Resum Pendidikan Jasmani

November 3, 2009 at 1:44 pm (Portopolio, Tugas Kuliah)

Nama : tedy

Nim : 107161410211

 

Resum Pendidikan Jasmani

Adaptif

 

  1. Deskripsi Pertumbuhan Perkembangan

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan suatu proses dan peristiwa yang setiap manusia atau insividu pernah mengalaminya, bahkan peristiwa itu pernah dialami oleh semua makhluk hidup seperti tumbuh – tumbuhan dan hewan. Pada manusia terutama pada masa anak-anak , proses pertumbuhan dan perkembangan ini terjadi sangant cepat , perubahan yang terjadi pada diri seseorang tidak hanya meliputi apa yang tampakmata seperti perubahan tubuh (fisik) dengan bertambahnya berat bdan dan tinggi badan, tetapi juga perbahan dari segi lain , seperti berfikir , berbahasa ,berperilaku dan lain-lain.

Pertumbuhan dan perkembangan yang baik akan menjadi modal bagi kelangsungan anak sebagai generasi penerus yang baik. Sebaliknya ia juga dapat sebagai penghambat kelangsungan generasi penerus bahkan juga dapat sebagai sumber kesusahan dan malapetaka individu , keluarga dan masyarkat ( Aziz Alimul Hidayat. Musrifatul Uliyah, 2005; Gerald B.Merenstein, David W.Kaplan , Adam A. Rosenberg, Alih Bahasa Hunardja.2002)

 

Banyak factor yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan bayi menjadi anak , remaja , dan dewasa . Faktor tersebut dapat bersifat postif dan negatif.

  1. Faktor Positif

Faktor yang memberikan pengaruh positif meliputi : memberikan pegaruh yang positif pula seperti intake nutrisi yang baik dan seimbang, pemeliharaan kesehatan yang baik , pola pengasuhan yang baik , serta kondisi lingkungan yang besih dan sehat, dll.

  1. Faktor Negatif

Faktor yang memberikan pengaruh yang negarif meliputi : memberikan pengaruh negative seperti kemiskinan, keterlantaran , ketunasosialan , layanan kesehatan yang jelek dll.

Oleh karena itu harus diusahakan agar anak dan remaja dapat tumbuh dan berkembang secara optimal , sehingga kelak dikemudian hari akan menjadi individu orang dewasa yang sehat , baik secara jasmani , rohani dan sosialnya . sehingga mereka bisa menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh.

 

  • Pertumbuhan Anak

 

  1. Pengertian Pertumbuhan Anak

Dalam bidang biologi, tumbuh dan berkembang merupakan dua proses yang saling berkaitan dan sulit untuk dipisahkan satu dari yang lainnya. Meskipun dari yang keduaya mempuyai pengertian yang berbeda. Pertumbuhan berkaitan dengan bertambahnya ukuran berbagai ogan tubuh (fisik) yang disebabkan oleh peningkatan ukuran masing-masing sel daalam ksatuan sel yang membentuk organ tubuhatau bertambahnya jumlah keseluruhan sel atau keduanya. Beberapa sumber mendefinisikan pertumbuhan sebagai bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh, dalam arti sebagian atau kseluruhan, karna adanya multiplikasi sel dn atau karena bertambahnya sel (sifatnya kuantitatif ). (nelson, 1988; moersintowarti, 1991,1993; mustarsid, 1993; djauhar ismail,1993).

Batasan pertumbuhan yang disampaikan diatas, dapat diambil beberapa hal penting,yaitu :

  1. Bahwa pertumbuhan merupakan perubahan pada organ fisik , bukan pada aspek non fisik.
  2. Organ fisik yang mengalami perubahan berkaitan dengan bertambahnya ukuran dan struktur.
  3. Sifat perubahan organic fisik karena peningkatan ukuran fisik . bukan penurunan ukuran fisik .
  4. Ukuran dan struktur fisik dapat berbentuk berat badan , tinggi / panjang badan , ukuran besarnya organ tubuh tertentu seperti dada, kepala , kadi , dsb.
  5. Perubahan organ fisik terjadi karena perambahan jumlah keseluruhansel atau peningkatan ukuran masing-masing sel yang membentuk organ tubuh.

 

  1. Cakupan Pertumbuhan Bayi dan Anak

Bayi yang lahir cukup bulan yaitu dengan kehamilan 40 minggu dan kalau keadaan sehat atau sempurna akan mempunyai tanda-tanda sebagai berkut ( Edhi Dharma , Endang, Sumirih , t.th)

  1. Panjang badan antara 48-50 cm
  2. Berat Badan antara 2500-3500
  3. Warna merah
  4. Terdapat jaringn / lapisan lemak dibawah kulit
  5. Menangis kuat
  6. Pernapasan kuat dan dalam
  7. Bergerak kuat /aktif
  8. Kulit dan otot kenyal
  9. Mengisap kuat
  10. Dll

Sebaliknya tanda – bayi yang kurang umur diantarnya

  1. Panjang badan kurang dari 48 cm
  2. Berat badan kurang dari 2500 g
  3. Warna pucat
  4. Tidak ada atau sedikit sekali lapisan lemak dibawah kulit
  5. Menangis lemaha atau merintih
  6. Pernafasan lemah dan pendek
  7. Bergerak lemah
  8. Kulit keriput
  9. Wajah seperti Orang tua
  10. Kulit dan otot kendor

 

Cakupan pertumbuhan bayi dan anak pada dasarya meliputi semua organ tubuh seperti kepala , leher , dada, jantung , paru-paru , otot, dan sebagainya.

Selama pertumbuhan seeorang dari janin sampai dewasa , terjadi perubahan – perubahan dari bagiann tubuh anak yang jelas berbeda porsinya.

Pola kecepatan pertumbuhan tinggi badan pad anak perempuan dan laki-laki mulai lahir gingga dewas ( dikutip dari Foetus man , Tanner , 1978 , dalam Harsono salimo . 1994 ) adalah sebagai berikut:

  1. Masa pertumbuhan yang cepat ( 0-2 than )
  2. Masa pertumbuhan lambat ( > 2-18 tahun )
  3. Masa pertumbuhan cepat lambat sampai berhenti pada wanita umur 18 tahun , sedang pada pria sampai umur 20 tahun.

 

  • Cara Pengukuran Pertumbuhan

Untuk mengetahui suatu proses pertumbuhan seseorang Individu berjalan dalam keadaan normal atau mengalami penyimpangan – penyimpangan maka perlu dilakukan pengukuran – pengukuran terhadap parameter – parameter tertentu.

 

Parameter yang digunakan untuk mengetahu ada tidaknya ganggunan pertumbuhan, maka dilakukan pengukuran tertentu yang gasilnya kemudian dibandingkan dengan parameter yang sudah terstandarisasikan , yaitu meliputi :

  1. Tinggi badan
  2. Barat badan
  3. Lingkaran engan
  4. Lingkaran kepala
  5. Lingkaran dada
  6. Lingkaran abdomen

Meskipun ada beberapa parameter yang dapat digunakan untuk mengukur pertumbuhan seseorang , namun yang paling sering digunakan adalah ukuran tinggi badan , berat badan dan lingkaran kepala ( Nelson , 1988)

 

  1. Pengukuran Tinggi Badan

Pengukuran tinggi badan dapat dilakukan sambil berbaring atau dalam posisi tubuh terdiri . Pengukuran pada posisi tubuh berbaring lebih tepat untuk anak- anak di bawah 5 tahun.

Hasil pengukkuran tinggi badan kemudian dicatat dan dibandingkan dengan table tinggi badan terhadap umur yang sedah terstandarisasikan . Apabila angka hasi pengukuran lebih pendiek / lebih panjang , maka ada indikasi abnormalitas panjang / tinggi badan.

 

  1. Pengukuran berat badan

Berat badan dapat diukur dengan menggunakan timbangan , Salah satu cra menimbang adalah menggunakan “ timbangan dacin “ Caranya :

  1. Gantungkan dacin pada tempat yang dpat menggantung seperti dahan pohon , palang rumah , penyangga kaki tiga.
  2. Periksalah apakah dacin sudah tergantung kuat , tariklah batang dacin kuat- kuat
  3. Sebelum dipakai , letakkan bandul geser pada angka 0 ( nol)
  4. Pasanglah celana timbang , kkotak timbang atau sarung timbang yang kosong pada dacin.
  5. Seimbangkan dacin yang sudah dibebani celana timbang, sarung timbang atau kotak timbang , dengan cara memasukkan pasir ke kantung plastic.
  6. Timbanglah anak , lalu seimbangkan .
  7. Lihatlah berapa berat badan anak yang ditimbang pada angka timbangan.

 

  1. Pengukuran Lingkaran Kepala

Ukuran lingkar kepala anak dapat dipakai sebagai salah satu petunjuk untuk menilai perumbuhan dan perkembangan otak Depkes , 1989) Tujuan pengukuran lingkar kepala adalah untuk menemukan kelainan ukuran lingkar kepala sedini mungkin . sehingga dapat segera dilakukan tindakan yang tepat untuk mengatasinya.

 

 

    • Perkembangan Anak

Istilah perkembangan anak dapat diartikan sebagai bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks, dalam pola yang teratur dan dapat diperkirakn sebagai hasil dari proses diferensiasi sel san jaringan tubuh, organ dan sistemnya yang terorganisasi sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat berfungsi (sifatnya kualitatif). (Nelson, 1988, Moersintowati, 1991, 1993).

 

    • Cara pengukuran perkembangan anak

Pengukuran perkembangan anak adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengikuti perkembangan kemanpuan anak. Tujuannya adalah agar apabila terjadi gangguan prkembangan pada anak dapat diketahui sedini mungkin. (Depkes. RI 1990, Jack Insley, cet. 2005)

Pengukuran perkembangan dapat menggunakan bermacam-macam instrument, seperti Denver Development Screening Test (DDST).DDST adalah salah satu dari metode screening erhadap kemungkinan adanya penyimpangan dari perkembangan. Penertian screening didasarkan atas penggunaan suatu tes yang cepat dan mudah dilaksanakan terhadap suatu populasi tertenu. Beberapa negara telah menggunakan tes ini, dan ternyata diketemukan adanya kelemahan karena adanya pngaruh cultural ataupun kebiasaan sosial masing – masing yang berbeda dalam pelaksanaan / interprestasi hasil tes tersebut.

 

  1. Gangguan Pertumbuhan dan Perkembangan

 

    • Gangguan Pertumbuhan

Ganguan pertumbuhan adalah suatu pertumbuhan yang terganggu . artinya suatu pertumbuahn bayi dan anak yang apabila dibandingkan dengan pertumbuhan bayi dan anak pada umtumnya menunjukkan adanya penyimpanagan / kelainan . Misalnya berat badan bayi yang lebih ringan atau lebih berat disbanding brat badan byi lain seyanya. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya gangguan . pertumbuhan adalah factor genetic , hormonal dan lingkungan , terutama nutrisi ( Djauhar Ismail, 1993).

Menurut Moersintowati B. Narendra ( 1993) manifestasi ganguan pertumbuhan dapat dalam bentuk berikut :

    1. Terjadinya restardasi pertumbua konstitusional ,misalnyapada kelainan asteopati herediter ( kelainan tulang Bawaan ), chondodystrofi ( kelainan jaringan tulang rawan ) , jenis dwarfisme intra uterin ( cebol dalam rahim,.dsb
    2. Retardasi pertumbuhan hormonial ( endoktrin )
    3. Retardasi pertumbuhan akibat depriviasi maternal
    4. Retardasi pertumbuhan karena metabolisme . misanya penyakit saluran cerna yan kronis , gangguan kardo vaskuler , anemi , kelainan ginjal ,dsb

Sementara itu menurut Gerald B . Merenstein , David W.Kaplan , Adam A. Rosenberg , Alih bahasa Hunardja ( Cet. 2002 ) manifestasi gangguan pertumbuhan dapat dalam beruk :

  1. Postur tubuh pendek
  2. Gagal tumbuh kembang
  3. peostur tubuh tinggi
  4. Diabetes inspidus , dengan gejala seperi rasa haus yang gebat.
  5. Prekoksitas seksual atau perkembangan seksual sekunder lebih dini , seperti pada wanita kurang dari 8 tahun , laki-laki kurang dari 9 tahun.
  6. Ganggunan gonaci atau gangguan kelenjar kelamin
  7. testis yang tidak turun kebawah
  8. Sindrom klinefelter yang dianrata gejalanya yang bersangkuan mengalami retadasi mental ringan dan kemampuan psi kososial yang buruk.

Aanak yang megalami kelainan pertumbuhan kadang-kadang juga memiliki permasalahan sekunder atau permasalahan penyerta pada aspek social dan psikologikal , seperti isoalsi diri , kurang / tidak mau bergaul dengan teman-temannya, malu , tidak percaya diri , ragu – ragu , atau bahkan dalam bentuk penurunan kemampuan seperti yang dialami anak kretein . mreka membutuhkan rehabilitasi social psikologik yangmembantu mengliminir permasalahan social psikologik anak –anak.

Program habilitasi terutama unuk pengembangan pembangunan anak pada aspek pendidikan dan keterampilan, termasuk ketrampilan dalam menolongdan merawat diri terangkum dalam program bina diri.

Melalui kegiatan rehabilitasi diharapkan anak berkelainan pertumbuhan dapat mengaktualisasikan potnsinya sehingga mereka dapa menjadi orang yang “berguna”, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

    • gangguan perkembangan anak

Sebagaimana disinggung pada uraian dimuka, bahwa hasil pemeriksaan perkembangan anak dengan menggunakan instrumen pemerisaan pekembangan anak ddi Departemen Kesehatan (1990), maka dapat diketahui adanya anak yang belum mampu/tidak mampu melakukan tahapan perkmbangan sesuai dengan umurnya. Anak-anak yang belum mampu tersebut berti memiliki indikasi adanya keterlambatan perkembangan.

Ada dua bentuk gangguan perkembangan, yaitu:

  1. gangguan perkembangan
  2. kelainan

sedangkan pada balita, gangguan perkembangan dapat menimbulkan manifestasi klinik yang bermacam-macam, kasus yang sering dijumpai menurut moersintowati (1993) adalah:

  1. gangguan motorik kasaar
  2. gangguan bicara
  3. gangguan belajar
  4. gangguan psikologis dengan manifestasi fisik
  5. gangguan makan, buang air besar
  6. gangguan cemas

 

    • Cara Stimulasi Gangguan Perkembangan

Stimulasi perkembangan adalah serangkaian yang bertujuan untuk menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi perkembangan, sehingga anak dapat berkembang kemampuannya secara opyimal (Depkes. RI, 1990). Manfaat stimulasi kemampuan adalah:

    1. Untuk membantu anak mencapai tingkat perkembangan optimal.
    2. Menghhindari kelambatan perkembangan, sehingga tidak terjadi gangguan perkembangn lebih lanjut.
    3. Meningktkan kemampuan orang tua/ibu dalam menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi perkembangan (Depkes. RI, 1989, 1990).

Bagi anak berkelainan perkembangan, ada banyak bentuk program habilitasi dan rehabilitasi , seperti :

  1. Pemenuhan kebutuhan peralatan peralatan khusus , seperti untuk tuna netra membutuhkan tongkat putih , reglet , ketik Braille . untukanak tunarungu ada yang membutuhkan ortodik dan / atau prostetik.
  2. Bimbingan penggunaan alat Bantu khusus
  3. Bimbingan pemecahan masalah , seperti bimbingan mental keagamaan , bimbinganmental kepribadian , bimbingan social.
  4. Pelayanan pendidikan.
  5. Latihan dan bimbingan vokasional
  6. Program terapi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak , seperti speech therapy , physio therpy , occupational therapy , dsb.

Melalui kegiatan rhabilitasi dan habilitasi diharapkan anak berkelainan perkembangan dapat mengaktualisasikan potensinya segingga merka dapat menjadi orang yang “ berguna “ baik bagi diri sediri maupun bagi orang lain.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: