OSTEOPOROSIS

November 3, 2009 at 1:29 pm (Tugas Kuliah)

OSTEOPOROSIS

Karya Tulis Ini Ditujukan Sebagai Persyaratan

Tugas Mata Kuliah Ilmu Faal

Oleh Bapak Moch. Yunus, dr., M. kes

Disusun oleh:

Nama : Wahyu Eko Widiyanto

Nim : 107161410188

Off : Reg. B

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

JURUSAN ILMU KEOLAHRAGAAN

PRODI PENDIDIKAN JASMANI, KESEHATAN, DAN REKREASI

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

APRIL 2008

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas kelimpahan Rahmat dan karnianya sehingga saya bias menyusun karya tulis ini. Yang berjudul “OSTEOPOROSIS”.

Dalam karya tulis ini akan dibahas pengertian, penyebab, gejala, pengobatan, dan pencegahan tentang osteoporosis. Semoga karya tulis ini dapat menmbahah pengetahuan tentang osteoporosis.

Pepatah mengatakan tidak ada gading yang tidak retak, demikian pula dengan karya tulis ini yang masih kurang sempurna. Sehingga kritik dan saran untuk kesempurnaan karya tulis ini sangat saya harapkan untuk pedoman dan acuan dalam penulisan karya tulis berikutnya. Saya mengucapkan banyak terima kasihkepada pihak yang telah membantu dalam penulisan karya tulis ini.

Malang, 3 Mei 2008

Penyusun

Daftar Isi

Halaman judul……………………………………………………………………….i

Kata pengantar…………………………………………………………………….ii

Daftar isi………………………………………………………………………….iii

BAB I Pendahuluan

1. 1 Latar belakang………………………………………………………1

1. 2 Rumusan masalah…………………………………………………….1

1. 3 Tujuan ……………………………………………………………..1

BAB II Pembahasan

2. 1 Pengertian osteoporosis…………………………………………….2

2. 2 Penyebab osteoporosis…………………………………………….2

2. 3 Gajala……………………………………………………………….3

2. 4 Pengobatan………………………………………………………….4

2. 5 Pencegahan…………………………………………………………5

BAB III Penutup

3. 1 Kesimpulan…………………………………………………………6

3. 2 Saran………………………………………………………………..6

Daftar pustaka

BAB II

PENDAHULUAN

1. 1 Latar belakang

Tulang merupakan strutur yang hidup. Kekerasan dan kualiti mineralnya terhasil dari tindakan sel tulang. Sel- sel tulang ini akan memadatkan kalsium dan fosforus dalam matriks tulang (tisu dimana terlekatnya sel- sel tulang ) dan juga mengeluarkannya dari matriks ini secara berterusan. Ketumpangan tulang yang normal terbentuk hasil dari keseimbangan antara kadar endapan dan kadar pengeluaran kedua ion tersebut.

1. 2 Rumusan masalah

1. 2. 1 Apakah yang dimksud dangan osteoporosis?

1. 2. 2 Apa penyebab osteoporosis?

1. 2. 3 Apa gejala yang ditimbulkan osteoporosis?

1. 2. 4 Bagaimana pengobatan osteoporosis?

1. 2. 5 Bagaimanakah pencegahannya?

1. 3 Tujuan

1. 3. 1 Mengetahui pengertian osteoporosis

1. 3. 2 Mengetahui penyebab osteoporosis

1. 3. 3 Mengerti gejala yang ditimbulkan

1. 3. 4 Mengetahui cara pengobatannya

1. 3. 5 Mengerti cara pencegahannya

BAB II

PEMBAHASAN

2. 1 Pengertian Osteoporosis

Osteoporosis adalah berkurangnya kepadatan tulang yang progresif, sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah.Tulang terdiri dari mineral-mineral seperti kalsium dan fosfat, sehingga tulang menjadi keras dan padat.Untuk mempertahankan kepadatan tulang, tubuh memerlukan persediaan kalsium dan mineral lainnya yang memadai, dan harus menghasilkan hormon dalam jumlah yang mencukupi (hormon paratiroid, hormon pertumbuhan, kalsitonin, estrogen pada wanita dan testosteron pada pria). Juga persediaan vitamin D yang adekuat, yang diperlukan untuk menyerap kalsium dari makanan dan memasukkan ke dalam tulang.

Secara progresif, tulang meningkatkan kepadatannya sampai tercapai kepadatan maksimal (sekitar usia 30 tahun). Setelah itu kepadatan tulang akan berkurang secara perlahan.Jika tubuh tidak mampu mengatur kandungan mineral dalam tulang, maka tulang menjadi kurang padat dan lebih rapuh, sehingga terjadilah osteoporosis.

2. 2 Penyebab Osteoporosis

  1. Osteoporosis postmenopausal terjadi karena kekurangan estrogen (hormon utama pada wanita), yang membantu mengatur pengangkutan kalsium ke dalam tulang pada wanita. Biasanya gejala timbul pada wanita yang berusia di antara 51-75 tahun, tetapi bisa mulai muncul lebih cepat ataupun lebih lambat. Tidak semua wanita memiliki resiko yang sama untuk menderita osteoporosis postmenopausal, wanita kulit putih dan daerah timur lebih mudah menderita penyakit ini daripada wanita kulit hitam.
  2. Osteoporosis senilis kemungkinan merupakan akibat dari kekurangan kalsium yang berhubungan dengan usia dan ketidakseimbangan diantara kecepatan hancurnya tulang dan pembentukan tulang yang baru. Senilis berarti bahwa keadaan ini hanya terjadi pada usia lanjut. Penyakit ini biasanya terjadi pada usia diatas 70 tahun dan 2 kali lebih sering menyerang wanita. Wanita seringkali menderita osteoporosis senilis dan postmenopausal.
  3. Osteoporosis sekunder dialami kurang dari 5% penderita osteoporosis, yang disebabkan oleh keadaan medis lainnya atau oleh obat-obatan. Penyakit ini bisa disebabkan oleh gagal ginjal kronis dan kelainan hormonal (terutama tiroid, paratiroid dan adrenal) dan obat-obatan (misalnya kortikosteroid, barbiturat, anti-kejang dan hormon tiroid yang berlebihan). Pemakaian alkohol yang berlebihan dan merokok bisa memperburuk keadaan ini.
  4. Osteoporosis juvenil idiopatik merupakan jenis osteoporosis yang penyebabnya tidak diketahui. Hal ini terjadi pada anak-anak dan dewasa muda yang memiliki kadar dan fungsi hormon yang normal, kadar vitamin yang normal dan tidak memiliki penyebab yang jelas dari rapuhnya tulang.

2. 3 Gejala

Kepadatan tulang berkurang secara perlahan (terutama pada penderita osteoporosis senilis), sehingga pada awalnya osteoporosis tidak menimbulkan gejala. Jika kepadatan tulang sangat berkurang sehingga tulang menjadi kolaps atau hancur, maka akan timbul nyeri tulang dan kelainan bentuk. Kolau pada tulang belakang menyebabkan nyeri punggung menahun. Tulang belakang yang rapuh bisa mengalami kolaps secara spontan atau karena cedera ringan. Biasanya nyeri timbul secara tiba-tiba dan dirasakan di daerah tertentu dari punggung, yang akan bertambah nyeri jika penderita berdiri atau berjalan. Jika disentuh, daerah tersebut akan terasa sakit, tetapi biasanya rasa sakit ini akan menghilang secara bertahap setelah beberapa minggu atau beberapa bulan. Jika beberapa tulang belakang hancur, maka akan terbentuk kelengkungan yang abnormal dari tulang belakang (punuk Dowager), yang menyebabkan ketegangan otot dan sakit. Tulang lainnya bisa patah, yang seringkali disebabkan oleh tekanan yang ringan atau karena jatuh.Salah satu patah tulang yang paling serius adalah patah tulang panggul. Hal yang juga sering terjadi adalah patah tulang lengan (radius) di daerah persambungannya dengan pergelangan tangan, yang disebut fraktur Colles. Selain itu, pada penderita osteoporosis, patah tulang cenderung menyembuh secara perlahan.

2. 4 Pengobatan

Tujuan pengobatan adalah meningkatkan kepadatan tulang.Semua wanita, terutama yang menderita osteoporosis, harus mengkonsumsi kalsium dan vitamin D dalam jumlah yang mencukupi. Wanita pasca menopause yang menderita osteoporosis juga bisa mendapatkan estrogen (biasanya bersama dengan progesteron) atau alendronat, yang bisa memperlambat atau menghentikan penyakitnya. Bifosfonat juga digunakan untuk mengobati osteoporosis.

Alendronat berfungsi:

– mengurangi kecepatan penyerapan tulang pada wanita pasca menopause

– meningkatakan massa tulang di tulang belakang dan tulang panggul

– mengurangi angka kejadian patah tulang.

Supaya diserap dengan baik, alendronat harus diminum dengan segelas penuh air pada pagi hari dan dalam waktu 30 menit sesudahnya tidak boleh makan atau minum yang lain. Alendronat bisa mengiritasi lapisan saluran pencernaan bagian atas, sehingga setelah meminumnya tidak boleh berbaring, minimal selama 30 menit sesudahnya. Obat ini tidak boleh diberikan kepada orang yang memiliki kesulitan menelan atau penyakit kerongkongan dan lambung tertentu. Kalsitonin dianjurkan untuk diberikan kepada orang yang menderita patah tulang belakang yang disertai nyeri. Obat ini bisa diberikan dalam bentuk suntikan atau semprot hidung. Tambahan fluorida bisa meningkatkan kepadatan tulang. Tetapi tulang bisa mengalami kelainan dan menjadi rapuh, sehingga pemakaiannya tidak dianjurkan.

Pria yang menderita osteoporosis biasanya mendapatkan kalsium dan tambahan vitamin D, terutama jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tubuhnya tidak menyerap kalsium dalam jumlah yang mencukupi.Jika kadar testosteronnya rendah, bisa diberikan testosteron. Patah tulang karena osteoporosis harus diobati.Patah tulang panggul biasanya diatasi dengan tindakan pembedahan. Patah tulang pergelangan biasanya digips atau diperbaiki dengan pembedahan. Pada kolaps tulang belakang disertai nyeri punggung yang hebat, diberikan obat pereda nyeri, dipasang supportive back brace dan dilakukan terapi fisik.

2. 5 Pencegahan

Pencegahan osteoporosis meliputi:

  • Mempertahankan atau meningkatkan kepadatan tulang dengan mengkonsumsi kalsium yang cukup

  • Melakukan olah raga dengan beban

  • Mengkonsumsi obat (untuk beberapa orang tertentu).

Mengkonsumsi kalsium dalam jumlah yang cukup sangat efektif, terutama sebelum tercapainya kepadatan tulang maksimal (sekitar umur 30 tahun). Minum 2 gelas susu dan tambahan vitamin D setiap hari, bisa meningkatkan kepadatan tulang pada wanita setengah baya yang sebelumnya tidak mendapatkan cukup kalsium. Sebaiknya semua wanita minum tablet kalsium setiap hari, dosis harian yang dianjurkan adalah 1,5 gram kalsium. Olah raga beban (misalnya berjalan dan menaiki tangga) akan meningkatkan kepadatan tulang.

Berenang tidak meningkatkan kepadatan tulang. Estrogen membantu mempertahankan kepadatan tulang pada wanita dan sering diminum bersamaan dengan progesteron. Terapi sulih estrogen paling efektif dimulai dalam 4-6 tahun setelah menopause; tetapi jika baru dimulai lebih dari 6 tahun setelah menopause, masih bisa memperlambat kerapuhan tulang dan mengurangi resiko patah tulang. Raloksifen merupakan obat menyerupai estrogen yang baru, yang mungkin kurang efektif daripada estrogen dalam mencegah kerapuhan tulang, tetapi tidak memiliki efek terhadap payudara atau rahim. Untuk mencegah osteroporosis, bisfosfonat (contohnya alendronat), bisa digunakan sendiri atau bersamaan dengan terapi sulih hormon.

BAB III

PENUTUP

3. 1 Kesimpulan

Tulang terdiri dari mineral-mineral seperti kalsium dan fosfat, sehingga tulang menjadi keras dan padat.Untuk mempertahankan kepadatan tulang, tubuh memerlukan persediaan kalsium dan mineral lainnya yang memadai, dan harus menghasilkan hormon dalam jumlah yang mencukupi (hormon paratiroid, hormon pertumbuhan, kalsitonin, estrogen pada wanita dan testosteron pada pria). Juga persediaan vitamin D yang adekuat, yang diperlukan untuk menyerap kalsium dari makanan dan memasukkan ke dalam tulang.

Secara progresif, tulang meningkatkan kepadatannya sampai tercapai kepadatan maksimal (sekitar usia 30 tahun). Setelah itu kepadatan tulang akan berkurang secara perlahan.Jika tubuh tidak mampu mengatur kandungan mineral dalam tulang, maka tulang menjadi kurang padat dan lebih rapuh, sehingga terjadilah osteoporosis.

3. 2 Saran

Demikian karya tulis ini saya buat, saran dan masukan dari pembaca terutama dosen pembimbing mata kuliah yang bersangkutan sangat saya harapkan agar tercipta karya tulis yang lebih baik dan sempurna.

Daftar Pustaka

www.wikipedia.com Informasi Lengkap Tentang Osteoporosis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: