lanjutan biomekanika

November 3, 2009 at 1:19 pm (Portopolio)

TUGAS 4

  • Sebuah bola bergerak pd sudut 45o dgn gris horizontal, berkecepatan 15 m/dtk
  • Berapakah jauh jarak horizontal yg dpt dicapai dan ditempuh dlm waktu beberapa detik?
  • Berapakah jrak vertical yang dpt dicapai dan ditempuh dalam wktu beberapa detik?

Diket : Vo = 15m/dt 45o sin 2 α = 1

α = 45o 60o sin 2 α = 0,866

g = 10 m/s2 40o sin 2 α = 0,984

Jwb. Horizontal

45o 40o 60o

R = R = R =

= = =

= 22,5 = 22,14 = 19,485

t = t = t =

= = =

= 2,1213 = 1,926 = 2,598

Vertikal

45o 40o 60o

St = St = St =

= = =

= = =

= 5,62 = 4,65 = 8,44

t = t = t =

= = =

= 1,5 = 1,48 = 1,3

TUGAS 5

Menghitung jarak hasil tolak peluru

Diket = Vo = 7 m/dt

α = 40o

g = 10 m/dt2

h = 2 m

Jwb =

R1+R2+R3 =

= 0,305 +

= 0,305 +

= 0,305 +

= 0,305 +

= 0,305 +

= 0,305 + 34,163

=34,47 m

Menghitung lompat jauh

Diket = α =40o

h = 0,80 m

Vo = 7 m/dt

C = 0,95 m

Jawab =

R1+R2+R3=

=

=

= 4,06 m

TUGAS 6

Aplikasi Hukum Newton Terhadap Olahraga

  1. Hukum Kelembaman

Tubuh yang diam cenderung tetap diam, padahal tubuh yang bergerak cenderung meneruskan gerak dengan kecepatan yang tetap dan kearah yang sama, kecuali ada perlakuan terhadap oleh kekuatan dari luar.

Contoh seorang kipper dalam sepak bola yang menendang bola akibat bola keluar, dalam hukum kelembaman bola akan tetap diam bila tidak ada gaya dari luar (seorang pemain yang menendang bola)

2.Hukum Percepatan

Kecepatan tubuh hanya diubah jika terhadapnya dilakukan kekuatan tambahan. Dalam penerapan hukum percepatan ini, prinsip – prinsip berikut menghasilkan percepatan atau pemeliharaan kecepatan dan momentum yaitu percepatan berbanding lurus pada kekuatan yang menyebabkannya.

Contoh dalam sepak bola seorang yang mendrible bola, yang mengalami percepatan.

3.Hukum Reaksi

Setiap aksi selalu ada reaksi yang sama dan berlawanan . Prinsip hukum reaksi ini bergantung pada kekuatan otot yang digunakan melawan permukaan atau objek.

Contoh pada saat kita mendrible bola basket semakin keras kita menekan bola maka semakin keras pula pantulan bola tersebut.

TUGAS 7

SISTEM PENGUNGKIT

  1. Cabang Olahraga yang Menggunakan Sistem Pengungkit I

Sistem Pengungkit dapat diaplikasikan ke dalam olahraga yang sering kita lakukan. Sistem Pengungkit I digunakan dalam olahraga permainan bola basket. Pada saat melakukan gerakan shooting, maka kita menggunakan jenis pengungkit I yakni sumbu putaran terletak antara beban dan gaya. Sendi siku (ekstensi sendi siku/articulatio cubiti) yang menggerakkan incertio tricep brachii dan lengan bawah dan tangan. Sendi siku menggerakkan lengan bawah dan tangan yang terdapat berat, sehingga incertio tricep brachii akan tergerak dan memberikan gaya. Dengan adanya pergerakan sistem sendi yang merupakan jenis pengungkit I, maka sendi siku incertio tricep brachii memberikan gaya pada berat yang ada pada tangan sehingga bola dapat masuk dengan tepat ke dalam ring.

  1. Cabang Olahraga yang Menggunakan Sistem Pengungkit III

Di dalam olahraga permainan bola voli dapat diaplikasikan juga jenis pengungkit III, terutama pada saat melakukan phusing. Jenis pengungkit III yakni gaya terletak antara beban dan sumbu putaran. Sendi yang menggerakkan adalah sendi siku dan menggerakkan incertio bicep brachii dan lengan bawah dan tangan. Namun berbeda dengan jenis pengungkit I, disini gaya yakni incertio bicep brachii berda di antara sumbu putaran yakni sendi siku dan beban yakni lenganbawah tangan. Dengan adanya gerakan dari sendi siku yang menghasilkan sebuah gaya, akan mendorong beban yang tidak lain adalah bola voli itu sendiri sehingga kita dapat memukul bola voli ke atas yang disebut teknik phusing.

TUGAS 8

Aplikasi moment gaya dalam olahraga

Pukulan pada soft ball

Pukulan pada soft ball membutuhkan tenaga yang kuat untuk memukul bola. Oleh karena itu gaya yang dilakukan harus benar untuk menghasilkan pukulan yang keras. Sehingga tangan moment menjadi lebih perpanjang untuk menghasilkan pukulan yang keras. Dengan begitu moment gaya menjadi besar, sehingga pukulannya menjadi jauh dan keras.

Contoh soal :

Seorang pemain soft ball melepas pukulannya dengan kecepatan rata-rata 22,25 radial /detik. Besarnya jarak antara pusat bola sampai dgn pusat putaran (sendi lengan) adalah 80 centimeter(radius). Berapa kecepatan linier pukulannya?

Jawab :

V = 22,25 X 80 = 9 m/dtk

Jika radius diperpanjang manjadi 70 cm, maka :

V = 22,25 X 95 = 14,63 m/dtk

TUGAS IX

Aplikasi Gaya Sentrifugal Dan Sentripetal Dalam Olahraga

  1. Gaya Sentrifugal

Salah satu contoh aplikasi gaya sentrifugal pada olahraga adalah pada saat lari 400 m. Pelari pada saat melewati tikungan harus memiringkan badan untuk mengurangi gaya sentrifugal. Gaya ini terletak pada saat pelari melewati tikungan, pelari tidak boleh mengurangi kecepatan melainkan mencondongkan badanya. Sudut kemiringan harus disesuaikan dengan sudut tikungan, makin kecil sudut tikungan maka sudut kemiringan badan harus diperkecil.

  1. Gaya Sentripetal

Contoh gaya sentripetal pada kegiatan olahraga adalah pada permainan sepak bola. Dalam permainan sepak bola gaya ini terletak pada tendangan pisang, dimana bola bergerak melengkung/ berbelok mengikuti arah putaran bola. Jika menendangnya cepat dan keras, maka gaya yang dihasilkan juga akan max.

TUGAS X

Aplikasi Gaya Geser dalam Olahraga

Ketidak teraturan permukan ( Pada sepak bola )

Pada permainan sepak bola jika lapangannya tidak rata/ bergelombang, permainannya akan sulit berkembang dan bola menjadi liar. Contohnya pada passing, bola tidak akan bisa bergerak lurus dan akan berubah arah dikarenakan ketidak teraturan permukaan lapangan.

Gaya yang menekan kedua benda ( permainan skeate boart/ papan luncur)

Pada permainan ini terletak pada roda papan tersebut, jika roda semakin halus dan melingkar maka gaya geser akan semakin kecil. Sehingga dapat meluncur dengan cepat.

Luas permukaan kedua benda ( Pemain hoki es )

Pada permainan hoki es gaya geser/ hambatan terletak pada sepatu pemain. Jika sepatu pemain tersebut tajam hambatannya/ gaya geserny semakin kecil, sehingga dapat melaju dengan cepat.

TUGAS 11

CONTOH SOAL

Bola dilempar dengan kecepatan 40 m/dtk, kecepatan pemukul 15 m/dtk, berat pemukul 4 kg dan berat bola 1 kg. Koefisien elastisitas bola 0.5. berapakah kecepatan bola setelah kena pukul?

Diket: U1 = 40 m/dt

U2 = 15 m/dt

m1 = 4 kg

m2 = 1 kg

e = 0,5

Jawab :

V1 = (m1 – em2)U1+ (1 + e)m x U2

m1 + m2

=(4 – 0.5 . 1 )40 + (1 + 0.5)1 x 15

4 + 1

= 32, 5 m/dtk

Jika bola dilemparkan dengan kecepatan 25 m/dt, maka :

V1 = (m1 – em2)U1+ (1 + e)m x U2

m1 + m2

=(4 – 0.5 . 1 )25 + (1 + 0.5)1 x 15

4 + 1

=22 m/dk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: