN KESEIMBANGAN

 

    1. Berjalan lurus diatas bangku swedia dengan posisi bangku terlentang dan kedua tangan direntangkan kesamping.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    1. Berjalan lurus diatas bangku swedia dengan kedua tangan direntangkan kesamping dan pandangan melihat keatas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    1. Berjalan lurus diatas bangku swedia dengan kedua tangan direntangkan kesamping, pandangan melihat keatas dan pada saat di ujung membentuk sikap kapal terbang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    1. Berjalan lurus diatas bangku swedia dengan kedua tangan direntangkan kesamping, pandangan melihat keatas dan pada saat di ujung membentuk sikap T

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B. 3. LATIHAN KEKUATAN DAN KETANGKASAN

 

  1. Melakukan posisi push up diatas bangku swedia dengan bangku dalam posisi telungkup.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Saling berpasangan duduk selunjur dan mengangkat bangku dengan salah satu tangan berpegangan diatas dan memindahkannya dari kiri ke kanan. Pada saat bangku berada diatas berusaha ditahan sejenak dengan kedua tangan lurus kemudian diletakkan di samping badan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Saling berpasangan duduk selunjur dan mengangkat bangku dengan salah satu tangan berpegangan diatas bangku dan memindahkannya dari kiri ke kanan. Pada saat bangku berada diatas berusaha ditahan sejenak dengan kedua tangan ditekuk dan bangku berada diatas kepala kemudian diletakkan di samping badan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Saling berpasangan duduk selunjur dan mengangkat bangku dengan salah satu tangan berpegangan diatas bangku dan memindahkannya dari kiri ke kanan. Pada saat bangku berada diatas berusaha ditahan sejenak kemudian badan dalam posisi terlentang dengan tetap memegang bangku

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Saling berpasangan berdiri dan mengangkat bangku swedia dan pada saat bangku berada diatas ditahan sejenak kemudian bangku diletakkan dibawah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B.4. LATIHAN JALAN DAN LARI

 

  1. Berjalan diatas bangku swedia dengan posisi telungkup dan pandangan tetap kedepan. Hal ini merupakan latihan jalan tahap pertama.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Kemudian dilanjutkan berjalan zig – zag diatas bangku swedia dengan kedua kaki bertumpu diatas bangku.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Berlari lurus diatas bangku swedia,seperti dilakukan pada gambar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B. 5 LATIHAN LOMPAT DAN LONCAT

 

  1. Melompat zig – zag diatas bangku swedia dengan kedua kaki bergantian.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Melompat zig – zag diatas bangku swedia tanpa menumpu pada bangku swedia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Meloncat zig – zag diatas bangku swedia dengan menumpu diatas bangku.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Meloncat zig – zag diatas bangku swedia tanpa menumpu diatas bangku.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENENANGAN

Stratcing pasif

Cara melakukan :

    • Posisi duduk kedua kaki lurus kedepan rilek, kemudian teman kita mendorong kepala kita kebawah dan menariknya keatas .Hitungan pelan dan dilakukan semampu kita

    • Kedua kaki lurus kedepan rilek kemudian teman kita mematahkan kepala kita kesamping kanan dan kiri secara bergantian.

    • Kedua kaki lurus kedepan rilek ,kemudian teman kita menarik kedua tangan kita, kearah belakang dan lutut teman kita agak mendorong pada punggung sesuai dengan kemampuan kita.

    • Kedua kaki lurus kedepan rilek ,kemudian teman kita menolehkan kepal kita kesamping kanan dan kiri secara bergantian

    • Posisi duduk kedua kaki lurus kedepan tekan punggung kebawah sampai menyentuh lantai

    • Posisi duduk salah satu tangan lurus kesamping kemudian ditarik ,dilakukan secara bergantian

    • Kita dan teman kita berdiri saling membelakangi kedua tangan berada dipinggang dan saling memegang pada siku kemudian angkat badan kita secara bergantian .

    • Posisi tengkurap dorong kaki kita kearah kepala kita sampai kemampua kita

    • Posisi tidur terlentang tekuk kedua kaki dan dorong samapai menyentuh pantat

    • Posisi tidur terlentang teman kita berada ditengah badan kita kemudian tarik kaki secara bersama-sama

Melakukan Stratcing Aktif sambil bergembira yaitu dengan menyanyikan lagu :

 

Yung sidayung –dayung nuju tepian 2x

Riang –riang, hidupku hanya impian2x

Ping –ping,pang,ping,pong,ping,pang,ping,pong2”

 

 

 

 

 

 

<!– @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

MAKALAH MATA KULIAH SENAM

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah T&P Senam II

Dibina oleh :

Drs Heru Widijoto M.S.

Oleh :

Ernanda fiki harry j

206161402635

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

JURUSAN ILMU KEOLAHRAGAAN

PRODI PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI

Januari 2008

STRETCHING

Straching biasanya dilakukan pada saat akan melakukan aktivitas olahraga baik sebelum ataupun sesudah.

Stratching bagian kepala :

  1. Kedua tangan saling berkaitan menekan kepala bagian belakang atas ke arah depan bawah perlahan – lahan sampai dagu menyentuh dada. Setelah itu mempertahankan posisi tersebut sampai hitungan delapan dan kembali ke sikap semula.

  2. kedua tangan mendorong dagu keatas sampai otot leher terasa meregang, sampai hitungan kedelapan tetap mempertahankan posisi tersebut.

  3. Kaki dibuka, tangan kiri menarik kepala perlahan kekiri. Jadi leher seperti dipatahkan kekiri. Sampai otot bagian leher bagian kanan terasa menegang. Memperahankan posisi tersebut sampai hitungan delapan. Begitu sebaliknya, dilakukan pada leher bagian kanan.

  4. Mendorong dagu serong kearah kiri dengan tangan kanan. Pandangan mata tertuju keatas. Mempertahankan posisi tersebut sampai hitungan delapan. Demikian juga sebaliknya, mendorong dagu kearah kanan.

Stratching bagian bahu :

  1. Tangan kanan disilangkan kedepan dada dan telapak tangan lurus ke samping kiri. Tangan kiri menekan tangan kanan kedalam agar tetap dalam posisi tersebut. Mempertahankan posisi tersebut sampai hitungan delapan. Setelah itu kembali ke sikap sempurna. Demikian juga sebaliknya, untuk tangan kiri.

  2. Tangan kiri ditekuk kemudian disilangkan kebelakang kepala. Tangan kanan menekan siku kiri kearah bawah. Mempertahankan posisi tersebut sampai hitungan delapan. Sebaliknya untuk tangan kanan sama dengan tangan kiri.

B. KALESTENIK

Hitungan 2 x 8

      • Anggukkan kepala ke bawah 2x ke atas 2x.

      • Tolehkan kepala kekanan 2x kekiri 2x.

      • Patahkan kepala kekanan 2x kekiri 2x.

      • Kedua tangan ditekuk didepan dada. Gerakkan kedua tanag membuka (panjang) 2x dan menutup 2x (pendek).

      • Tangan kanan lurus keatas sedangkan tangan kiri lurus kebawah. Gerakkan kedua tangan kebelakang 2x sambil mengganti posisi tangan.

      • Berdiri tegak, bungkukkan badan 2x sampai kedua tangan menyentuh lantai. Menarik badan 2x kebelakang sambil kedua tangan digerakkan keatas.

      • Berdiri dengan membungkukkan badan kedepan. Kedua tangan direntangkan melebar kesamping badan. Putar badan kesamping dengan kepala mengikuti putaran badan. Tangan kanan sampai menyentuh kaki kiri dan begitu juga sebaliknya.

      • Berdiri dengan kedua tangan diangkat lurus kedepan. Tarik tangan keatas sampai badan juga ikut tertarik kebelakang. Membungkuk sampai kedua tangan menyentuh jari-jari kaki. Setelah itu jongkok (kaki jinjit) dengan tangan lurus didepan dada. Membungkukkan badan kembali sampai tangan menyentuh jari-jari kaki. Kembali keposisi berdiri dengan kedua tanga diangkat lurus keatas.

C. LATIHAN INTI

Tujuannya agar dalam melakukan gerakan selanjutnya supaya tidak terlalu tegangan lemah.

Latihan jalan

Cara melakukan :

  • Berbaris kedepan ,kemudian dari belakang berjalan kedepan kembali dan diakukan depanya sampai habis.

  • Berbaris kedepan,kemudian dari belakang berjalan belok –belok/secara zik –zak, kedepan dan kembali kebelakang dilanjutkan depanya.

  • Berjalan mengintari ruangan sampai 2 -5 putaran

  • Berjalan melakukan Push Up(10 kali),berjalan (1 putaran,push up lagi,berjalan lagi dalam 1 putaran)dilakukan berulang –ulang.

  • Berjalan melakukan kater pilar

  • (10 kali),berjalan (1 putaran),kater pilar lagi(1 putaran) dilakukan berulang kali.

  • Berjalan salah satu teman membungkuk,kemudian diloncati ,berjalan lagi,loncat lagi, berjalan lagi.Dilakukan berulang kali.

  • Berjalan kemudian melakukan scot jam kemudan dikombinasi dengan tepuk,berjalan lagi ,dilakukan secara berulang-ulang.

  • Berjalan merangkak kedepan dan kebelakang .

  • Berjalan seperti kata.

  • Kedua kaki dipegang oleh teman kita ,kemudian kita berjalan dengan kedua tangan (posisi tangan lurus)

  • Berjalan berjongkok seperti kera .

  • Berjalan diatas bangku swedia.

  • Berjalan diatas bangku swedia secara zik-zaK.

Latihan Lari

Cara melakukan :

  • Baris lurus kedepan ,dari belakang berlari kedepan kemudian kembali kebelakang ,dialanjutkan depanya.

  • Baris lurus kedepan ,dari belakang berlari berbelok-belok/Zig-zag,menuju depan dan kembali kebelakang,dilanjutkan depanya.

  • Posisi badan kesamping ,kemudian lari kesamping dimana kedua kaki ditarik secara bersamaan .

  • Beralari berputar ruangan dengan mengangkat tumit sampai menyentuh pantat,berlari lagi ,dialakukan secara berulang kali.

  • Berlari sambil mengangkat salah satu kaki(engklek) kanan 4 kali dan kiri 4 kali sambil meloncat ,secara bergantian ,dan dilakukian secara berulang-ulang.

  • Berlari sambil mengangkat salah satu kaki(engklek)kiri dan kanan 1 kali.sambil meloncat secara zig-zag.

  • Berlari melewati matras bersusun (box)

  • Bewrlari meloncati bangku swedia secara zig-zag ,berlari,meloncati timba,berlari,meloncati kardus dilakukan secara berulang-ulang .

  • Berlari diatas bangku swedia

  • Berlari diatas bangku swedia secara zig-zag.

Lompat dan Loncat

  1. Posisi melingkar dengan sujud, kemudian salah seorang harus meloncat mengelilingi lingkaran sebanyak 2 kali.

  1. Posisi badan membungkuk membentuk lingkaran salah seorang harus meloncat dengan kaki lurus kesamping kekanan dan kekiri, putra – putri sendiri-sendiri. Gerakan ini dilakukan secara bergantian.

3 Posisi garis lurus menghadap kedepan sambil sujud, orang yang paling belakang lompat zig zag (satu kali jalan) serta orang yang paling belakang menggantikannya lari, serta orang yang sampai depan kemudian langsung

Latihan melompat

Cara melakukan :

  • Semua dalam posisi tengkrurap. yang dibelakang berdiri melompat memnyeberangi teman yang tengkurap dengan salah satu kaki (1 kaki)diangkat secara bergantian sampai didepan kembali keposisi semula

  • Tengkurap dilanjutkan depanya berlari sambil melompati teman yang sedang tidur tengkurap.Empat kali lompatan .Berlari lagi kemudian melompati kembali. Dilakukan secara berulang-ulang.

  • Melompati bangku swedia secara zig-zag.

Latihan meloncat

Cara melakukan:

  • Semua dalam posisi tengkurap.Yang dibolakang meloncati teman yang sedang tidur tengkurap dengan kedua kaki diangkat secara bersamaan secara zig-zag. Dan kembali kebelakang dalam posisi tengkurap ,kemudian dilanjutkan depanya

  • Meloncati bangku swedia secara zig-zag.

  • Loncat kangkang dilakukan berpasangan meloncati teman yang sedang membungkuk dialkukan secara berpasangan .Teman kita dalam posisi membungkuk dengan kedua tangan memegang lutut dan kedua kaki lurus rapat,kemudian kita meloncati teman kita yang sedang bmembungkuk. Dilakukan secara berulang-ulang. Dan bergantian.

  • Dilakukan berpasangan teman kita dalam posisi membunghkuk dengan kedua tangan memegang lutut dan kedua kaki dibuka lebar, kemudian meloncati teman yang sedang membungkuk.dan kembali kebelakang lewat sela kaki teman kita.

  • Melakukan loncat harimau diatas matras dengan posisi dua orang memegang pita ,kemudian secara satu persatu meloncati diatas pita dengan kepala dahulu dialanjutkan dengan kedua tangan dibuka ke samping kedua kaki kemudian kedua kaki dilentingkan bersama-sama

  • Dilakukan secara berpasang.Sa;lah satu teman berada diatas box dengan posisi duduk kedua tangan lurus memegang bahu temanya.Sedangkan kita berdiri diatas papan loncat ,kemudian kita menolak papan tolak sekuat mungkin dengan kedua kaki kita sambil mengangkat pantat kita tinggi-tinggi

Latihan Kekuatan dan Ketangkasan

Push-Up

Cara melakukan :

  • Badan tengkurap, ke 2 tangan lurus dengan dibuka lebar, ke 2 kaki lurus kebelakang dengan ujung kaki jinjit, dimana tangan dan kaki sebagai tumpuan.

  • Kemudian turunkan badan hingga menyentuh matrasbelakang dengan ujung kaki jinjit, dimana tangan dan kaki sebagai tumpuan.

  • Kemudian turunkan badan hingga menyentuh matras, posisi ke 2 tangan ditekuk, ke 2 kaki tetap bertumpu tahan, kemudian naik lagi hingga ke 2 tangan lurus tahan.

  • Dilakukan secara berulang-ulang, dengan hitungan 5x pelan dan 5x cepat.

Beck – Up

Cara melakukan :

  • Badan tengkurap, ke 2 tangan memegang kepala, dan ke 2 kaki lurus kebelakang dengan ujung kaki jinjit. Dimana ujung kaki sebagai tumpuan.

  • Kemudian tarik punggung kebelakang secara berlahan-lahan sampai dad lurus tahan, kemudian letakkan secara berlahan-lahan.

  • Dialakukan secara berulang-ulang, dan dengan hitungan 5x pelan dan 5x cepat.

Sit – Up

Cara melakukan ;

  • Bisa dilakukan secara sendiri maupun berpasangan.

  • Ke 2 kaki lurus dan rapat, bias juga ditekuk dengan dipegang oleh teman kita, sedangkan ke 2 tangan kita berada dibelakang kepala. Angkat kepala dan badan kita keatas sampai mencium lutut / semampunya.

  • Dilakukan secara berulang-ulang, dengan hitungan 5x cepat dan 5x pelan.

Posisi berdiri, Ke 2 tangan lurus kedepan sampai menyantuh tembok, dorong tembok dengan ke 2 tangan.

Posisi Jongkok. Ke 2 tangan lurus kedepan kemudian lentingkan ke 2 kaki kebelakang, dank e 2 tangan lurus. Selanjutnya tarik kembali ke 2 kaki kedepan hingga keposisi semula.

Dilakukan secara berulang-ulang, engan frekwensi 5x lambat dan 5x cepat.

Keseimbangan

Keseimbangan adalah : Suatu sikap yang menuntut daya keseimbangan yang besar apakah sikap tersebut dilakukan dalam bentuk berdiri / duduk / berjongkok.Antara lain :

  1. Pesawat Terbang

Dari sikap dengan ke 2 kaki rapat dan ke 2 tangan direntangkan kesisi, setinggi bahu. Angkat satu kaki ke belakang dengan perlahan, badan condong kedepan mengimbangi. Usahakan ujung kaki yang direntangkan kebelakang setinggi mungkin dan lutut lurus. Demikian lutut kaki tumpu tetap lurus. Tahan sikap terakhir beberapa saat, baru kembali berdiri atas 2 kaki.

  1. Huruf – T

Pertama-tama posisi berdiri tegak. Ke 2 tangan direntangkan kesamping, ke 2 kaki rapat. Kemudian tarik salah satu kaki keatas diikuti ke 2 tangan, kemudian pada saat kaki sudah lurus kesamping kepala menyentuh salah satu tangan lurus dan satunya menempel pada kaki.

Dan salah satu kaki sebagai tumpuan, tahan beberapa saat kemudian turunkan.

PROPELER

Cara melakukan :

Posisi kaki kanan lurus kesamping dankaki kiri ditekuk kedepan, kemudian melakukan gerakan memutar.

ROOL BOOK

Cara melakukan :

  • Latihan dasar:Berdiri pada papan tolak ,kedua tangan memegang box lurus, kemudian kita meloncat sambil mengangkat pantat tinggi –tinggi ,sedangkan teman kita duduk diatas box sambil kedua tangannyha memegang bahu temanya .Dilakukan secara beulang

  • Dengan awalan ,kita meloncat ,diatas papan tumpu kemudian melakukan rool dengan diatas book yang disusun . pada saat membusur dan sikap lengan yang harus lurus pada saat melompat. Kemudian berhenti dengan posisi berdiri dengan posisi tegak

HEAD STAND

Head stand merupakan gerakan senam yang dilakukan dengan menggunakan tumpuan kepala.

Cara melakukan Head Stand :

    • Kepala digunakan sebagai tumpuan pada saat berdiri tegak

    • Membungkukkan

    • Kaki tegak lurus ke atas

    • Badan dibiarkan terjatuh sendiri

    • Pada saat tubuh akan jatuh kita lakukan rol depan

    • Kembali sikap berdiri tegap

Cara melakukan: sikap siap membungkukkan badan dengan kedua tangan menempel pada lantai agak kebelakang dan kepala sebagai tumpuan antara tangan dan kedua tangan membentuk segitiga

HAND STAND

Hand stand adalah : sikap tegak dengan bertumpu pada ke 2 tangan/tegak atas ke 2 tangan dengan siku-siku lurus, dan ke 2 kaki rapat lurus keatas.

Beberapa bentuk latihan pendahuluan khusus menuju hand stand, antara lain sebagai berikut :

Latihan 1

Berjalan maju dengan kedua tangan dan kedua kaki kangkang serta panggul setinggi mungkin

Latihan 2

Lompat kelinci dari sikap jongkok kedua kaki / lutut rapat, melompat kedepan, mendarat atas tumpuan kedua tangan yang kemudian kedua kaki.

Latihan 4

Sikap jongkok, tempakan ke 2 tangan di lantai, ke 2 lutut (rapat) diantara 2 tangan. Dengan tolakan ke 2 kaki, angkat panggul hingga tegak lurus diatas kepala. Tahan sesaat dalam sikap ini.

Pembantu berada di depan, memegang /menahan panggul.

Latihan 5

Sama dengan atas, kemudian meluruskan kaki keatas.

Pembantu berada di depan, memegang / menahan pada sisi paha dengan ke 2 tangan.

Latihan 6

Sikap merangkak dengan panggul tinggi. Satu kaki agak kedepan dengan lutut agak dibengkokkan. Dengan tolakan kaki depan, lemparkan kaki yang lain (lurus) keatas hingga tegak lurus diatas kepala. Kaki yang lain tetap dibawah sekalipun terangkat dari lantai, tahan sesaat.

Pembantu berada didepan, menahan / memegang pada pinggul dengan ke 2 tangan. Pada beberapa anak bahu juga perlu ditopang.

Latihan 7

Sama dengan atas, kaki yang dibawah mengikuti kaki yang lurus keatas, tahan sesaat.

Pembantu : seperti pembantu No. 5

Latihan 8

Sama dengan atas, dilakukan dekat tembok, sehingga anak bersandar ke tembok. Penempatan ke 2 tangan + 10 cm dari tembok, tahan sesaat pada sikap ini.

Latihan 9

Sikap merangkak dengan pinggul tinggi, satu kaki agak kedepan dengan lutut agak membengkok. Dengan tolakan kaki kedepan, lempar / ayunkan kaki yang lain keatas saat itu juga diikuti oleh kaki tolak. Pembantu berada didepan / agak kesisi untuk menangkap ke 2 kaki yang diayun.

Latihan 10

Mengulangi latihan 9 berkali-kali hingga anak dapat melemparkan atau mengayunkan kaki keatas belakang dengan baik.

MERODA

Meroda adalah : suatu gerakan kesamping pada suatu saat bertumpu atas ke 2 tangan dengan kaki terbuka besar / kangkang.

Cara melakukan :

Latihan 1

Dengan bantuan melakukan hand stand, angkat satu tangan dari lantai sebentar (1, 2 hitungan) dan kembali kemudian tangan yang lain, dilakukan secara berulang-ulang.

Pembantu memegang pada ke 2 sisi panggul.

Latihan 2

Dengan bantuan, melakukan hand stand, kemudian kaki dibuka besar / kangkang. Dengan perlahan jatuhkan kesamping, hingga berdiri tegak dengan ke 2 kaki kangkang dan ke 2 lengan lurus keatas (terbuka kesamping).

Pembantu memegang ke 2 sisi panggul

Latihan 3

Dengan bantuan, dari sikap tegak kaki kangkang, melakukan hand stand kesamping (kaki kangkang). Jatuhkan kesamping, hingga berdiri atas 2 kaki kangkang. Siku tangan dan ke 2 lutut kaki selalu lurus.

Pembantu selalu berada dibelakang, membantu memegang ke 2 sisi panggul pinggang.

Latihan 4

Mengulangi latihan 3 dengan cepat. Pembantu berada dibelakang memegang ke 2 sisi panggul pinggang. Saat akan jatuh kesamping, pembantu tetap memegang sisi panggul pinggang.

Latihan 5

Melakukan hand stand kesamping, dengan didahului dengan awalan 2 langkah kedepan. Perbedaan latihan 5 tersebut dengan latihan 3 adalah awalan. Latihan 5 anak tetap menuju kedepan, pada suatu saat ia menyamping, saat ia meletakkan ke 2 tangannya di lantai.

Pembantu tetap mengikuti untuk memberikan pertolongan dengan memegang dan agak memutarkan arah jatuh panggul. Untuk ketepatan penempatan tangan di lantai dapat diberikan garis di lantai.

STOOD

Stood adalah : suatu gerakan dari sikap duduk berlunjur dilantai dengan ke 2 kaki rapat / dari sikap telentang, mengangkat sekaligus ke 2 kaki ke belakang atas pada saat yang sama ke 2 tangan yang bertumpu di lantai disisi telinga menolak badan keatas, sikap akhir adalah Hand stand.

Cara melakukan :

Latihan Dasar

Sikap lilin

Cara melakukan : posisi tidur telentang. Ke 2 tangan ditekuk dekat sisi telinga, kemudian mengangkat ke 2 kaki (rapat) lurus keatas dengan tangan menopang pinggang. Dilakukan secara berulang-ulang.

Latihan Khusus

    • Latihan 1

Tidur telentang, ke 2 kaki lurus dan rapat. Angkat ke 2 kaki ke belakang, dengan gerakan dari pangkal paha dan panggul, ke 2 kaki lurus diangkat naik turun.

    • Latihan 2

Tidur telentang, ke 2 kaki lurus rapat. Angkat ke 2 kaki ke belakang. Dengan gerakan dari pangkal paha dan panggul. Ke 2 kaki lurus dilemparkan dengan sentakan / renggutan kearah belakang atas, hingga sikap lilin.

    • Latihan 3

Tidur telentang, ke 2 tangan ditempatkan disisi telinga. Melakukan latihan 2 dengan dibantu (pada saat kaki dilemparkan keatas pembantu menarik keatas kaki dengan memegang ke 2 pergelangan kaki). Pada saat ke 2 kaki diangkat, ke 2 tangan menolak badan keatas dan kepala mengadah (sikap hand stand). Latihan 2 dan 3 dilakukan berulang-ulang hingga lemparan ke 2 kaki dilakukan dengan mudah (tanpa hambatan).

    • Latihan 4

Latihan 2 dilakukan tanpa bantuan. Diberikan arah lemparan ke 2 ujung kaki dengan memberikan sesuatu benda (bola, sapu tangan, tangan pembantu).

ROUND OFF

Round off adalah : Suatu satuan gerakan yang terdiri dari :

  1. Melakukan hand stand dengan berputar pada sumbu tegak.

  2. Menolak dengan ke 2 tangan tumpuan pada saat ke 2 kaki akan mendarat di lantai.

Cara melakukan :

Latihan 1

Melakukan hand stand (bagi anak yang belum bisa melakukan hand stand dilakukan dengan bantuan).

Mengangkat 1 tangan dari lantai, tangan kanan dan kiri bergantian.

Latihan 2

Sama dengan atas, tetapi tangan yang diangkat ditempatkan di depan, kemudian memindahkan tangan yang lain disisi tangan yang pertama tadi, badan berputar pada sumbu tegak. Pada latihan 1 dan 2 saat kembali berdiri dengan cara bebas.

Latihan 3

Melakukan hand stand dengan meletakkan ke 2 tangan menghadap arah datang, jadi pada saat ke 2 tangan mendekat ke lantai, ke 2 tangan diputar sedemikian hingga ujung jari menghadap arah datang. Pada latihan ini tetap dibantu hingga sikap hand stand.

Latihan 4

Melakukan latihan 3. Pada saat ke 2 kaki rapat akan turun dengan tolakan ke 2 tangan meninggalkan lantai.

Latihan 5

Melakukan latihan 3 dan 4 dengan irama yang cepat. Bila perlu tetap dibantu, terutama sikap hand stand yang berlangsung sangat singkat.Agar bisa melatih kekuatan tangannya dengan baik.

Latihan 6

Melakukan latihan 5, yang dilakukan cepat dengan awalan 2/3 langkah. Dengan tangan langsung menyentuh matras dan kemudian kaki langsung lurus ke atas.

PERMAINAN

a. Permainan Jala Ikan

Cara melakukannya :

  • Mahasiswa putrid berperan sebagai Jala, sedangkan mahasiswa putra berperan sebagai ikan.

  • Regu jala berada ditengah dengan saling mengaitkan ke 2 tangan mereka, sedang regu ikan berpencar dimana-mana.

  • Kemudian setelah ada aba-aba mulai baru regu jala berlari mengejar regu ikan, sedangkan regu ikan juga berlari menghindar agar tidak tertangkap. Apabila tertangkap maupun keluar arena yang telah ditentukan maka ia akan ikut sebagai regu jala, untuk menangkap regu ikan lagi.

  • Permainan ini berakhir apabila regu ikan sudah habis dan waktu permainan telah selesai.

b. Permainan Bintang Beralih

Cara melakukan :

  • Mahasisiwa berdiri melingkari matras yang dibagi menjadi beberapa regu, dan setiap regu yang beranggota 2-3 orang. Kemudian satu orang berada ditengah area menjadi POLIS. Regu yang mempunyai anggota 3, orang yang berada paling belakang ( C ), dia berperan sebagai penjahat.

  • Setelah ada aba-aba mulai maka si POlisi berlari menuju salah satu regu, maka dengan cepat orang yang ada dibelakang ( C ) /penjahat dengan cepat ia harus berlari menghindari kejaran si polisi yang berusaha menangkapnya.

  • Untuk menghindari tangkapan dari si Polisi maka si PEnjahat harus berhenti pada salah satu regu, dan pad waktu ia berhenti pada salah satu dia harus berhenti didepan si A dengan tegak. Kemudian orang yang berada dibelakang sendiri dengan cepat berlari dan berhenti didepan temannya dengan tegak, apabila si Penjahat ini tertangkap maka ia ganti berperan sebagai polisi.

  • Kemudian polisi yang berhasil menangkap penjahat tadi, kini ia berperan sebagai penjahat dan harus segera berlari menghindari kejaran si polisi.

  • Permainan berakhir apabila waktu sudah habis dan para mahasiswa sudah capek dan sudah merasakan menjadi polisi dan penjahat.

STRATCHING

Stratching ini digunakan dengan hitungan 2 x 8 hitungan. Dengan sesaat ditahan.

Startching sambil berdiri.

Cara melakukan :

  • Patahkan / tekuk kepala kebawah denganke 2 tangan.

  • Dorong keatas dengan ke 2 tangan.

  • Tolehkan kepala kesamping kanan dengan didorong tangan kanan.

  • Tolehkan kepala kesamping kiri dengan didorong tangan kiri.

  • Patahkan kepala kesamping kanan dengan didorong tangan kanan.

  • Patahkan kepala kesamping kiri dengan didorong tangan kiri.

  • Tangan kanan lurus kesamping kiri, tarik dengan dengan tangan kanan pada siku.

  • Tangan kiri lurus kesamping kanan, tarik dengan tangan kanan pada siku.

  • Tangan kanan dan kiri ditekuk dibelakang kepala dengan ditarik secara bergantian.

  • Angkat ke 2 tangan keatas, ujung kaki jinjit, tarik tinggi-tinggi ke 2 tangan dan kaki.

  • Posisi badan miring kekanan dan kiri secara bergantian, dank e 2 tangan lurus kesamping dengan saling terkait.

  • Ke 2 tangan lurus keatas, putar badan kearah kanan dan kiri secara bergantian.

  • Posisi badan bungkuk, ke 2 tangan lurus kebawah sampai menyentuh matras.

  • Posisi badan bungkuk / condong kedepan dengan ke 2 tangan lurus kedepan saling terkait.

  • Posisi badan condong kebelakang, ke 2 tangan ditarik lurus kebelakang.

  • Posisi badan bungkuk, ke 2 kaki dibuka lebar dank e 2 tangan saling terkait tarik kebelakang, diantarake 2 kaki/dibawah pantan.

  • Posisi jongkok ke 2 tangan memegang lutut, tarik badan kesamping kanan dan kiri secara bergantian.

  • Posisi jongkok ke 2 kaki dibuka lebar, dan ke 2 tangan memegang pergelangan kaki.

  • Ke 2 tangan lurus kedepan ayunkan tangan kekanan dan kiri secara bergantian, sampai pandangan kearah belakang.

  • Angkat kaki kanan kedepan, dengan ditekuk, tarikm dengan ke 2 tangan sampai menyentuh dada.

  • Angkat kaki kiri kedepan dengan ditekuk, tarik dengan ke 2 tangansampai menyentuh dada.

  • Angkat kaki kanan kebelakang dengan ditekuk, tarik dengan ke 2 tangansampai menyentuh pantat.

  • Angkat kaki kiri kebelakang dengan ditekuk, tarik dengan ke 2 tangan wsampai menyentuh pantat.

  • Angkat kaki kanan kesamping dengan ditekuk, tarik dengan ke 2 tangan sampai rata-rata air.

  • Angkat kaki kiri kesamping dengan ditekuk, tarik dengan ke 2 tangan sampai rata-rata air.

  • Kaki kanan ditekuk kedepan dan kaki lurus kebelakang, dorong kaki kanan kedepan dengan ke 2 tangan.

  • Kaki kiri ditekuk kedepan dan kaki kanan lurus kebelakang, dorong kaki kiri kedepan dengan ke 2 tangan.

  • Posisi badan bungkuk kaki kanan agak maju dengan ujung kaki menghadap keatas sentuhan tangan kanan keujung kaki dengan sedikit ditarik, sedangkan tangan kiri lurus keatas.

  • Posisi badan bungkuk kaki kiri agak maju kedepan dengan ujung kaki menghadap keatas sentuhkan tangan kiri keujung kaki dengan sedikit ditarik, sedangkan tangan kanan lurus keatas.

  • Ke 2 kaki dibuka kesamping lebar-lebar, sedangkan ke 2 tangan disentuhkan pada ujung kaki.

  • Posisi duduk kaki kanan lurus kedepan dan kaki kiri disilangkan kekanan dengan ditekuk, sedangkan tangan kanan diletakkan disamping lutut sambil menarik badan kesamping kanan, dialakukan secara bergantian.

  • Posisi duduk ke 2 kaki ditekuk kebelakang, kemudian julurkan ke 2 tangan kedepan jauh-jauh.

  • Posisi tidur badan agak miring dengan tangan kanan lurus kearah kiri.

  • Posisi tidur dengan ke 2 kaki ditekuk kebelakang, rebahkan badan kebelakang dengan ke 2 tangan lurus kebelakang.

  • Posisi duduk ke 2 kaki ditekuk kebelakang badan agak condong kebelakang, ke 2 tangan memegang pergelangan kaki.

  • Ke 2 kaki agak miring dan tangan kanan lurus menyentuh matras sebagai tumpuan, sedangkan tangan kiri lurus keatas.

  • Posisi duduk kaki lurus ke 2 tangan ditekuk dibelakang pantat angkat ke 2 kaki secara bersama keatas 20cm

  • Posisi duduk kaki lurus tahan, angkat buka tahan, tutup dan turunkan.

Sratcing sambil duduk.

Cara melakukan :

  • Patahkan kepala kebawah dengan ke 2 tangan

  • Dorong kepala keatas dengan ke 2 tangan

  • Patahkan kepala kesamping kanan, dengan ditarik tangan kanan.

  • Patahkan kepala kesamping kiri, dengan ditarik tangan kiri.

  • Tolehkan kepala kesamping kanan, dorong dengan tangan kanan.

  • Tolehkan kepala kesamping kiri, dorong dengan tangan kiri

  • Tangan kanan lurus kesamping kiri, tarik dengan tangan kiri pada siku.

  • Tangan kiri lurus kesamping kanan, tarik dengan tangan kanan pada siku

  • Ke 2 tangan berada kebelakang kepala dengan ditekuk, tarik salah sayu tangan pada siku secara bergantian.

  • Trik badan kebelakang samping kanan dengan ke 2 tangan agak bengkok dibelakang sampai pandangan kebelakang.

  • Tarik badan kebelakang samping kiri dengan ke 2 tangan agak bengkok dibelakang sampai pandangan kebelakang.

  • Anakat kaki kanan dan kiri keatas secara bergantian sampai keatas dekat kepala.

  • Ke 2kaki lurus kedepan cium lutut.

  • Duduk limpuh kaki kanan ditekuk kebelakang kemudian rebahkan badan kebelakang.

  • Duduk limpuh kaki kanan ditekuk kesamping belakang kaki kiri lurus kedepan, rebahkan badan kebelakang.

  • Duduk limpuh kaki kiri ditekuk kebelakang kaki kanan lurus kedepan, kemudian rebahkan badan kebelakang.

  • Duduk limpuh kaki kanan ditekuk kesamping kanan, kaki kiri lurus kedepan cium lutut kaki kanan.

  • Duduk limpuh kaki kiri ditekuk kasamping kiri, kaki kanan lurus kedepan cium lutut kiri

Stratcing pada bangku swedia

Cara melakukan:

  • Posisi berdiri kaki kanan berada diatas bangku dan kaki kiri lurus secara bergantian, patahkan kepala kebawah

  • Posisi berdiri kaki kanan berada pada diatas bangku dan kaki kiri lurus secara bergantian,dorong kepala keatas dengan ke dua tangan .

  • Posisi berdiri kaki kanan berada di atas bangku dan kaki kiri lurus secara bergantian,patahkan kepala kesamping kanan dan kiri secara bergantian .

  • Posisi berdiri kaki kanan berada di atas bangku dan kaki kiri lurus secara bergantian ,patahkan kepala kesamping kanan dan kiri secara bergantian

  • Posisi berdiri kaki kanan berada diatas bangku dan kaki kiri lurus secara bergantian ,tekuk kedua tangan kebelakang kepala tarik salah satu tangan pada siku.secara bergantian

  • Posisi berdiri kaki kanan berada diatas bangku dan kaki kiri lurus secara bergantian ,tangan kanan lurus kesamping kiri tarik dengan tangan kiri pada siku dilakukan secara bergantian.

  • Kaki kanan ditekuk dan diletakkan pada bibir bangku sedangkan kaki kiri lurus kebelakang secara bergantian, kemudian kaki kanan dorong kedepan secara bergantian.

SENAM BANGKU SWEDIA

  1. LATIHAN TUBUH

    1. Posisi duduk diatas bangku swedia dengan kedua tangan diletakkan dipinggang, kemudian tundukkan kepala kebawah 2 kali dan sebaliknya.

    1. Posisi duduk diatas bangku swedia dengan kedua tangan diletakkan dipinggang, kemudian tolehkan kepala ke samping kanan 2 kali dan ke samping kiri 2 kali.

    1. P

      osisi duduk diatas bangku swedia dengan kedua tangan diletakkan dipinggang, kemudian patahkan kepala ke kanan 2 kali dan ke kiri 2 kali.

    1. Posisi duduk diatas bangku swedia dengan kedua tangan diletakkan di depan dada, kemudian tariklah 2 kali pendek dan 2 kali panjang.

    1. Posisi duduk diatas bangku swedia dengan tangan kanan lurus keatas dan tangan kiri lurus ke bawah, kemudian tariklah ke belakang 2 kali secara bergantian.

    1. Posisi duduk diatas bangku swedia dengan kedua tangan lurus keatas, kemudian tarik jauh ke belakang 2 kali dan ke depan bawah 2 kali.

    1. Posisi duduk diatas bangku swedia dengan tangan berbentuk huruf S, kemudian tariklah ke dalam secara perlahan.

    1. Posisi duduk diatas bangku swedia dengan kedua tangan ditarik kesamping kanan 2 kali dan kesamping kiri 2 kali.

  1. 2. LATIHAN KESEIMBANGAN

    1. Berjalan lurus diatas bangku swedia dengan posisi bangku terlentang dan kedua tangan direntangkan kesamping.

    1. Berjalan lurus diatas bangku swedia dengan kedua tangan direntangkan kesamping dan pandangan melihat keatas.

    1. Berjalan lurus diatas bangku swedia dengan kedua tangan direntangkan kesamping, pandangan melihat keatas dan pada saat di ujung membentuk sikap kapal terbang.

    1. Berjalan lurus diatas bangku swedia dengan kedua tangan direntangkan kesamping, pandangan melihat keatas dan pada saat di ujung membentuk sikap T

B. 3. LATIHAN KEKUATAN DAN KETANGKASAN

  1. Melakukan posisi push up diatas bangku swedia dengan bangku dalam posisi telungkup.

  1. Saling berpasangan duduk selunjur dan mengangkat bangku dengan salah satu tangan berpegangan diatas dan memindahkannya dari kiri ke kanan. Pada saat bangku berada diatas berusaha ditahan sejenak dengan kedua tangan lurus kemudian diletakkan di samping badan.

  1. Saling berpasangan duduk selunjur dan mengangkat bangku dengan salah satu tangan berpegangan diatas bangku dan memindahkannya dari kiri ke kanan. Pada saat bangku berada diatas berusaha ditahan sejenak dengan kedua tangan ditekuk dan bangku berada diatas kepala kemudian diletakkan di samping badan.

  1. Saling berpasangan duduk selunjur dan mengangkat bangku dengan salah satu tangan berpegangan diatas bangku dan memindahkannya dari kiri ke kanan. Pada saat bangku berada diatas berusaha ditahan sejenak kemudian badan dalam posisi terlentang dengan tetap memegang bangku

  1. Saling berpasangan berdiri dan mengangkat bangku swedia dan pada saat bangku berada diatas ditahan sejenak kemudian bangku diletakkan dibawah.

B.4. LATIHAN JALAN DAN LARI

  1. Berjalan diatas bangku swedia dengan posisi telungkup dan pandangan tetap kedepan. Hal ini merupakan latihan jalan tahap pertama.

  1. Kemudian dilanjutkan berjalan zig – zag diatas bangku swedia dengan kedua kaki bertumpu diatas bangku.

  1. Berlari lurus diatas bangku swedia,seperti dilakukan pada gambar

B. 5 LATIHAN LOMPAT DAN LONCAT

  1. Melompat zig – zag diatas bangku swedia dengan kedua kaki bergantian.

  1. Melompat zig – zag diatas bangku swedia tanpa menumpu pada bangku swedia.

  1. Meloncat zig – zag diatas bangku swedia dengan menumpu diatas bangku.

  1. Meloncat zig – zag diatas bangku swedia tanpa menumpu diatas bangku.

PENENANGAN

Stratcing pasif

Cara melakukan :

    • Posisi duduk kedua kaki lurus kedepan rilek, kemudian teman kita mendorong kepala kita kebawah dan menariknya keatas .Hitungan pelan dan dilakukan semampu kita

    • Kedua kaki lurus kedepan rilek kemudian teman kita mematahkan kepala kita kesamping kanan dan kiri secara bergantian.

    • Kedua kaki lurus kedepan rilek ,kemudian teman kita menarik kedua tangan kita, kearah belakang dan lutut teman kita agak mendorong pada punggung sesuai dengan kemampuan kita.

    • Kedua kaki lurus kedepan rilek ,kemudian teman kita menolehkan kepal kita kesamping kanan dan kiri secara bergantian

    • Posisi duduk kedua kaki lurus kedepan tekan punggung kebawah sampai menyentuh lantai

    • Posisi duduk salah satu tangan lurus kesamping kemudian ditarik ,dilakukan secara bergantian

    • Kita dan teman kita berdiri saling membelakangi kedua tangan berada dipinggang dan saling memegang pada siku kemudian angkat badan kita secara bergantian .

    • Posisi tengkurap dorong kaki kita kearah kepala kita sampai kemampua kita

    • Posisi tidur terlentang tekuk kedua kaki dan dorong samapai menyentuh pantat

    • Posisi tidur terlentang teman kita berada ditengah badan kita kemudian tarik kaki secara bersama-sama

Melakukan Stratcing Aktif sambil bergembira yaitu dengan menyanyikan lagu :

Yung sidayung –dayung nuju tepian 2x

Riang –riang, hidupku hanya impian2x

Ping –ping,pang,ping,pong,ping,pang,ping,pong2”

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Resum Pendidikan Jasmani

November 3, 2009 at 1:44 pm (Portopolio, Tugas Kuliah)

Nama : tedy

Nim : 107161410211

 

Resum Pendidikan Jasmani

Adaptif

 

  1. Deskripsi Pertumbuhan Perkembangan

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan suatu proses dan peristiwa yang setiap manusia atau insividu pernah mengalaminya, bahkan peristiwa itu pernah dialami oleh semua makhluk hidup seperti tumbuh – tumbuhan dan hewan. Pada manusia terutama pada masa anak-anak , proses pertumbuhan dan perkembangan ini terjadi sangant cepat , perubahan yang terjadi pada diri seseorang tidak hanya meliputi apa yang tampakmata seperti perubahan tubuh (fisik) dengan bertambahnya berat bdan dan tinggi badan, tetapi juga perbahan dari segi lain , seperti berfikir , berbahasa ,berperilaku dan lain-lain.

Pertumbuhan dan perkembangan yang baik akan menjadi modal bagi kelangsungan anak sebagai generasi penerus yang baik. Sebaliknya ia juga dapat sebagai penghambat kelangsungan generasi penerus bahkan juga dapat sebagai sumber kesusahan dan malapetaka individu , keluarga dan masyarkat ( Aziz Alimul Hidayat. Musrifatul Uliyah, 2005; Gerald B.Merenstein, David W.Kaplan , Adam A. Rosenberg, Alih Bahasa Hunardja.2002)

 

Banyak factor yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan bayi menjadi anak , remaja , dan dewasa . Faktor tersebut dapat bersifat postif dan negatif.

  1. Faktor Positif

Faktor yang memberikan pengaruh positif meliputi : memberikan pegaruh yang positif pula seperti intake nutrisi yang baik dan seimbang, pemeliharaan kesehatan yang baik , pola pengasuhan yang baik , serta kondisi lingkungan yang besih dan sehat, dll.

  1. Faktor Negatif

Faktor yang memberikan pengaruh yang negarif meliputi : memberikan pengaruh negative seperti kemiskinan, keterlantaran , ketunasosialan , layanan kesehatan yang jelek dll.

Oleh karena itu harus diusahakan agar anak dan remaja dapat tumbuh dan berkembang secara optimal , sehingga kelak dikemudian hari akan menjadi individu orang dewasa yang sehat , baik secara jasmani , rohani dan sosialnya . sehingga mereka bisa menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh.

 

  • Pertumbuhan Anak

 

  1. Pengertian Pertumbuhan Anak

Dalam bidang biologi, tumbuh dan berkembang merupakan dua proses yang saling berkaitan dan sulit untuk dipisahkan satu dari yang lainnya. Meskipun dari yang keduaya mempuyai pengertian yang berbeda. Pertumbuhan berkaitan dengan bertambahnya ukuran berbagai ogan tubuh (fisik) yang disebabkan oleh peningkatan ukuran masing-masing sel daalam ksatuan sel yang membentuk organ tubuhatau bertambahnya jumlah keseluruhan sel atau keduanya. Beberapa sumber mendefinisikan pertumbuhan sebagai bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh, dalam arti sebagian atau kseluruhan, karna adanya multiplikasi sel dn atau karena bertambahnya sel (sifatnya kuantitatif ). (nelson, 1988; moersintowarti, 1991,1993; mustarsid, 1993; djauhar ismail,1993).

Batasan pertumbuhan yang disampaikan diatas, dapat diambil beberapa hal penting,yaitu :

  1. Bahwa pertumbuhan merupakan perubahan pada organ fisik , bukan pada aspek non fisik.
  2. Organ fisik yang mengalami perubahan berkaitan dengan bertambahnya ukuran dan struktur.
  3. Sifat perubahan organic fisik karena peningkatan ukuran fisik . bukan penurunan ukuran fisik .
  4. Ukuran dan struktur fisik dapat berbentuk berat badan , tinggi / panjang badan , ukuran besarnya organ tubuh tertentu seperti dada, kepala , kadi , dsb.
  5. Perubahan organ fisik terjadi karena perambahan jumlah keseluruhansel atau peningkatan ukuran masing-masing sel yang membentuk organ tubuh.

 

  1. Cakupan Pertumbuhan Bayi dan Anak

Bayi yang lahir cukup bulan yaitu dengan kehamilan 40 minggu dan kalau keadaan sehat atau sempurna akan mempunyai tanda-tanda sebagai berkut ( Edhi Dharma , Endang, Sumirih , t.th)

  1. Panjang badan antara 48-50 cm
  2. Berat Badan antara 2500-3500
  3. Warna merah
  4. Terdapat jaringn / lapisan lemak dibawah kulit
  5. Menangis kuat
  6. Pernapasan kuat dan dalam
  7. Bergerak kuat /aktif
  8. Kulit dan otot kenyal
  9. Mengisap kuat
  10. Dll

Sebaliknya tanda – bayi yang kurang umur diantarnya

  1. Panjang badan kurang dari 48 cm
  2. Berat badan kurang dari 2500 g
  3. Warna pucat
  4. Tidak ada atau sedikit sekali lapisan lemak dibawah kulit
  5. Menangis lemaha atau merintih
  6. Pernafasan lemah dan pendek
  7. Bergerak lemah
  8. Kulit keriput
  9. Wajah seperti Orang tua
  10. Kulit dan otot kendor

 

Cakupan pertumbuhan bayi dan anak pada dasarya meliputi semua organ tubuh seperti kepala , leher , dada, jantung , paru-paru , otot, dan sebagainya.

Selama pertumbuhan seeorang dari janin sampai dewasa , terjadi perubahan – perubahan dari bagiann tubuh anak yang jelas berbeda porsinya.

Pola kecepatan pertumbuhan tinggi badan pad anak perempuan dan laki-laki mulai lahir gingga dewas ( dikutip dari Foetus man , Tanner , 1978 , dalam Harsono salimo . 1994 ) adalah sebagai berikut:

  1. Masa pertumbuhan yang cepat ( 0-2 than )
  2. Masa pertumbuhan lambat ( > 2-18 tahun )
  3. Masa pertumbuhan cepat lambat sampai berhenti pada wanita umur 18 tahun , sedang pada pria sampai umur 20 tahun.

 

  • Cara Pengukuran Pertumbuhan

Untuk mengetahui suatu proses pertumbuhan seseorang Individu berjalan dalam keadaan normal atau mengalami penyimpangan – penyimpangan maka perlu dilakukan pengukuran – pengukuran terhadap parameter – parameter tertentu.

 

Parameter yang digunakan untuk mengetahu ada tidaknya ganggunan pertumbuhan, maka dilakukan pengukuran tertentu yang gasilnya kemudian dibandingkan dengan parameter yang sudah terstandarisasikan , yaitu meliputi :

  1. Tinggi badan
  2. Barat badan
  3. Lingkaran engan
  4. Lingkaran kepala
  5. Lingkaran dada
  6. Lingkaran abdomen

Meskipun ada beberapa parameter yang dapat digunakan untuk mengukur pertumbuhan seseorang , namun yang paling sering digunakan adalah ukuran tinggi badan , berat badan dan lingkaran kepala ( Nelson , 1988)

 

  1. Pengukuran Tinggi Badan

Pengukuran tinggi badan dapat dilakukan sambil berbaring atau dalam posisi tubuh terdiri . Pengukuran pada posisi tubuh berbaring lebih tepat untuk anak- anak di bawah 5 tahun.

Hasil pengukkuran tinggi badan kemudian dicatat dan dibandingkan dengan table tinggi badan terhadap umur yang sedah terstandarisasikan . Apabila angka hasi pengukuran lebih pendiek / lebih panjang , maka ada indikasi abnormalitas panjang / tinggi badan.

 

  1. Pengukuran berat badan

Berat badan dapat diukur dengan menggunakan timbangan , Salah satu cra menimbang adalah menggunakan “ timbangan dacin “ Caranya :

  1. Gantungkan dacin pada tempat yang dpat menggantung seperti dahan pohon , palang rumah , penyangga kaki tiga.
  2. Periksalah apakah dacin sudah tergantung kuat , tariklah batang dacin kuat- kuat
  3. Sebelum dipakai , letakkan bandul geser pada angka 0 ( nol)
  4. Pasanglah celana timbang , kkotak timbang atau sarung timbang yang kosong pada dacin.
  5. Seimbangkan dacin yang sudah dibebani celana timbang, sarung timbang atau kotak timbang , dengan cara memasukkan pasir ke kantung plastic.
  6. Timbanglah anak , lalu seimbangkan .
  7. Lihatlah berapa berat badan anak yang ditimbang pada angka timbangan.

 

  1. Pengukuran Lingkaran Kepala

Ukuran lingkar kepala anak dapat dipakai sebagai salah satu petunjuk untuk menilai perumbuhan dan perkembangan otak Depkes , 1989) Tujuan pengukuran lingkar kepala adalah untuk menemukan kelainan ukuran lingkar kepala sedini mungkin . sehingga dapat segera dilakukan tindakan yang tepat untuk mengatasinya.

 

 

    • Perkembangan Anak

Istilah perkembangan anak dapat diartikan sebagai bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks, dalam pola yang teratur dan dapat diperkirakn sebagai hasil dari proses diferensiasi sel san jaringan tubuh, organ dan sistemnya yang terorganisasi sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat berfungsi (sifatnya kualitatif). (Nelson, 1988, Moersintowati, 1991, 1993).

 

    • Cara pengukuran perkembangan anak

Pengukuran perkembangan anak adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengikuti perkembangan kemanpuan anak. Tujuannya adalah agar apabila terjadi gangguan prkembangan pada anak dapat diketahui sedini mungkin. (Depkes. RI 1990, Jack Insley, cet. 2005)

Pengukuran perkembangan dapat menggunakan bermacam-macam instrument, seperti Denver Development Screening Test (DDST).DDST adalah salah satu dari metode screening erhadap kemungkinan adanya penyimpangan dari perkembangan. Penertian screening didasarkan atas penggunaan suatu tes yang cepat dan mudah dilaksanakan terhadap suatu populasi tertenu. Beberapa negara telah menggunakan tes ini, dan ternyata diketemukan adanya kelemahan karena adanya pngaruh cultural ataupun kebiasaan sosial masing – masing yang berbeda dalam pelaksanaan / interprestasi hasil tes tersebut.

 

  1. Gangguan Pertumbuhan dan Perkembangan

 

    • Gangguan Pertumbuhan

Ganguan pertumbuhan adalah suatu pertumbuhan yang terganggu . artinya suatu pertumbuahn bayi dan anak yang apabila dibandingkan dengan pertumbuhan bayi dan anak pada umtumnya menunjukkan adanya penyimpanagan / kelainan . Misalnya berat badan bayi yang lebih ringan atau lebih berat disbanding brat badan byi lain seyanya. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya gangguan . pertumbuhan adalah factor genetic , hormonal dan lingkungan , terutama nutrisi ( Djauhar Ismail, 1993).

Menurut Moersintowati B. Narendra ( 1993) manifestasi ganguan pertumbuhan dapat dalam bentuk berikut :

    1. Terjadinya restardasi pertumbua konstitusional ,misalnyapada kelainan asteopati herediter ( kelainan tulang Bawaan ), chondodystrofi ( kelainan jaringan tulang rawan ) , jenis dwarfisme intra uterin ( cebol dalam rahim,.dsb
    2. Retardasi pertumbuhan hormonial ( endoktrin )
    3. Retardasi pertumbuhan akibat depriviasi maternal
    4. Retardasi pertumbuhan karena metabolisme . misanya penyakit saluran cerna yan kronis , gangguan kardo vaskuler , anemi , kelainan ginjal ,dsb

Sementara itu menurut Gerald B . Merenstein , David W.Kaplan , Adam A. Rosenberg , Alih bahasa Hunardja ( Cet. 2002 ) manifestasi gangguan pertumbuhan dapat dalam beruk :

  1. Postur tubuh pendek
  2. Gagal tumbuh kembang
  3. peostur tubuh tinggi
  4. Diabetes inspidus , dengan gejala seperi rasa haus yang gebat.
  5. Prekoksitas seksual atau perkembangan seksual sekunder lebih dini , seperti pada wanita kurang dari 8 tahun , laki-laki kurang dari 9 tahun.
  6. Ganggunan gonaci atau gangguan kelenjar kelamin
  7. testis yang tidak turun kebawah
  8. Sindrom klinefelter yang dianrata gejalanya yang bersangkuan mengalami retadasi mental ringan dan kemampuan psi kososial yang buruk.

Aanak yang megalami kelainan pertumbuhan kadang-kadang juga memiliki permasalahan sekunder atau permasalahan penyerta pada aspek social dan psikologikal , seperti isoalsi diri , kurang / tidak mau bergaul dengan teman-temannya, malu , tidak percaya diri , ragu – ragu , atau bahkan dalam bentuk penurunan kemampuan seperti yang dialami anak kretein . mreka membutuhkan rehabilitasi social psikologik yangmembantu mengliminir permasalahan social psikologik anak –anak.

Program habilitasi terutama unuk pengembangan pembangunan anak pada aspek pendidikan dan keterampilan, termasuk ketrampilan dalam menolongdan merawat diri terangkum dalam program bina diri.

Melalui kegiatan rehabilitasi diharapkan anak berkelainan pertumbuhan dapat mengaktualisasikan potnsinya sehingga mereka dapa menjadi orang yang “berguna”, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

    • gangguan perkembangan anak

Sebagaimana disinggung pada uraian dimuka, bahwa hasil pemeriksaan perkembangan anak dengan menggunakan instrumen pemerisaan pekembangan anak ddi Departemen Kesehatan (1990), maka dapat diketahui adanya anak yang belum mampu/tidak mampu melakukan tahapan perkmbangan sesuai dengan umurnya. Anak-anak yang belum mampu tersebut berti memiliki indikasi adanya keterlambatan perkembangan.

Ada dua bentuk gangguan perkembangan, yaitu:

  1. gangguan perkembangan
  2. kelainan

sedangkan pada balita, gangguan perkembangan dapat menimbulkan manifestasi klinik yang bermacam-macam, kasus yang sering dijumpai menurut moersintowati (1993) adalah:

  1. gangguan motorik kasaar
  2. gangguan bicara
  3. gangguan belajar
  4. gangguan psikologis dengan manifestasi fisik
  5. gangguan makan, buang air besar
  6. gangguan cemas

 

    • Cara Stimulasi Gangguan Perkembangan

Stimulasi perkembangan adalah serangkaian yang bertujuan untuk menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi perkembangan, sehingga anak dapat berkembang kemampuannya secara opyimal (Depkes. RI, 1990). Manfaat stimulasi kemampuan adalah:

    1. Untuk membantu anak mencapai tingkat perkembangan optimal.
    2. Menghhindari kelambatan perkembangan, sehingga tidak terjadi gangguan perkembangn lebih lanjut.
    3. Meningktkan kemampuan orang tua/ibu dalam menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi perkembangan (Depkes. RI, 1989, 1990).

Bagi anak berkelainan perkembangan, ada banyak bentuk program habilitasi dan rehabilitasi , seperti :

  1. Pemenuhan kebutuhan peralatan peralatan khusus , seperti untuk tuna netra membutuhkan tongkat putih , reglet , ketik Braille . untukanak tunarungu ada yang membutuhkan ortodik dan / atau prostetik.
  2. Bimbingan penggunaan alat Bantu khusus
  3. Bimbingan pemecahan masalah , seperti bimbingan mental keagamaan , bimbinganmental kepribadian , bimbingan social.
  4. Pelayanan pendidikan.
  5. Latihan dan bimbingan vokasional
  6. Program terapi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak , seperti speech therapy , physio therpy , occupational therapy , dsb.

Melalui kegiatan rhabilitasi dan habilitasi diharapkan anak berkelainan perkembangan dapat mengaktualisasikan potensinya segingga merka dapat menjadi orang yang “ berguna “ baik bagi diri sediri maupun bagi orang lain.

 

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

penjas

November 3, 2009 at 1:43 pm (1)

Pendidikan jasmani pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu, baik dalam hal fisik, mental, serta emosional. Pendidikan jasmani memperlakukan anak sebagai sebuah kesatuan utuh, mahluk total, daripada hanya menganggapnya sebagai seseorang yang terpisah kualitas fisik dan mentalnya.

Pada kenyataannya, pendidikan jasmani adalah suatu bidang kajian yang sungguh luas. Titik perhatiannya adalah peningkatan gerak manusia. Lebih khusus lagi, penjas berkaitan dengan hubungan antara gerak manusia dan wilayah pendidikan lainnya: hubungan dari perkembangan tubuh-fisik dengan pikiran dan jiwanya. Fokusnya pada pengaruh perkembangan fisik terhadap wilayah pertumbuhan dan perkembangan aspek lain dari manusia itulah yang menjadikannya unik. Tidak ada bidang tunggal lainnya seperti pendidikan jasmani yang berkepentingan dengan perkembangan total manusia.

Per definisi, pendidikan jasmani diartikan dengan berbagai ungkapan dan kalimat. Namun esensinya sama, yang jika disimpulkan bermakna jelas, bahwa pendidikan jasmani memanfaatkan alat fisik untuk mengembangan keutuhan manusia. Dalam kaitan ini diartikan bahwa melalui fisik, aspek mental dan emosional pun turut terkembangkan, bahkan dengan penekanan yang cukup dalam. Berbeda dengan bidang lain, misalnya pendidikan moral, yang penekanannya benar-benar pada perkembangan moral, tetapi aspek fisik tidak turut terkembangkan, baik langsung maupun secara tidak langsung.

Karena hasil-hasil kependidikan dari pendidikan jasmani tidak hanya terbatas pada manfaat penyempurnaan fisik atau tubuh semata, definisi penjas tidak hanya menunjuk pada pengertian tradisional dari aktivitas fisik. Kita harus melihat istilah pendidikan jasmani pada bidang yang lebih luas dan lebih abstrak, sebagai satu proses pembentukan kualitas pikiran dan juga tubuh.

Sungguh, pendidikan jasmani ini karenanya harus menyebabkan perbaikan dalam ‘pikiran dan tubuh’ yang mempengaruhi seluruh aspek kehidupan harian seseorang. Pendekatan holistik tubuh-jiwa ini termasuk pula penekanan pada ketiga domain kependidikan: psikomotor, kognitif, dan afektif. Dengan meminjam ungkapan Robert Gensemer, penjas diistilahkan sebagai proses menciptakan “tubuh yang baik bagi tempat pikiran atau jiwa.” Artinya, dalam tubuh yang baik ‘diharapkan’ pula terdapat jiwa yang sehat, sejalan dengan pepatah Romawi Kuno: Men sana in corporesano.

Kesatuan Jiwa dan Raga

Salah satu pertanyaan sulit di sepanjang jaman adalah pemisahan antara jiwa dan raga atau tubuh. Kepercayaan umum menyatakan bahwa jiwa dan raga terpisah, dengan penekanan berlebihan pada satu sisi tertentu, disebut dualisme, yang mengarah pada penghormatan lebih pada jiwa, dan menempatkan kegiatan fisik secara lebih inferior.

Pandangan yang berbeda lahir dari filsafat monisme, yaitu suatu kepercayaan yang memenangkan kesatuan tubuh dan jiwa. Kita bisa melacak pandangan ini dari pandangan Athena Kuno, dengan konsepnya “jiwa yang baik di dalam raga yang baik.” Moto tersebut sering dipertimbangkan sebagai pernyataan ideal dari tujuan pendidikan jasmani tradisional: aktivitas fisik mengembangkan seluruh aspek dari tubuh; yaitu jiwa, tubuh, dan spirit. Tepatlah ungkapan Zeigler bahwa fokus dari bidang pendidikan jasmani adalah aktivitas fisik yang mengembangkan, bukan semata-mata aktivitas fisik itu sendiri. Selalu terdapat tujuan pengembangan manusia dalam program pendidikan jasmani.

Akan tetapi, pertanyaan nyata yang harus dikedepankan di sini bukanlah ‘apakah kita percaya terhadap konsep holistik tentang pendidikan jasmani, tetapi, apakah konsep tersebut saat ini bersifat dominan dalam masyarakat kita atau di antara pengemban tugas penjas sendiri?

Dalam masyarakat sendiri, konsep dan kepercayaan terhadap pandangan dualisme di atas masih kuat berlaku. Bahkan termasuk juga pada sebagian besar guru penjas sendiri, barangkali pandangan demikian masih kuat mengakar, entah akibat dari kurangnya pemahaman terhadap falsafah penjas sendiri, maupun karena kuatnya kepercayaan itu. Yang pasti, masih banyak guru penjas yang sangat jauh dari menyadari terhadap peranan dan fungsi pendidikan jasmani di sekolah-sekolah, sehingga proses pembelajaran penjas di sekolahnya masih lebih banyak ditekankan pada program yang berat sebelah pada aspek fisik semata-mata. Bahkan, dalam kasus Indonesia, penekanan yang berat itu masih dipandang labih baik, karena ironisnya, justru program pendidikan jasmani di kita malahan tidak ditekankan ke mana-mana. Itu karena pandangan yang sudah lebih parah, yang memandang bahwa program penjas dipandang tidak penting sama sekali.

Nilai-nilai yang dikandung penjas untuk mengembangkan manusia utuh menyeluruh, sungguh masih jauh dari kesadaran dan pengakuan masyarakat kita. Ini bersumber dan disebabkan oleh kenyataan pelaksanaan praktik penjas di lapangan. Teramat banyak kasus atau contoh di mana orang menolak manfaat atau nilai positif dari penjas dengan menunjuk pada kurang bernilai dan tidak seimbangnya program pendidikan jasmani di lapangan seperti yang dapat mereka lihat. Perbedaan atau kesenjangan antara apa yang kita percayai dan apa yang kita praktikkan (gap antara teori dan praktek) adalah sebuah duri dalam bidang pendidikan jasmani kita.

Hubungan Pendidikan Jasmani dengan Bermain dan Olahraga

Dalam memahami arti pendidikan jasmani, kita harus juga mempertimbangkan hubungan antara bermain (play) dan olahraga (sport), sebagai istilah yang lebih dahulu populer dan lebih sering digunakan dalam konteks kegiatan sehari-hari. Pemahaman tersebut akan membantu para guru atau masyarakat dalam memahami peranan dan fungsi pendidikan jasmani secara lebih konseptual.

Bermain pada intinya adalah aktivitas yang digunakan sebagai hiburan. Kita mengartikan bermain sebagai hiburan yang bersifat fisikal yang tidak kompetitif, meskipun bermain tidak harus selalu bersifat fisik. Bermain bukanlah berarti olahraga dan pendidikan jasmani, meskipun elemen dari bermain dapat ditemukan di dalam keduanya.

Olahraga di pihak lain adalah suatu bentuk bermain yang terorganisir dan bersifat kompetitif. Beberapa ahli memandang bahwa olahraga semata-mata suatu bentuk permainan yang terorganisasi, yang menempatkannya lebih dekat kepada istilah pendidikan jasmani. Akan tetapi, pengujian yang lebih cermat menunjukkan bahwa secara tradisional, olahraga melibatkan aktivitas kompetitif.

Ketika kita menunjuk pada olahraga sebagai aktivitas kompetitif yang terorganisir, kita mengartikannya bahwa aktivitas itu sudah disempurnakan dan diformalkan hingga kadar tertentu, sehingga memiliki beberapa bentuk dan proses tetap yang terlibat. Peraturan, misalnya, baik tertulis maupun tak tertulis, digunakan atau dipakai dalam aktivitas tersebut, dan aturan atau prosedur tersebut tidak dapat diubah selama kegiatan berlangsung, kecuali atas kesepakatan semua pihak yang terlibat.

Di atas semua pengertian itu, olahraga adalah aktivitas kompetitif. Kita tidak dapat mengartikan olahraga tanpa memikirkan kompetisi, sehingga tanpa kompetisi itu, olahraga berubah menjadi semata-mata bermain atau rekreasi. Bermain, karenanya pada satu saat menjadi olahraga, tetapi sebaliknya, olahraga tidak pernah hanya semata-mata bermain; karena aspek kompetitif teramat penting dalam hakikatnya.

Di pihak lain, pendidikan jasmani mengandung elemen baik dari bermain maupun dari olahraga, tetapi tidak berarti hanya salah satu saja, atau tidak juga harus selalu seimbang di antara keduanya. Sebagaimana dimengerti dari kata-katanya, pendidikan jasmani adalah aktivitas jasmani yang memiliki tujuan kependidikan tertentu. Pendidikan Jasmani bersifat fisik dalam aktivitasnya dan penjas dilaksanakan untuk mendidik. Hal itu tidak bisa berlaku bagi bermain dan olahraga, meskipun keduanya selalu digunakan dalam proses kependidikan.

Bermain, olahraga dan pendidikan jasmani melibatkan bentuk-bentuk gerakan, dan ketiganya dapat melumat secara pas dalam konteks pendidikan jika digunakan untuk tujuan-tujuan kependidikan. Bermain dapat membuat rileks dan menghibur tanpa adanya tujuan pendidikan, seperti juga olahraga tetap eksis tanpa ada tujuan kependidikan. Misalnya, olahraga profesional (di Amerika umumnya disebut athletics) dianggap tidak punya misi kependidikan apa-apa, tetapi tetap disebut sebagai olahraga. Olahraga dan bermain dapat eksis meskipun secara murni untuk kepentingan kesenangan, untuk kepentingan pendidikan, atau untuk kombinasi keduanya. Kesenangan dan pendidikan tidak harus dipisahkan secara eksklusif; keduanya dapat dan harus beriringan bersama.

Lalu bagaimana dengan rekreasi dan dansa (dance)?

Para ahli memandang bahwa rekreasi adalah aktivitas untuk mengisi waktu senggang. Akan tetapi, rekreasi dapat pula memenuhi salah satu definisi “penggunaan berharga dari waktu luang.” Dalam pandangan itu, aktivitas diseleksi oleh individu sebagai fungsi memperbaharui ulang kondisi fisik dan jiwa, sehingga tidak berarti hanya membuang-buang waktu atau membunuh waktu. Rekreasi adalah aktivitas yang menyehatkan pada aspek fisik, mental dan sosial. Jay B. Nash menggambarkan bahwa rekreasi adalah pelengkap dari kerja, dan karenanya merupakan kebutuhan semua orang.

Dengan demikian, penekanan dari rekreasi adalah dalam nuansa “mencipta kembali” (re-creation) orang tersebut, upaya revitalisasi tubuh dan jiwa yang terwujud karena ‘menjauh’ dari aktivitas rutin dan kondisi yang menekan dalam kehidupan sehari-hari. Landasan kependidikan dari rekreasi karenanya kini diangkat kembali, sehingga sering diistilahkan dengan pendidikan rekreasi, yang tujuan utamanya adalah mendidik orang dalam bagaimana memanfaatkan waktu senggang mereka.

Sedangkan dansa adalah aktivitas gerak ritmis yang biasanya dilakukan dengan iringan musik, kadang dipandang sebagai sebuah alat ungkap atau ekspresi dari suatu lingkup budaya tertentu, yang pada perkembangannya digunakan untuk hiburan dan memperoleh kesenangan, di samping sebagai alat untuk menjalin komunikasi dan pergaulan, di samping sebagai kegiatan yang menyehatkan.

Di Amerika, dansa menjadi bagian dari program pendidikan jasmani, karena dipandang sebagai alat untuk membina perbendaharaan dan pengalaman gerak anak, di samping untuk meningkatkan kebugaran jasmani serta pewarisan nilai-nilai. Meskipun menjadi bagian penjas, dansa sendiri masih dianggap sebagai cabang dari seni. Kemungkinan bahwa dansa digunakan dalam penjas terutama karena hasilnya yang mampu mengembangkan orientasi gerak tubuh. Bahkan ditengarai bahwa aspek seni dari dansa dipandang mampu mengurangi kecenderungan penjas agar tidak terlalu berorientasi kompetitif dengan memasukkan unsur estetikanya. Jadi sifatnya untuk melengkapi fungsi dan peranan penjas dalam membentuk manusia yang utuh seperti diungkap di bagian-bagian awal naskah ini.

diposting dari :

http://www.pbprimaciptautama.blogspot.com/2007/06/falsafah-pendidikan-jasmani.ht

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Next page »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.