SEPAKBOLA TEKNIK MENDRIBBLE

November 3, 2009 at 1:36 pm (Tugas Kuliah)

Karya Tulis Ini Ditujukan Sebagai Persyaratan

Tugas Mata Kuliah Sarana Dan Prasarana Penjas

Oleh Bapak Roesdiyanto, Dr., M. Kes

Disusun oleh:

Nama : Wahyu Eko Widiyanto

Nim : 107161410188

Off : Reg. B

Hari/ jam : Kamis/ 1- 2

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

JURUSAN ILMU KEOLAHRAGAAN

PRODI PENDIDIKAN JASMANI, KESEHATAN, DAN REKREASI

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

JUNI 2008

Kata Pengantar

Puji syukur saya ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas kelimpahan Rahmat dan karnianya sehingga saya bias menyusun karya tulis ini. Yang berjudul “TEKNIK MENDRIBBLE ”.

Dalam karya tulis ini akan dibahas, permainan, cara, aturan, perlengkapan, ukuran lapangan, dan ketrampilan mendribble dalam sepakbola. Semoga karya tulis ini dapat menambahah pengetahuan tentang sepakbola.

Pepatah mengatakan tidak ada gading yang tidak retak, demikian pula dengan karya tulis ini yang masih kurang sempurna. Sehingga kritik dan saran untuk kesempurnaan karya tulis ini sangat saya harapkan untuk pedoman dan acuan dalam penulisan karya tulis berikutnya. Saya mengucapkan banyak terima kasihkepada pihak yang telah membantu dalam penulisan karya tulis ini.

Malang, 2 Juni 2008

Penyusun

Daftar Isi

Halaman Judul……………………………………………………………………….i

Kata Pengantar………………………………………………………………………ii

Daftar Isi…………………………………………………………………………..iii

BAB I Pendahuluan ………………………………………………………………………………1

1. 1 Latar belakang………………………………………………………….1

1. 2 Rumusan masalah………………………………………………………2

1. 3 Tujuan…………………………………………………………………2

BAB II Pembahasan ……………………………………………………………………………….3

2. 1 Permainan Modern…………………………………………………4

2. 2 Cara Bermain………………………………………………………4

2. 3 Aturan Permainan………………………………………………….5

2. 4 Perlengkapan………………………………………………………5

2. 5 Lapangan Permainan………………………………………………6

2. 6 Ketrampilan Menggiring…………………………………………..8

BAB III Penutup……………………………………………………………………………………..9

3. 1 Kesimpulan……………………………………………………………9

3. 2 Saran……………………………………………………………………9

Daftar Pustaka

BAB I

PENDAHULUAN

1. 1 Latar Belakang

Pendidikan jasmani pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu, baik dalam hal fisik, mental, serta emosional. Pendidikan jasmani memperlakukan anak sebagai sebuah kesatuan utuh, mahluk total, daripada hanya menganggapnya sebagai seseorang yang terpisah kualitas fisik dan mentalnya. Dalam memahami arti pendidikan jasmani, kita harus juga mempertimbangkan hubungan antara bermain (play) dan olahraga (sport), sebagai istilah yang lebih dahulu populer dan lebih sering digunakan dalam konteks kegiatan sehari-hari. Pemahaman tersebut akan membantu para guru atau masyarakat dalam memahami peranan dan fungsi pendidikan jasmani secara lebih konseptual, dari berbagai macam cabang olahraga.

Sepakbola merupakan olahraga yang paling terkenal di dunia. Lebih dari 200 juta orang di seluruh dunia memainkan lebih dari 20 juta permainan sepakbola setiap tahunnya. Daya tarik sepakbola terletak pada kealamian permainan tersebut. Sepakbola adalah permainan yang menantang secara fisik dan mental. Dalam permainan harus melakukan gerakan yang terampil di bawah kondisi permainan yang waktunya terbatas, fisik dan mental yang lelah dan sambil menghadapi lawan. Dalam permainan harus dapat berlari beberapa mil dalam satu petandingan, hamper menyamai sprinter dan menanggapi perubahan situasi permainan dengan cepat. Dan harus memahami taktik permainan individu, kelompok dan beregu. Kemampuan yang dimiliki untuk memenuhi semua tantangan dan merupakan penampilan di lapangan sepakbola. Lebih penting lagi dalam permainan sepakbola adalah sarana dan prasarana yang memenuhi.

1. 2 Rumusan Masalah

1. 2. 1 Permainan modern

1. 2. 2 Bagaimana cara bermain

1. 2. 3 Apa aturan permainan sepakbola

1. 2. 4 Apa perlengkapan sepakbola

1. 2. 5 Berapa ukuran lapangan sepakbola

1. 2. 6 Cara ketrampilan menggiring

1. 3 Tujuan

1. 3. 1 Permainan modern

1. 3. 2 Mengetaui cara bermain

1. 3. 3 Mengerti aturan permainan

1. 3. 4 Mengetahui perlengkapan sepakbola

1. 3. 5 Mengetahui lapangan sepakbola

1. 3. 6 Mengetaui ketrampilan menggiring

BAB II

PEMBAHASAN

Pendidikan jasmani pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu, baik dalam hal fisik, mental, serta emosional. Pendidikan jasmani memperlakukan anak sebagai sebuah kesatuan utuh, mahluk total, daripada hanya menganggapnya sebagai seseorang yang terpisah kualitas fisik dan mentalnya. Pada kenyataannya, pendidikan jasmani adalah suatu bidang kajian yang sungguh luas. Titik perhatiannya adalah peningkatan gerak manusia. Lebih khusus lagi, penjas berkaitan dengan hubungan antara gerak manusia dan wilayah pendidikan lainnya: hubungan dari perkembangan tubuh-fisik dengan pikiran dan jiwanya. Fokusnya pada pengaruh perkembangan fisik terhadap wilayah pertumbuhan dan perkembangan aspek lain dari manusia itulah yang menjadikannya unik.

Tidak ada bidang tunggal lainnya seperti pendidikan jasmani yang berkepentingan dengan perkembangan total manusia. Per definisi, pendidikan jasmani diartikan dengan berbagai ungkapan dan kalimat. Namun esensinya sama, yang jika disimpulkan bermakna jelas, bahwa pendidikan jasmani memanfaatkan alat fisik untuk mengembangan keutuhan manusia. Dalam kaitan ini diartikan bahwa melalui fisik, aspek mental dan emosional pun turut terkembangkan, bahkan dengan penekanan yang cukup dalam. Berbeda dengan bidang lain, misalnya pendidikan moral, yang penekanannya benar-benar pada perkembangan moral, tetapi aspek fisik tidak turut terkembangkan, baik langsung maupun secara tidak langsung.

2. 1 Permainan Modern

Dalam masyarakat global yang dipisahkan oleh perbedaan fisik dan ideologi, ketenaran sepakbola tidak terkait oleh umur, jenis kelamin, agama, kebudayaan, atau batasan etnik. Gerakan pemain yang lancar dan terkontrol mengekspresikan individualitasnya dalam permainan beregu. Kecepatan, kekuatan, stamina, ketrampilan, dan pengetahuan mengenai taktik, semuanya merupakan aspek yang penting dari penampilan. Berbagai tantangan yang dihadapi oleh pemainmungkin menjadi daya tarik utama dari permainan ini.

Taktik permainan beregu telah mengalami berbagai perubahan dalam evolusi olahraga. Dulu, para pemain memegang peranan yang sangat spesifik. Pemaindepan diberi tugas untuk mencetak gold an pemain belakang diberi tugas untuk mencegah lawan mencetak gol. Tanggung jawab terhadap posisi pemain semakin dipersempit dan terdapat sedikit perubahan peranan. Sepakbola memberikan tuntutan lebih banyak pada pemain untuk menyerang sekaligus bertahan, dengan pengecualian pada kiper. Sepakbola adalah olahraga yang berskala internasional, ketentuan dan peraturan harus ditetapkan secara internasional pula. Badan pemerintahan sepakbola adalah the Federation Internationale de Football Assosiasion ( FIFA). Sedangkan di Negara Indonesia adalah Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia ( PSSI ).

2. 2 Cara Bermain

Sepakbola dimainkan pada lapangan yang lebih besar dari olahraga lainnya kecuali polo ( Pacuan Kuda ). Lapangan tersebut biasanya disebut dengan pitch. Peraturan permainan mencakup periode waktu dua kali 45 menit, tanpa time-out dan hanya sedikit pergantian pemain. Bukan hal yang mengejutkan jika pemain sepakbola merupakan atlet yang paling bugar staminanya.

Pertandingan sepakbola dimainkan oleh dua tim yang masing- masing bernggotakan 11 orang. Masing- masing tim mempertahankan sebuah gawang dan mencoba menjebolkan gawang lawan. Setiap tim memiliki kipper yang bertugas untuk menjaga gawang. Kipper diperbolehkan untuk mengontrol bola dengan tanganya di dalam daerah kotak pinalti yaitu daerah yang berukuran 44 yard dan 18 yard pada garis akhir. Pemain lainnya tidak diperbolehkan menggunakan tangan atau lengan mereka untuk mengontrol bola, tapi mereka menggunakan kaki, tungkai, atau kepala. Gol diciptakan dengan menendang atau menanduk bola ke dalam gawang lawan. Setiap gol dihitung dengan skor satu, dan tim yang paling banyak mencipyakan gol memenangkan permainan

Pelemparan uang logam biasanya menentukan tim mana yang akan menendang dulu untuk memulai permainan. Setelah permainan dimulai, gerak permainan biasanya berlangsung terus- menerus. Perhitungan wakut dihentikan hanya setelah gol diciptakan, pada saat tendangan penalti atau kebijakan wasit. Setelah gol, regu yang kalah memulai pertandingan kembali dengan menendang bola di tengah lapangan.

2. 3 Aturan Permainan

Sepakbola merupakan olahraga sederhana yang hanya memiliki 17 peraturan dasar. Peraturan resmi FIFA memiliki standart internasional dan dipergunakan dalam semua pertandingan internasional. ( sedikit modifikasi peraturan FIFA diperbolehkan untuk progam bagi remaja dan sekolah di AS. Modifikasi ini mencakup ukuran lapangan, ukuran dan berat bola, ukuran gawang, jumlah pergantian pemain yang diperbolehkan, dan durasi permainan).

2. 4 Perlengkapan

Bola sepakbola berbentuk bulat dan terbuat dari kulit atau bahan lainnya yang disetujui. Bola FIFA yang berdiameter 27 hingga 28 inchi dan beratnya antara 14 dan 16 ons. Ukuran bola dewasa ditetapkan secara internasional sebagai bola ukuran #5. bola yang lebih kecil ( ukuran #4 dan #3 ) kadang- kadang digunakan untuk permainan tingkat remaja.

Perlengkapan yang dibutuhkan untuk pemain lapangan ( selain kipper ) mencakup baju kaos atau baju olahraga, celan pendek, kaos kaki, pelindung tulang kering, dan sepatu. Kiper menggunakan baju olahraga dan celana pendek dengan lapisan berwarna lain pada siku dan pinggul untuk membedakan dari pemain lain dan wasit. Para pemain tidak diperbolehkan untuk menggunakan perlengkapan pakain lainnya yang dianggap wasit membahayakan pemain lainnya. Contohnya, jam tangan, kalung, atau bentuk- bentuk perhiasan lainnya.

2. 5 Lapangan Permainan

Lapangan sepakbola harus memiliki ukuran panjang 100 hingga 130 yard dan lebar 50 hingga 100 yard. Ukuran panjangnya harus lebih besar dari lebar. ( Untuk pertandingan internasional, panjangnya harus 110 hingga 120 yard dan lebarnya harus 70 hingga 80 yard ). Garis pemisah yang lebarnya tidak lebih panjang dari 5 inchi membatasi daerah panjang,. Seperti yang diperlihatkan pada gambar, garis batas akhir dari lapangan tersebut dengan goal lines, dan garis sampingnya disebut dengan touchlines. Garis tengah membagi lapangan menjadi dua bagian yang sama, dan titik tengah menandai bagian tengah lapangan. Lingkaran tengah dengan radius 10 yard mengelilingi tengah.

Gawang ditempatkan pada kedua ujung lapangan pada bagian tengah goal line ( garis gawang ). Masing- masing gawang memiliki tinggi 8 kaki dan lebar 24 kaki. Goal area ( daerah gawang ) adalah sebuah kotak persegi panjang pada masing- masing goal line. Daerah ini dibatasi dengan dua garis yang dibuat pada sudut- sudut yang tepat kea rah goal line, jaraknya 6 yard dari masing- masing bagian tengah gawang. Garis diperpanjang sejauh 6yard ke arah kea rah lapangan permainan dan bergabung dengan garis yang parallel dengan goal line.

Penalty area ( daerah penalty ), yaitu merupakan kotak ssegi empat pada goal line, dibatasi dengan dua garis yang dibuat pada sudut- sudut yang tepat ke arah goal line, jaraknya 18 yard dari masing- masing bagian tengah gawang. Garis ini diperpanjang sejauh 18 yard kea rah lapangan permainan dan bergabung dengan garis yang paralel dengan goal line. Daerah gawang terdapat di dalam dearah penalti.

Yang terdapat pada daerah penalty adalah penalty spot ( titik penalty ). Titik penalty ditentukan 12 yard dari depan pertengahan goal line. Tendangan penalty dilakukan dari titik penalty. Lingkaran penalty dengan radius 10 yard dari titik penalty dibuat di luar daerah penalty. Daerah sudut, dengan radius 1 yard, terdapat pada setiap sudut lapangan. Tendangan sudut dilakukan dari bagian dalam daerah sudut.

2. 6 Ketrampilan Menggiring

Semua tipe dribble yang baik terdiri dari beberapa komponen. Komponen tersebut mencakup perubahan kecepatan dan arah yang mendadak, gerakan tipuan tubuh dan kaki, dan kontrol bola yang rapat. Apa pun tipe yang gunakan, pastilah menggunakan komponen dalam teknik.

  • Menggiring Bola dengan Kontrol yang Rapat

Mengontrol bola dengan rapat dalam situasi dimana lawan- lawan memenuhi ruang gerak. Bayangkan bola terikat oleh benang pendek dengan jari. Bola tidak boleh bergerak lebih jauh dari jarak benang tersebut. Melakukan beberapa perubahan kecepatan dan arah yang lebih cepat disertai dengan gerak tipu tubuhdan kaki terhadap lawan yang tidak seimbang dan ciptakan ruang tambahan untuk menggiring dan melakukan maneuver dengan bola.

  • Menggiring Bola dengan Cepat

Dalam beberapa situasi tidak perlu melakukan dribble bola dengan kontrol yang rapat. Contohnya, menerima operan didaerah yang terbuka antara pemain tengah dan belakang. Berada dalam situasi yang menguntungkan di belakang pertahanan lawan. Dalam situasi tersebut harus mampu mendribble bola dengan kecepatan penuh. Jangan biarkan bola rapat dengan kaki, sebaliknya dorong bola beberapa kaki di depan ke arah rung yang terbuka, berlari dengan cepat ke arah bola tersebut, dan kemudian mendorong kembali. Gunakan permukaan instep atau outside-of- the-foot untuk mendorong bola ke depan.

BAB III

PENUTUP

3. 1 Kesimpulan

Sepakbola merupakan sesuatu yang umum diantara orang- orang dengan latar belakang dan keturunan yang berbeda- beda. Permainan ini menggunakan berbagai teknik, salah satunya adalah teknik mendribble. Mendribble sangat diperlukan dalam permainan sepakbola, untuk mencetak gol maupun melindungi atau menguasai bola dari lawan. Cara mendribble bola dengan cepat adalah menggunakan bagian luar kura- kura kaki.menjulurkan kaki yang akan menendang ke bawah dan ke arah dalam pada saat menendang bola. Jangan menggunakan inside-of- the-foot untuk mendorong bola ke depan karena tidak akan dapat mempertahankan gerakan berlari yang lancar dan nyaman.

3. 2 Saran

Demikian karya tulis ini saya buat, saran dan masukan dari pembaca terutama dosen pembimbing mata kuliah yang bersangkutan sangat saya harapkan agar tercipta karya tulis yang lebih baik dan sempurna.

Daftar Pustaka

1. http://www.pbprimaciptautama.blogspot.com/2007/06/falsafah-pendidikan-jasmani.ht

2. http://free.grisoft.com

3. Luxbacher, Joseph. 1998. Sepakbola: Langkah- langkah Menuju Sukses. Jakarta: PT RajaGarindo Persada.

4. Jusuf, Kadir. 1981. Sepakbola Indonesia. Jakarta: Gramedia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: