Januari 5, 2010 at 1:41 pm (referensi) ()

CAPEK, tapi menyenangkan. Itu kalau mudik mau mengikuti ‘jalur umum’, alias naik omprengan kesana-kemari. Beda jika bawa mobil sendiri. Sejauh apapun perjalanan  yang ditempuh, rasanya tidak ada lelahnya. Hitung-hitung rekreasi alias Tour de Java bersama keluarga.

Tiga hari lalu, saya bersama anak dan istri, mudik ke rumah mertua di Kediri. Untuk naik bus Patas saja, kami harus menunggu hampir dua jam di Terminal Purabaya, Surabaya. Istirahat semalam, esok paginya saya sengaja jalan-jalan ke rumah famili di Kota Batu, Malang.

Perjalanan dari Kediri menuju Batu, amat menyenangkan walau kami harus berdiri di atas bus (seukuran metromini) lantaran padatnya penumpang. Udara nan sejuk, jalan berkelok dan hutan yang masih lebat, lumayan bisa buat mencuci mata. Dari Kediri, bus terus melaju ke arah Papar. Dari Papar lalu bergerak ke Kandangan. Nah, selepas Kandangan, mata jangan mau terpejam. Rugi besar booo…. Pemandangannya ehmm cukup apik. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

konflik

Januari 5, 2010 at 1:31 pm (Halaman Olahraga) ()

Pelatih dan Manajemen Arema akhiri konflik
Selasa, 5 Januari 2010 | 08:37 WIB

Malang –  Pelatih Arema, Robert Rene Albert, dan manajemen tim berjuluk Singo Edan sepakat mengakhiri konflik. Konflik itu merebak dalam beberapa minggu terakhir ini dan terus bergulir seiring tidak adanya ketegasan manajemen terkait klausal kontrak pelatih asal Belanda itu.

Kesepakatan bersama antara pelatih dan manajemen Arema itu dituangkan dalam adendum klausal kontrak yang disahkan di Malang, Senin (4/1). Selain juga disepakati pula pembayaran uang muka (DP) kekurangan kontrak, bonus dan gaji pemain yang akan dibayar per termin setiap bulan.

”Setiap bulan kami akan mengangsur apa yang menjadi hak pelatih dan pemain. Dananya bisa kami carikan dari penjualan tiket pertandingan kandang Arema selama Januari 2010,” kata Direktur PT Arema Indonesia, Gunadi Handoko.

Lebih lanjut Gunadi mengatakan, adendum klausal kontrak tersebut melibatkan beberapa pihak, yakni manajemen, pelatih, dan seluruh pemain Arema dan dipastikan sudah tidak ada masalah lagi.

Setelah semua beres, katanya, pihaknya berharap masalah pelik pertama dalam mengawali kompetisi 2009/2010 itu juga menjadi masalah terakhir yang menimpa tim Singo Edan.

Robert Rene Albert mengungkapkan rasa terima kasihnya pada Aremania (suporter Arema). ”Kami sangat berterima kasih pada Aremania, mereka sangat loyal pada tim, bahkan mereka juga memperlakukan saya dengan baik sekembali dari luar negeri,” katanya.

Ia mengakui, dirinya tetap disambut hangat oleh Aremania, walaupun dirinya pernah mengeluarkan ancaman akan hengkang dari Arema karena molornya pembayaran DP dan bonus yang menjadi haknya sebagai pelatih.

”Saat ini yang terpenting adalah bagaimana Arema menatap kompetisi ke depan dan tetap menduduki puncak klasemen sementara Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010,” kata dia.

Usai menjamu Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Robert mengeluarkan ancaman akan meninggalkan Arema jika bonus dan DP kontrak tidak segera diselesaikan. Bahkan, Robert langsung bertolak ke Malaysia untuk menikmati liburan Natal dan tahun baru bersama keluarganya.

Jika DP kontrak dan bonusnya tidak segera dicairkan, pelatih asal Belanda itu juga tidak akan kembali ke Malang untuk mengarsiteki Arema. Selain pelatih, beberapa pemain asing Arema yakni Piere Njanka dan Landry juga mengeluarkan ancaman akan hengkang dari klub non-APBD itu. ntr, zar

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

kebutuhan gizi balita

Januari 5, 2010 at 1:25 pm (referensi) ()

Ditulis oleh Administrator
Kamis, 08 Oktober 2009 11:52
nutrition213Usia dibawah 5 tahun atau balita merupakan usia penting dalam pertumbuhan dan perkembangan fisik anak. Pada usia ini, anak masih rawan dengan berbagai gangguan kesehatan, baik jasmani maupun rohani. Secara psikologis, rentang usia ini sangat menentukan karakter anak. Jika anak sering diejek atau dicemooh, kemungkinan besar akan tumbuh menjadi anak yang tidak mempunyai kepercayaan diri. Anak yang selalu dimanja akan tumbuh menjadi anak yang selalu bergantung kepada orang lain. Demikian juga anak yang selalu ditekan dengan ancaman, anak akan tumbuh dengan ketakutan bahkan sampai depresi. Sebaliknya, anak yang dididik dengan pujian dan arahan yang benar, akan tumbuh menjadi anak yang percaya diri karena sejak kecil dia merasa dihargai oleh lingkungan terdekatnya, yaitu keluarga.

Demikian pula dengan cara orang tua memberi makan kepada anak. Jika dengan paksaan, anak semakin tidak menyukai makanan tersebut dan cenderung semakin menolak. Selain itu, jika melarang makanan tertentu yang tidak baik seperti permen tetapi tidak diikuti dengan memberi pemahaman jelas, juga akan menimbulkan rasa untuk memberontak. Pemberontakan tersebut biasanya diwujudkan dengan semakin menyukai makanan tersebut, dan dengan sembunyi-sembunyi makan dalam jumlah yang banyak karena takut ketahuan.

Salah satu faktor yang menentukan daya tahan tubuh seorang anak adalah keadaan gizinya. Pertumbuhan anak pasa masa balita sangat pesat, sehingga membutuhkan zat gizi yang relatif lebih tinggi daripada orang dewasa. Disisi lain, alat pencernakan usia ini belum berkembang sempurna. Selain itu, anak balita sangat rentan terhadap penyakit gigi sehingga menyulitkan makannya. Gigi susu telah lengkap pada umur 2-2,5 tahun, tetapi belum dapat digunakan untuk mengerat dan mengunyah makanan yang keras. Karena itu, pengaturan makanan dan perencanaan menu harus hati-hati dan sesuai dengan kebutuhan kesehatannya.

Makanan yang tidak disukai anak juga tidak perlu dipaksakan. Namun, sayuran tetap dianjurkan untuk selalu diberikan meskipun si anak sering tidak menyukainya. Pemberian sayuran juga disiasati dengan cara dibuat jus yang dikombinasikan dengan buah-buahan sehingga rasanya lebih enak. Misalnya, sawi hijau bisa dikombinasikan dengan nanas yang sudah direbus. Anak usia balita belum dianjurkan diberi sayuran mentah karena enzim pencernaannya belum berkembang sempurna.

Rasa dan cara penyajian makanan sangat mempengaruhi kemauan anak untuk makan. Jika rasa jus tidak enak dan anak menolak, kita bisa membuat variasi jus lain yang lebih disukai anak. Namun, ada beberapa jenis buah berserat tinggi dan mengandung zat-zat berbahaya bagi saluran pencernakan balita yang sebaiknya tidak diberikan. Misalnya rambutan, manggis, nangka, sawo, dan durian.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Pierre Njanka

Januari 2, 2010 at 5:28 am (Halaman Olahraga) ()

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari

Pierre Njanka
Informasi pribadi
Nama lengkap Pierre Njanka Beyaka
Nama panggilan Papa
Tanggal lahir 15 Maret 1975
Tempat lahir Flag of Cameroon.svg Douala, Kamerun
Tinggi 181 cm
Posisi bermain Defender
Informasi klub
Klub saat ini Arema Indonesia
Klub senior1
Tahun Klub Tampil (Gol)
1993
1994
1995-1998
1999
2000-2001
2002
2003
2003-2005
2006
2006
2007
2008
2008-2009
2009-
Tigre Douala
Rail Douala
Olympic Mvolye
Neuchatel Xamax
RC Strasbourg
RC Strasbourg (res.)
RC Strasbourg
CS Sedan Ardennes
FC IStres
Stade Tunisien
Club African
Al-Wahda FC
Persija Jakarta
Arema Indonesia
? (?)
? (?)
? (?)
24 (0)
45 (0)
5 (0)
9 (0)
52 (0)
14 (0)
5 (0)
? (?)
? (?)
? (?)
11 (1)
Tim nasional2
1998-2004 Flag of Cameroon.svg Kamerun 47 (2)
1 Penampilan dan gol di klub senior
hanya dihitung dari liga domestik dan
akurat per 24 Desember 2009.
2 Penampilan dan gol di tim nasional
akurat per 24 Desember 2009.

Pierre Njanka Beyaka (lahir di Douala, Kamerun, 15 Maret 1975; umur 34 tahun) adalah pemain sepak bola berkebangsaan Kamerun yang saat ini ia bermain untuk Arema Indonesia salah satu klub anggota Liga Super Indonesia. Ia sebelumnya bermain di Persija Jakarta pada musim kompetisi ISL 2008-2009. Njanka adalah salah satu anggota dari timnas Kamerun yang bermain di Piala Dunia 1998 dan 2002, kemudian di Piala Afrika 2004. Dia telah memperkuat timnas Kamerun sebanyak 47 kali dan mencetak 2 gol. Karena kesenioran dan keprofesionalannya ia oleh pemain Arema lainnya dipanggil dengan nama panggilan Papa (Ayah). Ia biasa menempati sebagai pemain bertahan.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

klasmen terbaru isl

Januari 2, 2010 at 5:25 am (Halaman Olahraga) ()

Klub Main Menang Seri Kalah Selisih Gol Poin
AREMA 12 8 3 1 13-3 27
PERSIBA 14 7 3 4 20-11 24
PERSEMA 12 7 1 4 16-14 22
PERSELA 10 6 1 3 10-7 19
PERSIWA 11 5 2 4 22-13 17
PERSIK 10 4 5 1 14-6 17
PERSIJAP 11 5 2 4 10-9 17
SRIWIJAYA FC 11 5 2 4 16-18 17
PSPS 12 4 4 4 12-13 16
PERSEBAYA 11 4 2 5 20-20 14
PERSIPURA 11 3 5 3 13-13 14
PERSIB 11 4 2 5 9-12 14
PERSIJA 10 3 3 4 11-13 12
PSM 12 3 3 6 9-20 12
BONTANG FC 11 2 5 4 12-12 11
PERSISAM 11 3 2 6 8-13 11
PERSITARA 12 2 2 8 9-18 8
PELITA JAYA 12 1 5 6 6-15 8

TOP SKORER
9-
Julio Lopez (Persiba)
8- Bambang Pamungkas (Persija)
7-
Eric Weeks Lewis (Persiwa), Alberto Goncalvez (Persipura)
6-
Andi Oddang (Persebaya), Eddie Foday Boakay (Persiwa), Herman Dzumafo Epandi (PSPS), Aldo Barreto (Bontang FC), Keith Kayamba Gumbs (Sriwijaya FC)

Sumber: Liga Indonesia

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

TEKNIK MEMEGANG RAKET TENIS LAPANGAN DAN POSISI SIAP

Januari 2, 2010 at 5:20 am (Tugas Kuliah) ()

TEKNIK MEMEGANG RAKET TENIS

Agar dapat bermain tenis dengan baik, salah satu kunci utamanya adalah teknik memegang raket (grip) dengan sempurna. Grip sendiri ada bermacam-macam di antaranya one handed backhand/forehand (backhand/forehand satu tangan) dan two handed backhand/forehand (backhand/forehand dua tangan).
Bagaimana teknik memegang raket yang benar. Berikut penjelasan atlet tenis Sekolah Tenis Gelora (STG) Solo, Elfa.

Pegangan dengan satu tangan tampaknya sederhana tapi jika tidak dilakukan dengan benar hasil pukulannya pun tidak maksimal. Langkah awal melakukan pukulan satu tangan ini dengan menempatkan telapak tangan di puncak (di ujung) pegangan raket. Pada pukulan ini ibu jari sebaiknya dalam posisi kerah bawah diagonal berlawanan dengan posisi belakang grip. Akan lebih baik jika bagian dalam ibu jari tepat menyentuh permukaan datar dari pegangan raket (foto 1).

Pegangan dengan dua tangan. Pegangan ini ini lebih sulit dilakukan dari pada pukulan satu tangan, cara paling gampang melakukan pukulan ini adalah pegang raket dengan gaya bersalaman forehand grip yang senyaman mungkin. Untuk memaksimalkan hasil, tangan yang lain memegang raket dengan teknik forehand grip lainnya dengan posisi tangan kanan lebih di atas untuk mendorong pukulan (foto 2

Sumber :

http://harianjoglosemar.com/index.php?option=com_content&task=view&id=8291&Itemid=1

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

tipe-tipe tenis lapangan

Januari 2, 2010 at 5:15 am (Tugas Kuliah) ()

1. Grass Court (lapangan rumput)

indexgrasscourt400x300.jpgSeperti namanya, lapangan ini terbuat beralaskan rumput namun tentu saja yang ditumbuhkan pada tanah yang keras agar memiliki pantulan. Karakteristik lapangan ini adalah yang tercepat dalam hal laju bola di lapangan. Bola cenderung untuk meluncur dan hanya sedikit memiliki efek pantulan karena friksi minimum yang dihasilkan dari lapangan rumput. Karena biaya perawatannya yang mahal terutama untuk perawatan rumput dan tanahnya, saat ini lapangan rumput sudah jarang dijumpai.

2. Hard Court (lapangan semen)

tennis.jpgLapangan ini adalah lapangan tenis yang paling populer di mana-mana. Umumnya lapangan hardcourt terbuat dari semen atau dibeberapa tempat terbuat dari bahan pasiran yang di aspal. Karakteristik lapangan ini termasuk cepat-sedang, tergantung dari bahan yang dibuat untuk lapangannya. Untuk lapangan yang terbuat dari semen memiliki karakteristik cepat, tapi untuk yang berbahan pasir atau kerikil yang di aspal umumnya sedang. Di luar negri terdapat pula bahan sintetis untuk melapisi lapangan tenis, contohnya bahan Deco Turf (terbuat dari akrilik) dipakai untuk lapangan di Flushing Meadows rumahnya US Open atau di Australian Open memakai Rebound Ace.

3. Clay court (lapangan tanah liat)

io_3806_staticarticle.jpgLapangan ini terbuat dari serpihan-serpihan tanah liat atau pasiran dari batu bata yang dihancurkan. Lapangan model ini umumnya memiliki karakteristik lambat. Laju bola yang bergulir di lapangan memiliki putaran yang lambat sehingga memungkinkan bagi pemain untuk dapat memainkan bola lebih lama dengan rally-rally yang panjang. Di lapangan ini umumnya yang menguasai adalah baseliner karena sifatnya yang lebih defensif. Pemain yang memiliki pukulan topspin akan menghasilkan pukulan yang lebih melenting daripada biasanya di lapangan Hard Court. Lapangan clay

4. Indoor

io_3807_staticarticle.jpgIstilah ini sebenarnya lebih pantas untuk masuk klasifikasi di luar negri. Di Indonesia lapangan indoor atau dalam ruangan yang umumnya adalah lapangan hard court, walaupun ada juga lapangan indoor clay seperti di lapangan tenis UMS 80, Kuningan, Jakarta. Tetapi kalau di luar negri, terutama di Amerika dan Eropa, lapangan dilapisi oleh karpet berbahan sintetis. ITF (International Tennis Federation) sendiri mengartikan lapangan karpet itu berbahan dasar dari karet seperti yang digunakan pada lapangan Tennis Masters. Namun ada pula yang memakai semacam rumput sintetis ataupun kayu tetapi jarang.

Dari uraian di atas, karakteristik lapangan tenis menurut laju bolanya kira-kira ada 2, yaitu: cepat dan sedang-lambat. Permainan yang dimainkan di lapangan cepat (grass court dan hard court) dimana bola meluncur dan efek pantulan sedikit terjadi sangat cocok bagi pemain yang memiliki servis yang keras, pukulan yang flat (mendatar dan tidak memantul) serta pemain volleyer. Contoh nyata pemain pro yang merajai di lapangan cepat umumnya memiliki tipe service-volley, seperti John McEnroe, Borris Becker, Pete Sampras dan All Around player seperti Roger Federer. Sedangkan untuk lapangan sedang-lambat (hard court dan clay) pemain yang memiliki permainan baseliner, biasa dengan rally-rally panjang dan pukulan-pukulan topspin yang melenting akan diuntungkan di lapangan ini. Contoh pemain pro yang merajai di lapangan sedang-lambat adalah Andre Agassi, Sergi Bruguera atau raja clay saat ini yaitu Rafael Nadal.

Jadi tipe permainan pun mau tidak mau tergantung dari lapangannya juga. Pemain yang biasa di lapangan lambat akan tidak efektif bila mengaplikasikan pukulan-pukulan topspin-nya di lapangan cepat terutama rumput dan sebaliknya pun begitu. Bahkan Federer pun hingga sekarang masih belum bisa merebut Grand Slam di lapangan clay (French Open) yang saat ini dikuasai Rafael Nadal, begitupun sebaliknya.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

modif fu

Januari 2, 2010 at 4:35 am (referensi) ()

Handle Kopling dan Rem merek
Rp 210.000
http://www.barumotorsport.com/product/14…
Tutup Pentil yang menyala apabila roda berputar
Rp 15.000 (sepasang)
Undertail asli Yoshimura
Rp 245.000
Footstep Yoshimura
Rp 450.000
http://www.aboben.com
Handgrip merek KTC
Rp 65.000
http://www.barumotorsport.com/product/11…
Knalpot R9
Rp 700.000
Pasang RPM
Rp 60.000

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Persema Waspadai Pemain Arema Asal Singapura

Januari 2, 2010 at 4:20 am (Halaman Olahraga) ()

Sabtu, 2 Januari 2010 07:59 WIB | Olahraga | Liga Indonesia | Dibaca 272 kali

Malang (ANTARA News) – Persatuan Sepak Bola Malang (Persema) bakal menjaga ekstra ketat dan mewaspadai pergerakan dua pemain Arema asal Singapura Noh Alam Shah dan M Ridhuan dalam laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) yang digelar, Minggu (10/1) di Stadion Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang.

Pelatih Persema Subangkit, Sabtu, mengakui, dua pemain Arema asal Singapura ini pantas diwaspadai karena kemampuan individu dan kolektivitasnya cukup tinggi, apalagi lini pertahanan Persema juga kehilangan Seme Patrick yang terakumulasi kartu kuning sehingga harus absen saat di jamu Arema.

“Meskipun kami sudah mengantongi kekuatan Arema sebagai tim terkuat saat ini, kami tetap harus berjuang maksimal untuk menorehkan `sejarah` manis dengan memenangkan pertandingan dari tangan tim `Singo Edan`,” tegasnya.

Menurut dia, pada kesempatan pertama latihan usai menjalani libur tahun baru, anak asuhnya langsung diinstruksikan untuk memulihkan kondisi dan simulasi strategi serta taktik untuk menghadapi tim setangguh Arema.

Ia menegaskan, walaupun saat ini Arema merupakan tim tangguh dan berada di puncak klasemen sementara LSI 2009/2010, dirinya tidak gentar apalagi sampai menyerah.”Kami tetap akan memberikan perlawananan sengit, walaupun di lapangan juga harus `berperang` dengan suporter fanatik Arema,” tegas Subangkit.

Mantan pelatih Persekabpas Pasuruan itu mengatakan, dengan waktu yang tinggal beberapa hari menjelang di jamu Arema, pihaknya dan tim pelatih lain terus memantapkan kerja sama dan kolektivitas pemain di semua lini.

“Kami juga akan fokus pada latihan teknik, strategi dan kerja sama antarlini karena lawan yang kami hadapi nanti adalah tim yang sangat solid dan memiliki banyak kelebihan secara individual maupun kolektivitas pemainnya,” katanya menambahkan.

Para pemain Persema akan menghadapi menu latihan rutin kembali, Minggu (3/1) setelah libut tiga hari untuk merayakan tahun baru 2010. Sebelumnya mereka juga diliburkan selama dua hari ketika libur natal.(*)

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

otak bag 2

Januari 2, 2010 at 4:17 am (referensi) (, , , )

2. Otak Kecil (Cerebellum) Otak Kecil terletak di bagian belakang kepala, dekat dengan ujung leher bagian atas. Otak Kecil berfungsi untuk mengkontrol keseimbangan, koordinasi otot dan gerakan, serta sensor. Bagian ini akan berkembang sehingga bayi bisa tumbuh dari gerakan berguling, merangkak, dan kemudian berjalan. Bagian Otak Kecil ini akan mengkombinasikan signal yang diterima dari seluruh indera bayi untuk kemudian memberikan informasi kepada bayi tentang apa yang dirasakannya pada saat dia bergerak. Aktivitas yang dikendalikan oleh Otak Kecil ini adalah kontrol kepala, membalikkan badan (berguling atau tengkurap), duduk, merangkak dan berjalan. Kontrol Kepala Pada saat bayi baru dilahirkan, bayi hampir tidak mampu mengkontrol kepala dan otot lehernya. Perkembangan kontrol kepala ini sangat penting, karena akan menjadi dasar seluruh gerakan selanjutnya. Pada usia 6 s.d. 8 minggu, bayi sudah mulai bisa mengangkat kepalanya, tetapi masih dalam waktu yang tidak lama. Perkembangan kontrol kepala dan otot leher ini akan menjadi cukup kuat pada saat bayi mencapai umur 6 bulan. Yang perlu anda lakukan dan perhatikan : ��Pada bulan-bulan pertama, anda harus memegang/menahan bagian kepala dan leher pada saat anda menggendongnya. Sekali-sekali anda perlu menengkurapkan bayi untuk merangsang kekuatan otot lehernya, karena pada posisi tengkurap bayi cenderung akan mengangkat kepalanya. Tetapi Ingat ! Menidurkan bayi pada posisi tengkurap pada usia awal ini sangat berbahaya jika tanpa ada pengawasan atau bayi ditinggal sendirian dalam waktu yang lama. Untuk itu anda perlu berhati-hati melakukannya. o Pada usia 3 s.d. 6 bulan anda sudah mulai bisa melatih duduk dengan mendudukkannya di kursi atau tempat tidur. Dudukkan bayi pada tempat yang bervariasi di dalam rumah supaya pandangan bayi tidak monoton dan bisa melihat hal-hal yang berbeda. o Jika pada usia 3 bulan (kecuali bayi yang lahir prematur) bayi anda masih kelihatan mengalami kesulitan untuk mengangkat kepalanya, segera konsultasikan dengan dokter anak anda. Membalikkan Badan Setelah mampu mengkontrol kepalanya, menginjak usia sekitar 3 bulan, jika bayi anda ditengkurapkan, dia akan mulai bisa mengangkat kepala dan dadanya lebih tinggi dengan menggunakan tangannya untuk menahan badannya. Setelah itu bayi anda dengan sendirinya akan mulai belajar membalikkan badannya (tengkurap). Pada usia sekitar 6 bulan bayi anda akan mulai belajar berguling-guling. Ini merupakan langkah awal bayi untuk dapat bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain. Beberapa bayi ada yang tidak melakukan aktivitas berguling-guling, tetapi langsung duduk dan merangkak. Selama bayi tersebut kelihatan terus berkembang, yang ditunjukkan dengan kemampuannya untuk belajar hal-hal baru lainnya, serta kelihatan sangat gembira melakukan eksplorasi di lingkungannya, hal ini tidak perlu dirisaukan. Yang perlu anda lakukan dan perhatikan : 1. Bayi terdorong ingin berguling-guling karena adanya keinginannya untuk mengambil mainannya atau hal lain yang menarik perhatiannya. Untuk itu, anda dapat merangsangnya untuk melakukan ini dengan memperlihatkan mainannya atau hal lain. 2. Apabila bayi sudah mulai bisa berguling-guling, jangan tinggalkan dia sendirian di atas kasur, karena akan sangat berbahaya. 3. Apabila pada usia 6 bulan bayi anda kelihatan tidak tertarik untuk melakukan eksplorasi, baik dengan cara berguling atau merangkak, anda perlu melakukan konsultasi dengan dokter anak anda. Sekali lagi yang perlu diingat, tiap-tiap anak mempunyai tingkat kecepatan pertumbuhan yang berbeda-beda, dan begitu pula dengan bayi yang dilahirkan prematur. Duduk Bayi akan mulai belajar duduk pada usia bayi 4 s.d. 7 bulan, setelah dia sudah mampu berguling-guling dan mengangkat kepala. Pada usia 8 bulan sebagian besar bayi sudah akan bisa duduk sendiri tanpa pertolongan orang lain. Yang perlu anda lakukan dan perhatikan : o Bayi bisa melakukan posisi duduk hanya jika dia mampu mengangkat dan menahan kepalanya. Untuk itu anda bisa merangsang kekuatan otot leher bayi dengan cara mengajaknya bermain sehingga kepalanya bergerak/melihat ke bawah dan keatas. Misalnya adalah dengan meletakkan mainannya (yang mempunyai kontras warna yang menyolok) di lantai, kemudian mainan tersebut anda angkat keatas sehingga bayi anda mengangkat kepala dan dadanya untuk mengikuti gerakan tangan anda. o Ketika bayi sudah cukup kuat untuk duduk sendiri, anda bisa melatihnya supaya bisa duduk dengan seimbang (melatih keseimbangan duduknya), dengan cara meletakkan mainan atau benda-benda lain yang menarik di depan bayi anda (tetapi tidak dalam jangkauan bayi. o Jika bayi anda belum mampu menahan kepalanya dengan sempurna dan belum mau berlatih duduk pada usia 6 bulan, anda perlu melakukan konsultasi dengan dokter anak anda untuk memecahkan masalahnya. Merangkak Setelah mampu duduk dengan baik, bayi biasanya akan mulai merangkak pada usia 6 s.d. 10 bulan. Merangkak akan membantu memperkuat otot yang nantinya dipakai untuk berjalan. Beberapa bayi tidak melalui proses merangkak, tetapi langsung berdiri dan kemudian berjalan, dan hal ini bukan suatu masalah pada perkembangan bayi. Yang perlu anda lakukan dan perhatikan : o Anda bisa melatihnya untuk mulai merangkak dengan cara meletakkan mainan atau barang lain yang menarik (atau diri anda sendiri) di depan bayi anda (hampir berada dalam jangkauannya), sehingga bayi anda berusaha untuk menjangkaunya. o Setelah bayi anda sudah mulai bisa merangkak, anda dapat meletakkan penghalang seperti bantal, dll., untuk melatih percaya diri, kecepatan dan ketangkasan bayi anda. Yang perlu diperhatikan, jangan tinggalkan bayi anda sendirian, karena apabila dia terjatuh dari atas bantal, dia akan menjadi ketakutan dan tidak mau merangkak lagi. o Apabila bayi anda sudah mulai merangkak kesana-kemari, pastikan bahwa rumah anda sudah sangat aman untuk bayi. Misalnya, jangan memasang taplak meja yang diatasnya ada gelas, karena apabila taplak meja tersebut ditarik oleh bayi anda maka akan sangat membahayakannya. Selain itu, banyak barang-barang lain di dalam rumah yang juga cukup berbahaya untuk bayi. Untuk mengeceknya, cobalah anda merangkak pada ketinggian bayi anda, dan lihatlah sekeliling ruangan di rumah anda untuk melihat hal-hal apa saja yang bisa membahayakan bayi anda. o Jika sampai dengan usia 12 bulan bayi anda kelihatan tidak mau bergerak kemanapun, baik itu merangkak ataupun berguling-guling, segera konsultasikan dengan dokter anak anda. Berjalan Salah satu tahap terpenting dalam perkembangan bayi adalah berjalan. Bayi biasanya mulai melakukan langkah pertamanya untuk berjalan pada usia 9 s.d. 12 bulan, dan bisa berjalan dengan sempurna pada usia 14 s.d. 15 bulan. Tetapi banyak juga bayi yang mulai berjalan dengan sempurna pada usia 16 s.d. 17 bulan. Sebelum masuk pada tahap berjalan, pada sekitar usia 8 bulan, bayi akan mulai mencoba memegang apa saja yang ada didekatnya untuk menarik dirinya supaya bisa berdiri, dan pada usia 9 s.d. 10 bulan akan belajar duduk dari posisi berdiri. Setelah itu bayi baru mulai berjalan, dan pada usia 18 bulan akan sudah sangat mahir, bahkan untuk naik dan turun tangga, mulai mencoba menendang bola atau menari-nari. Yang perlu anda lakukan dan perhatikan : o Pada saat bayi anda mulai bisa berdiri, dia mungkin masih perlu bantuan anda untuk bisa duduk kembali. Jangan langsung anda angkat dan dudukkan, tetapi ajarilah cara menekuk lututnya supaya bisa duduk kembali. o Bayi bisa dilatih berjalan dengan cara memegang kedua tangannya pada waktu bayi anda melangkah, atau memberinya alat bantu berjalan seperti mobil-mobilan dorong dan sejenisnya, yang mana bayi anda dapat memegang dan mendorongnya untuk berjalan.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Next page »