Arema Butuh Dana Segar Rp 1,7 Miliar

Rabu, 30 Desember 2009 | 18:57 WIB TEMPO Interaktif, Malang – Manajemen Arema membutuhkan dana segar Rp 1,7 miliar untuk melunasi sisa uang muka kontrak pemain hingga akhir Januari 2010. Menurut Direktur Utama PT Arema Indonesia, Gunadi Handoko, kebutuhan anggaran itu diketahui setelah menghitung seluruh biaya kontrak. “Itu kewajiban yang harus kami tunaikan seperti yang mereka tuntut,” kata Gunadi kepada Tempo, Rabu (30/12). Dari Rp 1,7 miliar, sebanyak Rp 230 juta untuk membayar sisa uang panjang kontrak duo asing Pierre Njanka (Kamerun) dan Landry Poulangoye (Gabon). Sisanya untuk pembayaran uang muka kontrak Chmelo Roman (Slovakia), tiga asisten pelatih, dan seluruh pemain lokal. Hingga sekarang manajemen masih mengandalkan dana sponsor dari Bentoel, bekas pemilik Arema. Setelah melepas Arema pada awal Agustus lalu, Bentoel menyanggupi membantu Singo Edan sebesar Rp 7,5 miliar. Pembayarannya dicicil. Sekarang manajemen mengharapkan pencairan Rp 1 miliar dari Bentoel. Uang ini akan dipakai untuk membayar gaji awak tim (pelatih, asisten pelatih, pemain, dan ofisial) dan biaya operasional tim lainnya. Rata-rata dalam sebulan manajemen merogoh kocek Rp 1 miliar. “Sisanya dicarikan dari pendapatan penjualan tiket tiga pertandingan selama Januari nanti, termasuk super big match melawan Persema (Minggu, 10 Januari 2010),” kata Gunadi. Pertandingan melawan Persema digelari sebagai “Pertandingan Rp 1 Miliar 10-1-10”. Dari pertandingan ini diharapkan ada pemasukan Rp 1 miliar dengan pendapatan bersih sekitar Rp 800 juta. Sedangkan dari partai kandang melawan Persiba Balikpapan (Minggu, 24/1) dan PSM Makassar (27/1) diharapkan pemasukan bersih minimal Rp 600 juta. Untuk memenuhi target, panitia pelaksana pertandingan menaikkan harga tiket ekonomi dari Rp 20 ribu menjadi Rp 25 ribu, misalnya. Menurut Abdul Harris selaku Ketua Panitia Pelaksana, sebenarnya harga tiket ekonomi tidak naik. “Yang Rp 5 ribu itu untuk sumbangan saja,” kata Harris. Kritisnya keuangan Arema mendorong Aremania (penggila Arema) menggelar aksi penggalangan dana “Gerakan 10.000 Aremania untuk Arema” yang dikoordinir Yuli Sugianto alias Yuli Sumpil, dirigen Arema. Aksi damai penggalangan dana dilakukan mulai Senin (28/12). “Kami tak ingin Arema gagal di Liga Super gara-gara duit dan konflik di tubuh manajemen maupun pengurus,” kata Yuli. Yuli lantas membuka rekening untuk menampung dana bantuan di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Martadinata dengan nomor rekening 0344-01-002873-53-8. Hingga laporan ini ditulis, uang yang masuk sudah berjumlah lebih dari Rp 3 juta. Kebanyakan uang yang masuk sumbangan dari Aremania di luar Malang. Selain itu, hampir seharian pada Rabu ini Yuli dan kawan-kawannya berkeliling mengamen untuk mengumpulkan duit. Hasil mengamen sekitar Rp 1,1 juta ditambah uang di rekening BRI dipakai untuk menyewa satu board dengan biaya Rp 3,5 juta untuk sekali pertandingan. Konsep dan isi di board masih harus dirundingkan bersama. Tapi Yuli memastikan konsep dan isinya nanti bebas dari unsur anarkisme, diskriminasi, atau rasialis untuk menunjukkan Aremania adalah suporter yang tahu adat dan adab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: